Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAWASAN WISATA PANTAI MEMBUKU DI KABUPATEN BUTON UTARA

GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur · Vol. 3 No. 1 (2018)

DOI
10.55679/garis.v3i1.11028
ISSN
2503-3344
Published
2018-04-13
Publisher
Jurusan Arsitektur
Language
eng

Abstract

Indonesia memiliki banyak potensi dan sumber daya alam yang belum dikembangkan secara maksimal, termasukdidalamnya di sektor pariwisata. Pengembangan kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai kepribadiandan pengembangan budaya bangsa, dengan memanfaatkan seluruh potensi keindahan dan kekayaan alam Indonesia.Pemanfaatan disini bukan berarti merubah secara total, tetapi lebih berarti mengelola, memanfaatkan dan melestarikansetiap potensi yang ada, dimana potensi tersebut dirangkaikan menjadi satu daya tarik wisata. Secara umum kekayaansumber daya alam serta potensi dimiliki oleh setiap daerah, termasuk Kabupaten Buton Utara yang tidak jauh berbedadengan daerah lain yang ada di Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara. Kabupaten Buton Utara memiliki kekayaan alamyang belum dikelola secara optimal. Salah satu daerah wisata yang sering dikunjungi di Kabupaten Buton Utara adalahPantai Membuku. Kawasan wisata Pantai Membuku merupakan area peruntukan pengembangan wisata, dilihat dari potensiyang ada berupa perairan pantai pasir putih dan juga masih dalam satu lingkup area terdapat danau dengan keunikantersendiri yakni di tengah bebatuan yang masih alami. Ee Tasikana yang merupakan wisata lokal masyarakat yangdiperuntukan sebagai permandian. Dengan banyaknya potensi alam di kawasan ini dan belum ada pengelolaan secaraoptimal, maka perlu adanya Pengembangan dan Penataan Kawasan Wisata Alam dengan Pendekatan Konsep Eko-Arsitektur. Sehingga dapat merencanakan suatu kawasan wisata yang terintegrasi baik wisata pantai dan wisatapermandian alam dengan mengeksplor potensi-potensi alam, sosial, budaya dan masyarakat setempat. Pendekatan KonsepEko-Arsitektur diterapkan pada kawasan ini karena sebagai bentuk upaya melestarikan serta mempertahankan kondisialami lingkungan tapak sehingga kenyamanan dan keamanan pengguna wadah kegiatan lebih diperhatikan dan kondisitapak dapat tertata, serasi dan selaras dengan alam baik pada saat ini maupun masa yang akan datang.Kata kunci: Kawasan, Wisata Alam, Pantai Membuku, Eko-Arsitektur

Collaboration network of the authors

7 authors · 8 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asr Andrias Herman BaloAffiliation unknown1
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Grace oliviaAffiliation unknown1
Aspin AspinAffiliation unknown1
Ibnu UmarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAWASAN WISATA PANTAI MEMBUKU DI KABUPATEN BUTON UTARA</dc:title>
	<dc:creator>Rusdi, Ahmad Sofyan</dc:creator>
	<dc:creator>Herman Balo, Asri Andrias</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia memiliki banyak potensi dan sumber daya alam yang belum dikembangkan secara maksimal, termasukdidalamnya di sektor pariwisata. Pengembangan kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai kepribadiandan pengembangan budaya bangsa, dengan memanfaatkan seluruh potensi keindahan dan kekayaan alam Indonesia.Pemanfaatan disini bukan berarti merubah secara total, tetapi lebih berarti mengelola, memanfaatkan dan melestarikansetiap potensi yang ada, dimana potensi tersebut dirangkaikan menjadi satu daya tarik wisata. Secara umum kekayaansumber daya alam serta potensi dimiliki oleh setiap daerah, termasuk Kabupaten Buton Utara yang tidak jauh berbedadengan daerah lain yang ada di Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara. Kabupaten Buton Utara memiliki kekayaan alamyang belum dikelola secara optimal. Salah satu daerah wisata yang sering dikunjungi di Kabupaten Buton Utara adalahPantai Membuku. Kawasan wisata Pantai Membuku merupakan area peruntukan pengembangan wisata, dilihat dari potensiyang ada berupa perairan pantai pasir putih dan juga masih dalam satu lingkup area terdapat danau dengan keunikantersendiri yakni di tengah bebatuan yang masih alami. Ee Tasikana yang merupakan wisata lokal masyarakat yangdiperuntukan sebagai permandian. Dengan banyaknya potensi alam di kawasan ini dan belum ada pengelolaan secaraoptimal, maka perlu adanya Pengembangan dan Penataan Kawasan Wisata Alam dengan Pendekatan Konsep Eko-Arsitektur. Sehingga dapat merencanakan suatu kawasan wisata yang terintegrasi baik wisata pantai dan wisatapermandian alam dengan mengeksplor potensi-potensi alam, sosial, budaya dan masyarakat setempat. Pendekatan KonsepEko-Arsitektur diterapkan pada kawasan ini karena sebagai bentuk upaya melestarikan serta mempertahankan kondisialami lingkungan tapak sehingga kenyamanan dan keamanan pengguna wadah kegiatan lebih diperhatikan dan kondisitapak dapat tertata, serasi dan selaras dengan alam baik pada saat ini maupun masa yang akan datang.Kata kunci: Kawasan, Wisata Alam, Pantai Membuku, Eko-Arsitektur</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Arsitektur</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/11028</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/garis.v3i1.11028</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur; Vol 3, No 1 (2018)</dc:source>
	<dc:source>2503-3344</dc:source>
	<dc:source>10.55679/garis.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/11028/7832</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur</dc:rights>
</oai_dc:dc>