Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PERAN TOKOH ADAT DALAM PROSES PERKAWINAN

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 6 No. 1 (2021)

DOI
10.36709/jpps.v6i1.19300
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2021-07-26
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peran tokoh adat dalam proses pernikahan normal Di Desa Maabholu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, 2) peran tokoh adat dalam menyelesaikan kawinan lari di Desa Maabholu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, 3) Peran tokoh dalam perkawinan hamil diluar nikah Di Desa Maabholu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara, observasi, wawancara dan studi dokumen. Sedangkan instrumennya melipiti pedoman wawancara, kamera, dan catatan observasi. Teknik analisis data menggunakan 4 tahapan yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: 1) Peran tokoh adat dalam proses pernikahan normal Di Desa Maabholu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna adalah: (a) sebagai mediator yaitu sebagai perantara dan juru bicara dari pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan dalam pelaksanaan perkawinan angka mata. (b) sebagai fasilitator yaitu menyiapkan kelengkapan-kelengkapan adat yang dibutuhkan dalam perkawinan angka mata. (c) sebagai organisator yaitu mengelompokan diri bersama-sama keluarga laki-laki dan keluarga perempuan agar perkawinan pinang dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan adat setempat.; 2) peran tokoh adat dalam proses penyelesaian pofileigho sebagai fasilitator, mediator dan organisator, sesuai ketentuan adat yang berlaku pada masyarakat Muna. Beberapa tahapan proses penyelesaian pofileigho pada masyarakat Muna yakni KafosolonoWamba (penyampaian kepada orang tua perempuan). Selanjutnya tahapan Tanggono Anahi Robine We Lambuno Imamu atau tanggungan anak perempuan yang berada di rumah penghulu dan Poghawangho Adhati atau pertemuan adat; 3) Peran tokoh adat dalam perkawinan hamil dilluar nikah yaitu sebagai mediator yaitu sebagai juru bicara dari pihak laki-laki untuk menyamapaikan peasan kepada keluarga perempuan dan sebagai fasilitator yaitu tokoh adat yang memepersiapak kelengkapan-kelengapan adat.

Keywords

Collaboration network of the authors

18 authors · 48 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode NursalamAffiliation unknown5
La Ode AmaluddinUniversitas Halu Oleo4
La HaruduAffiliation unknown2
Surdin SurdinUniversitas Halu Oleo2
La Ode ResteleAffiliation unknown1
Wa Ode FinceAffiliation unknown1
Sitti KasmiatiAffiliation unknown1
Ihlas IhlasAffiliation unknown1
Jumarwati JumarwatiAffiliation unknown1
Ipri YantiAffiliation unknown1
Nina AstriaAffiliation unknown1
Jumaniar JumaniarAffiliation unknown1
Indah HarfianaAffiliation unknown1
Ramli RamliUniversitas Sulawesi Tenggara1
Holis HolisAffiliation unknown1
Nurhidayati NurhidayatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN TOKOH ADAT DALAM PROSES PERKAWINAN</dc:title>
	<dc:creator>Raslina, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Andrias, Andrias</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">angaka mata, pofileihgo, hamil diluar nikah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian untuk mengetahui peran tokoh adat dalam proses pernikahan normal Di Desa Maabholu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, 2) peran tokoh adat dalam menyelesaikan kawinan lari di Desa Maabholu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, 3) Peran tokoh dalam perkawinan hamil diluar nikah Di Desa Maabholu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara, observasi, wawancara dan studi dokumen. Sedangkan instrumennya melipiti pedoman wawancara, kamera, dan catatan observasi. Teknik analisis data menggunakan 4 tahapan yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: 1) Peran tokoh adat dalam proses pernikahan normal Di Desa Maabholu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna adalah: (a) sebagai mediator yaitu sebagai perantara dan juru bicara dari pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan dalam pelaksanaan perkawinan angka mata. (b) sebagai fasilitator yaitu menyiapkan kelengkapan-kelengkapan adat yang dibutuhkan dalam perkawinan angka mata. (c) sebagai organisator yaitu mengelompokan diri bersama-sama keluarga laki-laki dan keluarga perempuan agar perkawinan pinang dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan adat setempat.; 2) peran tokoh adat dalam proses penyelesaian pofileigho sebagai fasilitator, mediator dan organisator, sesuai  ketentuan adat yang berlaku pada masyarakat Muna. Beberapa tahapan proses penyelesaian pofileigho pada masyarakat Muna yakni KafosolonoWamba (penyampaian kepada orang tua perempuan). Selanjutnya tahapan Tanggono Anahi Robine We Lambuno Imamu atau tanggungan anak perempuan yang berada di rumah penghulu dan Poghawangho Adhati atau pertemuan adat; 3) Peran tokoh adat dalam perkawinan hamil dilluar nikah yaitu sebagai mediator yaitu sebagai juru bicara dari pihak laki-laki untuk menyamapaikan peasan kepada keluarga perempuan dan sebagai fasilitator yaitu tokoh adat yang memepersiapak kelengkapan-kelengapan adat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/19300</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v6i1.19300</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/19300/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>