Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

SEJARAH SILAT SANGKAPURA DI KELURAHAN WANEPA-NEPA KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 1 No. 1 (2022)

DOI
10.36709/jpps.v1i1.7353
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2022-04-09
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

ABSTRAKFokus penelitian ini mengacu pada beberapa masalah yaitu; (1) Bagaimana Asal-usul Silat Sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah?, (2) Bagaimana Gerakan Silat Sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah?, (3) Mengapa Terjadi Perubahan Silat Sangkapura di Kelurahan Wanepa-Nepa Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah?, (4) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam Silat Sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa kecamatan Lakudo kabupaten Buton Tengah?Penelitian ini menggunakan Metode Sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri dari: (1) Teknik Pengumpulan Data (Heuristik), terdiri dari: (a) Penelitian Kepustakaan (Library research), (b) Pengamatan (Observasi), (c) Wawancara (Interview), (d) Studi Dokumen yaitu mengkaji dokumen yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti, (2) Kritik Sumber terdiri dari kritik eksternal dan internal, (3) Interpretasi (analisis dan sintesis), (4) Historiografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Asal-usul lahirnya permainan silat sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa yakni berawal dari Guru Lampolea ia belajar silat sangakapura ini dari seorang toko persilatan di Johor Singapur yang bernama Ua Senge, ia berasal dari pulau tomia yang telah menjadi Guru besar di pulau johor. Ua Senge mengajarkan silat ini hanya pada orang-orang Buton yang datang berlayar di Johor Singapur, dengan tujuan berdagang dan belajar silat dari Guru Ua Senge. Permainan silat ini kemudian diperkenalkan oleh Guru Lampolea secara diam-diam, ia mengajak keluarganya yaitu Guru Hamza untuk beradu ketangkasan secara rahasia antara Guru dan Murid. Silat sangkapura ini kemudian di lanjutkan oleh Guru Hamza dengan membuka perguruan silat sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa. Silat ini kemudian dipopulerkan dengan nama silat sangkapura (silakampo dari singapur). (2) Pelaksanaan gerakan permainan silat Sangkapura terdiri atas dua tahap yaitu: pertama tahap gerakan dasar dilakukan hanya satu orang, kedua tahap penyerangan dan pertahanan yang dilakukan oleh dua orang. (3) Perubahan yang terjadi Dalam silat tradisional Sangkapura yang dikembangkan di Kelurahan Wanepa-nepa Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah telah mengalami perubahan antara lain dari segi pakaian yaitu pada masa kekesultanan hanya menggunakan pakaian hitam sedangkan sekarang hanya memakai pakaian bisa kadang dikombinasikan dengan sarung wolio. (4) permainan silat Sangkapura mengandung nilai budaya, agama, sosial, dan keindahan. Kata Kunci: Silat Sangkapura (Silakampo), Sejarah, Perkembangan

Collaboration network of the authors

30 authors · 59 co-authorship links · 3 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Indonesia University of Education
  • Politeknik Negeri Balikpapan
  • Universitas Syiah Kuala
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La TaenaAffiliation unknown4
Rahmania RahmaniaAffiliation unknown2
Nasruddin SuyutiAffiliation unknown2
Pendais HaqAffiliation unknown2
Pendais HakAffiliation unknown1
Wawan SetiawanIndonesia University of Education1
I Ketut SuardikaUniversitas Halu Oleo1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1
Syahri DauliyahAffiliation unknown1
Indra Rahayu SetiawatiAffiliation unknown1
Marwan AbidinAffiliation unknown1
Wa Ode RamsiaAffiliation unknown1
Hernawati HernawatiAffiliation unknown1
Teguh Ilham YasanAffiliation unknown1
La NiampeAffiliation unknown1
Sunartin SunartinAffiliation unknown1
Norma NormaAffiliation unknown1
Armin ArminPoliteknik Negeri Balikpapan1
La Taena La TaenaAffiliation unknown1
La Aso la asoAffiliation unknown1
Muhammad SyukriUniversitas Syiah Kuala1
Syahrun SyahrunUniversitas Sulawesi Tenggara1
Ali HadaraAffiliation unknown1
La EdiAffiliation unknown1
H. AnwarAffiliation unknown1
Fendy Imaduddin ArsamAffiliation unknown1
Rispan RispanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SEJARAH SILAT SANGKAPURA DI KELURAHAN WANEPA-NEPA KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH</dc:title>
	<dc:creator>Ude, Amrin</dc:creator>
	<dc:creator>Ali Basri, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>M., Aswati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKFokus penelitian ini mengacu pada beberapa masalah yaitu; (1) Bagaimana Asal-usul Silat Sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah?, (2) Bagaimana Gerakan Silat Sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah?, (3) Mengapa Terjadi Perubahan Silat Sangkapura di Kelurahan Wanepa-Nepa Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah?, (4) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam Silat Sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa kecamatan Lakudo kabupaten Buton Tengah?Penelitian ini menggunakan Metode Sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri dari: (1) Teknik Pengumpulan Data (Heuristik), terdiri dari: (a) Penelitian Kepustakaan (Library research), (b) Pengamatan (Observasi), (c) Wawancara (Interview), (d) Studi Dokumen yaitu mengkaji dokumen yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti, (2) Kritik Sumber terdiri dari kritik eksternal dan internal, (3) Interpretasi (analisis dan sintesis), (4) Historiografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Asal-usul lahirnya permainan silat sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa yakni berawal dari Guru Lampolea ia belajar silat sangakapura ini dari seorang toko persilatan di Johor Singapur yang bernama  Ua Senge, ia berasal dari pulau tomia yang telah menjadi Guru besar di pulau johor. Ua Senge mengajarkan silat ini hanya pada orang-orang Buton yang datang berlayar di Johor Singapur, dengan tujuan berdagang dan belajar silat dari Guru Ua Senge. Permainan silat ini kemudian diperkenalkan oleh Guru Lampolea secara diam-diam, ia mengajak keluarganya yaitu Guru Hamza untuk beradu ketangkasan secara rahasia antara Guru dan Murid. Silat sangkapura ini kemudian di lanjutkan oleh Guru Hamza dengan membuka perguruan silat sangkapura di Kelurahan Wanepa-nepa. Silat ini kemudian dipopulerkan dengan nama silat sangkapura (silakampo dari singapur). (2) Pelaksanaan gerakan permainan silat Sangkapura terdiri atas dua tahap yaitu: pertama tahap gerakan dasar dilakukan hanya satu orang, kedua tahap penyerangan dan pertahanan yang dilakukan oleh dua orang. (3) Perubahan yang terjadi Dalam silat tradisional Sangkapura yang dikembangkan di Kelurahan Wanepa-nepa Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah telah mengalami perubahan antara lain dari segi pakaian yaitu pada masa kekesultanan hanya menggunakan pakaian hitam sedangkan sekarang hanya memakai pakaian bisa kadang dikombinasikan dengan sarung wolio. (4) permainan silat Sangkapura mengandung nilai budaya, agama, sosial, dan keindahan. Kata Kunci: Silat Sangkapura (Silakampo), Sejarah, Perkembangan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/7353</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v1i1.7353</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/7353/5378</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
</oai_dc:dc>