Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK DI KENDARI ARSITEKTUR EKOLOGI

GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur · Vol. 2 No. 2 (2017)

DOI
10.55679/garis.v2i2.9942
ISSN
2503-3344
Published
2017-08-16
Publisher
Jurusan Arsitektur
Language
eng

Abstract

ABSTRAKDalam mengecilkan atau mengabaikan kreativitas, kita hambat perkembangan aspek dasar kemampuan berekspresimanusia. Tiap anak berpotensi jadi seniman, musisi, penulis, atau penemu, jika minatnya menggiring demikian dan jikaorang tua dan guru mendukungnya ketimbang mengekang dorongan ini. Kenyataan bahwa sedikit orang jadi senimanmerupakan bukti rendahnya prioritas masyarakat bagi kreativitas dan tingginya prioritas bagi keseragaman [1]. Disampingitu pula Anak-anak layak untuk mendapatkan sebuah lingkungan sehat untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusiayang utuh baik secara jasmani dan rohani. Dikota kendari khususnya tingginya angka kelahiran anak dan minat anakterhadap Pendidikan Anak Usia Dini, dan sebagian lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dikota kendari masih kurangdalam hal sarana dan prasarana yang tidak berimbang terhadap program layanan yang dibuat, sehingga Konseppembelajaran yang dibuat terkesan monoton. Demikian adanya Pusat pengembangan kreativitas anak di Kendari ditunjangdengan fasilitas yang memenuhi standar, memadai, dan sesuai dengan metode belajar yang ideal bagi anak dengan programlayanan terdiri dari Taman penitipan anak ( bayi usia 3 bulan-2 tahun), Kelompok bermain (anak usia 2-4 tahun), Tamankanak-kanak (anak usia 4-6 Tahun), dan ditunjang dengan Creative school ( anak usia 2-6 tahun). Konsep pembelajaranmenekankan lebih pada kreativitas anak, budaya, dan lingkungan yang ramah sebagai pembelajaran terhadap alam.Pendekatan Arsitektur Ekologi digunakan sebagai metode pendekatan desain. Konsep arsitektur ekologi diharapkan dapatmampu menyatukan ruang dan alam sebagai kawasan hijau diantara pembangunan dan menghadirkan lingkungan fisikyang ramah tehadap anak-anak. Disamping itu pula agar anak sadar terhadap lingkungan fisik di sekitar mereka. Energi danpikiran mereka lebih disalurkan ke lingkungan alami sebagai proses pendidikan.Kata Kunci: Kreativitas, Anak, Arsitektur Ekologi, Kendari.

Collaboration network of the authors

21 authors · 37 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Irma NurjannahAffiliation unknown1
Try SugiyartoAffiliation unknown1
Ilham IlhamAffiliation unknown1
La Ode Muh Nurrakhmad ArsyadAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Siti Belinda AmriAffiliation unknown1
La Ode Abdul HakimAffiliation unknown1
Syamsul Rijal SyarifAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Ishak KadirUniversitas Halu Oleo1
Anggi SuharyadiAffiliation unknown1
Dwi Rinnarsuri NoraduolaAffiliation unknown1
Dini Al FajriAffiliation unknown1
Abdul Rafli RifaiAffiliation unknown1
Alimin AliminSyarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta1
SITTI ROSYIDAHAffiliation unknown1
Ulfa Septia Muliani KasimAffiliation unknown1
Burhan SaidAffiliation unknown1
Rahmad HidayatAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK DI KENDARI ARSITEKTUR EKOLOGI</dc:title>
	<dc:creator>Rahmat, Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator>Syukur, La Ode Abdul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKDalam mengecilkan atau mengabaikan kreativitas, kita hambat perkembangan aspek dasar kemampuan berekspresimanusia. Tiap anak berpotensi jadi seniman, musisi, penulis, atau penemu, jika minatnya menggiring demikian dan jikaorang tua dan guru mendukungnya ketimbang mengekang dorongan ini. Kenyataan bahwa sedikit orang jadi senimanmerupakan bukti rendahnya prioritas masyarakat bagi kreativitas dan tingginya prioritas bagi keseragaman [1]. Disampingitu pula Anak-anak layak untuk mendapatkan sebuah lingkungan sehat untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusiayang utuh baik secara jasmani dan rohani. Dikota kendari khususnya tingginya angka kelahiran anak dan minat anakterhadap Pendidikan Anak Usia Dini, dan sebagian lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dikota kendari masih kurangdalam hal sarana dan prasarana yang tidak berimbang terhadap program layanan yang dibuat, sehingga Konseppembelajaran yang dibuat terkesan monoton. Demikian adanya Pusat pengembangan kreativitas anak di Kendari ditunjangdengan fasilitas yang memenuhi standar, memadai, dan sesuai dengan metode belajar yang ideal bagi anak dengan programlayanan terdiri dari Taman penitipan anak ( bayi usia 3 bulan-2 tahun), Kelompok bermain (anak usia 2-4 tahun), Tamankanak-kanak (anak usia 4-6 Tahun), dan ditunjang dengan Creative school ( anak usia 2-6 tahun). Konsep pembelajaranmenekankan lebih pada kreativitas anak, budaya, dan lingkungan yang ramah sebagai pembelajaran terhadap alam.Pendekatan Arsitektur Ekologi digunakan sebagai metode pendekatan desain. Konsep arsitektur ekologi diharapkan dapatmampu menyatukan ruang dan alam sebagai kawasan hijau diantara pembangunan dan menghadirkan lingkungan fisikyang ramah tehadap anak-anak. Disamping itu pula agar anak sadar terhadap lingkungan fisik di sekitar mereka. Energi danpikiran mereka lebih disalurkan ke lingkungan alami sebagai proses pendidikan.Kata Kunci : Kreativitas, Anak, Arsitektur Ekologi, Kendari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Arsitektur</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-08-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/9942</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/garis.v2i2.9942</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur; Vol 2, No 2 (2017)</dc:source>
	<dc:source>2503-3344</dc:source>
	<dc:source>10.55679/garis.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/9942/7038</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur</dc:rights>
</oai_dc:dc>