Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENERAPAN KONSEP RUANG PUBLIK PADA PERENCANAAN PUSAT PERTUNJUKAN SENI DI KOTA KENDARI

GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur · Vol. 5 No. 3 (2021)

DOI
10.55679/garis.v5i3.17021
ISSN
2503-3344
Published
2021-03-05
Publisher
Jurusan Arsitektur
Language
eng

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya manusia mempunyai kemampuan dan kepekaan terhadap keindahan dan dengan naluriyang dimilikinya manusia mewujudkan keindahan tersebut melalui karya seni. Dalam suatu batasan yangsempit, pertunjukan kesenian seperti seni tari, seni teater dan seni musik sudah semakin kurang diminati olehmasyarakat, apalagi bagi kaum milenial. Kemungkinan itu disebabkan karena mereka sibuk dengan sosialmedia dan bermain game online. Disamping itu masih banyak produk perancangan arsitektur yang belumbegitu memikirkan ruang publik. Desain yang ingin diterapkan mempunyai strategi untuk menarik pengunjungagar masuk kedalam bangunan melalui desainnya yang membuat pengunjung secara tidak langsung dapatberinteraksi dengan seni. Dengan membuat sebuah akses ditengah bangunan. Serta menciptakan sebuah ruangterbuka dengan ornamen yang dapat mencerminkan citra bangunan arsitekturnya yang dapat menarikmasyarakat untuk berkunjung. Fenomena itulah yang melatarbelakangi pemikiran penulis untuk melakukanpenelitian terhadap pembangunan gedung pertunjukan seni dengan pendekatan ruang publik. Denganmenggunakan pendekatan ruang publik diharapkan masyarakat khususnya kaum milenial, dapat mengunjungiruang publik di area gedung pertunjukan sehingga perlahan-lahan akan menimbulkan keinginan untuk masukke dalam gedung pertunjukan.Kata Kunci: Pertunjukan Seni, Ruang Publik, Kota KendariABSTRACTBasically, humans have the ability and sensitivity to beauty and with their instincts, humans manifest this beautythrough works of art. Within a narrow boundary, art performances such as dance, theater and music are less and lessattractive to the public, especially for millennials. Maybe it's because they are busy with social media and playing onlinegames. Besides, there are still many architectural design products that have not really thought about the public space. Thedesign that wants to be applied has a strategy to attract visitors to enter the building through its design that makes visitorsindirectly interact with art. By making an access in the middle of the building. As well as creating an open space withornaments that can reflect the image of the architectural building that can attract people to visit. This phenomenon is thebackground of the author's thought to conduct research on the construction of an art performance building with a publicspace approach. By using a public space approach, it is hoped that the community, especially millennials, can visit publicspaces in the performance building area so that it will slowly cause the desire to enter the performance building.Keywords: Performing Art, Public Space, Kendari City

Collaboration network of the authors

26 authors · 46 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Irma NurjannahAffiliation unknown2
AWAL DARMAWANAffiliation unknown1
ARMAN FASLIHAffiliation unknown1
Try SugiyartoAffiliation unknown1
Ilham IlhamAffiliation unknown1
La Ode Muh Nurrakhmad ArsyadAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Siti Belinda AmriAffiliation unknown1
La Ode Abdul HakimAffiliation unknown1
Rahmat RahmatAffiliation unknown1
Syamsinar Miftahul JannahAffiliation unknown1
Syamsul Rijal SyarifAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Ishak KadirUniversitas Halu Oleo1
Anggi SuharyadiAffiliation unknown1
Abdul Rafli RifaiAffiliation unknown1
Alimin AliminSyarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta1
SITTI ROSYIDAHAffiliation unknown1
Ulfa Septia Muliani KasimAffiliation unknown1
Burhan SaidAffiliation unknown1
Rahmad HidayatAffiliation unknown1
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Suci Ariska FausiaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN KONSEP RUANG PUBLIK PADA PERENCANAAN PUSAT PERTUNJUKAN SENI DI KOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Fajri, Dini Al</dc:creator>
	<dc:creator>Noraduola, Dwi Rinnarsuri</dc:creator>
	<dc:creator>Syukur, La Ode Abdul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPada dasarnya manusia mempunyai kemampuan dan kepekaan terhadap keindahan dan dengan naluriyang dimilikinya manusia mewujudkan keindahan tersebut melalui karya seni. Dalam suatu batasan yangsempit, pertunjukan kesenian seperti seni tari, seni teater dan seni musik sudah semakin kurang diminati olehmasyarakat, apalagi bagi kaum milenial. Kemungkinan itu disebabkan karena mereka sibuk dengan sosialmedia dan bermain game online. Disamping itu masih banyak produk perancangan arsitektur yang belumbegitu memikirkan ruang publik. Desain yang ingin diterapkan mempunyai strategi untuk menarik pengunjungagar masuk kedalam bangunan melalui desainnya yang membuat pengunjung secara tidak langsung dapatberinteraksi dengan seni. Dengan membuat sebuah akses ditengah bangunan. Serta menciptakan sebuah ruangterbuka dengan ornamen yang dapat mencerminkan citra bangunan arsitekturnya yang dapat menarikmasyarakat untuk berkunjung. Fenomena itulah yang melatarbelakangi pemikiran penulis untuk melakukanpenelitian terhadap pembangunan gedung pertunjukan seni dengan pendekatan ruang publik. Denganmenggunakan pendekatan ruang publik diharapkan masyarakat khususnya kaum milenial, dapat mengunjungiruang publik di area gedung pertunjukan sehingga perlahan-lahan akan menimbulkan keinginan untuk masukke dalam gedung pertunjukan.Kata Kunci: Pertunjukan Seni, Ruang Publik, Kota KendariABSTRACTBasically, humans have the ability and sensitivity to beauty and with their instincts, humans manifest this beautythrough works of art. Within a narrow boundary, art performances such as dance, theater and music are less and lessattractive to the public, especially for millennials. Maybe it's because they are busy with social media and playing onlinegames. Besides, there are still many architectural design products that have not really thought about the public space. Thedesign that wants to be applied has a strategy to attract visitors to enter the building through its design that makes visitorsindirectly interact with art. By making an access in the middle of the building. As well as creating an open space withornaments that can reflect the image of the architectural building that can attract people to visit. This phenomenon is thebackground of the author's thought to conduct research on the construction of an art performance building with a publicspace approach. By using a public space approach, it is hoped that the community, especially millennials, can visit publicspaces in the performance building area so that it will slowly cause the desire to enter the performance building.Keywords: Performing Art, Public Space, Kendari City</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Arsitektur</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-03-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/17021</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/garis.v5i3.17021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur; Vol 5, No 3 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2503-3344</dc:source>
	<dc:source>10.55679/garis.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/17021/11461</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur</dc:rights>
</oai_dc:dc>