Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

TRADISI PESONDO PADA MASYARAKAT KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA (1966-2017)

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 2 No. 2 (2019)

DOI
10.36709/jpps.v2i2.8436
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2019-08-17
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

ABSTRAK Tujuan dalam penelitian adalah: (1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; (2) Untuk menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; (3) Untuk menjelaskan perubahan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; dan (4) Untuk menguraikan nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri atas: (1) Heuristik, yaitu pengumpulan data melalui studi kepustakaan, pengamatan, dan wawancara; (2) Kritik sumber untuk kritik sumber yaitu penilaian data melalui kritik eksternal dan kritik internal; dan (3) Historiografi, yaitu penulisan sejarah melalui penafsiran, penjesalan, dan penyajian.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu adalah timbulnya rasa takut pada orang tua, cemas dan was-was jika pada anak pertamanya mengalami kelainan ataupun penyakit dari kalangan Ode sehingga timbul suatu anggapan bahwa dengan melakukan tradisi Pesondo akan dijauhkan dari hal-hal buruk pada anak; (2) Tahap-tahap pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu yaitu: a) Tahap awal, yakni penentuan waktu dan hari pelaksanaan tradisi Pesondo sesuai kesepakatan dari keluarga dengan melihat hari baik. b) Tahap pelaksanaan, yakni diawali dengan membersihkan badan dan dilanjutkan mengenakan busana atau baju yang berwarna merah dilanjutkan dengan acara Pesondo. c) Tahap terakhir yakni pembacaan do’a oleh dukun anak dan acara makan bersama; (3) Perubahan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu yaitu seiring dengan berkembangnya waktu, tradisi Pesondo telah mengalami pergeseran khususnya masalah syarat-syarat yang sudah berubah yang dulunya masih berlaku syarat yang telah ditentukan sebaliknya pada masa kini syarat tersebut telah berubah seperti pelaksanaan tradisi Pesondo yang dulunya hanya kalangan Ode dan sekarang tidak diharuskan dari kalangan Ode serta alat-alat dan busana yang digunakan dalam tradisi Pesondo mengalami perubahan; dan (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu adalah: (a) Nilai religius, (b) Nilai kejujuran, (c) Nilai disiplin, (d) Nilai kerja keras, (e) Nilai rasa ingin tahu, (f) Nilai komunikatif, dan (g) Nilai tanggung jawab. Kata Kunci: Tradisi, Pesondo

Collaboration network of the authors

19 authors · 25 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yandi arifinAffiliation unknown1
Baenawi La OdeAffiliation unknown1
Ali HadaraAffiliation unknown1
indah SafitriAffiliation unknown1
Asmiani AsmianiAffiliation unknown1
Wa Ode SelfiAffiliation unknown1
Mursidin T Mursidin TAffiliation unknown1
Kiki ZaskiaAffiliation unknown1
Aksan GunaAffiliation unknown1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1
WA Ode AsnaAffiliation unknown1
citra fujianaAffiliation unknown1
Suci AmaliaAffiliation unknown1
Muliha HalimUniversitas Halu Oleo1
Hermianti HermiantiAffiliation unknown1
Darnawati DarnawatiAffiliation unknown1
Muhamad Ihram HusniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRADISI PESONDO PADA MASYARAKAT KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA (1966-2017)</dc:title>
	<dc:creator>Darnita, Darnita</dc:creator>
	<dc:creator>Hayari, Hayari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Tujuan dalam penelitian adalah: (1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; (2) Untuk menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; (3) Untuk menjelaskan  perubahan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; dan (4) Untuk menguraikan nilai-nilai  yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut  Helius Sjamsuddin yang terdiri atas: (1) Heuristik, yaitu pengumpulan data melalui studi kepustakaan, pengamatan, dan wawancara; (2) Kritik sumber untuk kritik sumber yaitu penilaian data melalui kritik eksternal dan kritik internal; dan (3) Historiografi, yaitu penulisan sejarah melalui penafsiran, penjesalan, dan penyajian.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu adalah timbulnya rasa takut pada orang tua, cemas dan was-was jika pada anak pertamanya mengalami kelainan ataupun penyakit dari kalangan Ode sehingga timbul suatu anggapan bahwa dengan melakukan tradisi Pesondo akan dijauhkan dari hal-hal buruk pada anak; (2) Tahap-tahap pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu yaitu: a) Tahap awal, yakni penentuan waktu dan hari pelaksanaan tradisi Pesondo sesuai kesepakatan dari keluarga dengan melihat hari baik. b) Tahap pelaksanaan, yakni diawali dengan membersihkan badan dan dilanjutkan mengenakan busana atau baju yang berwarna merah dilanjutkan dengan acara Pesondo. c) Tahap terakhir yakni pembacaan do’a oleh dukun anak dan acara makan bersama; (3) Perubahan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu yaitu seiring dengan berkembangnya waktu, tradisi Pesondo telah mengalami pergeseran khususnya masalah syarat-syarat yang sudah berubah yang dulunya masih berlaku syarat yang telah ditentukan sebaliknya pada masa kini syarat tersebut telah berubah seperti pelaksanaan tradisi Pesondo yang dulunya hanya kalangan Ode dan sekarang tidak diharuskan dari kalangan Ode serta alat-alat dan busana yang digunakan dalam tradisi Pesondo mengalami perubahan; dan (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu adalah: (a) Nilai religius, (b) Nilai kejujuran, (c) Nilai disiplin, (d) Nilai kerja keras, (e) Nilai rasa ingin tahu, (f) Nilai komunikatif, dan (g) Nilai tanggung jawab. Kata Kunci: Tradisi, Pesondo</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-08-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/8436</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v2i2.8436</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/8436/6170</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
</oai_dc:dc>