Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer

GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur · Vol. 7 No. 2 (2023) · pp. 282–291

DOI
10.55679/garis.v7i2.25872
ISSN
2503-3344
Published
2023-02-10
Publisher
Jurusan Arsitektur
Language
eng

Abstract

Fotografi di Indonesia saat ini berkembang pesat, ada masyarakat yang memanfaatkannya sebagai pekerjaan utama, ada juga yang menjadikan fotografi sebagai hobi. Kota Kendari menjadi salah satu kota yang masyarakatnya mulai menaruh minat dalam bidang fotografi. Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan fotografi sering diadakan di Kota Kendari, seperti lomba foto dan pameran serta diisi dengan kegiatan lainnya seperti diskusi, sharing fotografi, dan bazar karya fotografi. Bahkan pada tahun 2011 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ribuan fotografer berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada kategori ‘hunting’ dan lomba foto dengan peserta terbanyak. Namun, sarana fotografi masih sedikit untuk menampung seluruh kebutuhan dalam bidang fotografi. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan pameran biasanya diadakan di hotel, coffe shop, dan di ruang terbuka (outdoor) yang ada di Kota Kendari. Fenomena tersebut menjadikan dasar untuk merencanakan bangunan Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari yang dapat menghadirkan dan mempertunjukkan karya fotografi dan informasi mengenai fotografi. Pendekatan Arsitektur Kontemporer yang selalu memiliki gaya baru dan akan terus berkembang sesuai keadaan dunia dan tidak terpaku pada aturan-aturan klasik akan sesuai dengan perancangan galeri foto yang diharapkan tidak terikat dengan ketentuan khusus dalam kategori foto lama atau baru, sehingga akan menampung berbagai macam karya fotografi tanpa batasan apapun. Kata Kunci: Arsitektur Kontemporer, Fotografi, Galeri

Collaboration network of the authors

37 authors · 67 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Syiah Kuala
  • Sultan Agung Islamic University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Arief Saleh SjamsuAffiliation unknown2
SITTI ROSYIDAHAffiliation unknown2
Hapsa RiantyAffiliation unknown2
La Ode Abdul SyukurAffiliation unknown1
IMade Krisna Adhi DahrmaAffiliation unknown1
I Made Krisna Adhi DharmaAffiliation unknown1
Imade Krishna Adhi DharmaAffiliation unknown1
I Made Krisna Adhi DahrmaAffiliation unknown1
Dwi Rinnasuri NuroduolaAffiliation unknown1
Harubali HarubaliAffiliation unknown1
Damhuri DamhuriAffiliation unknown1
Safilu SafiluAffiliation unknown1
Alim BahriAffiliation unknown1
Muhammad HasbiUniversitas Syiah Kuala1
Abd KadirUniversitas Halu Oleo1
Sudarsono SudarsonoAffiliation unknown1
Luther PagilingAffiliation unknown1
Ld.M.Golok JayaAffiliation unknown1
Muhammad AfandiSultan Agung Islamic University1
Muhammad Arzal TahirAffiliation unknown1
Dwi Rinnarsuri NoraduolaAffiliation unknown1
Syamsinar Miftahul JannahAffiliation unknown1
Putri Meity LambauAffiliation unknown1
La Ode ArliantoAffiliation unknown1
Wa Ode DarinaAffiliation unknown1
Aspin AspinAffiliation unknown1
Iza Azbar HariddinAffiliation unknown1
Auliya Dwi QadryaniAffiliation unknown1
Galih Teja PermanaAffiliation unknown1
Ishak KadirUniversitas Halu Oleo1
Ashrar La ZihaAffiliation unknown1
Dian Irma PratiwiAffiliation unknown1
Ahong SaputraAffiliation unknown1
Nur Badiyati LasmiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer</dc:title>
	<dc:creator>Amaluddin, Amaluddin</dc:creator>
	<dc:creator>Nurjannah, Irma</dc:creator>
	<dc:creator>Santi, Santi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fotografi di Indonesia saat ini berkembang pesat, ada masyarakat yang memanfaatkannya sebagai pekerjaan utama, ada juga yang menjadikan fotografi sebagai hobi. Kota Kendari menjadi salah satu kota yang masyarakatnya mulai menaruh minat dalam bidang fotografi. Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan fotografi sering diadakan di Kota Kendari, seperti lomba foto dan pameran serta diisi dengan kegiatan lainnya seperti diskusi, sharing fotografi, dan bazar karya fotografi. Bahkan pada tahun 2011 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ribuan fotografer berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada kategori ‘hunting’ dan lomba foto dengan peserta terbanyak. Namun, sarana fotografi masih sedikit untuk menampung seluruh kebutuhan dalam bidang fotografi. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan pameran biasanya diadakan di hotel, coffe shop, dan di ruang terbuka (outdoor) yang ada di Kota Kendari. Fenomena tersebut menjadikan dasar untuk merencanakan bangunan Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari yang dapat menghadirkan dan mempertunjukkan karya fotografi dan informasi mengenai fotografi. Pendekatan Arsitektur Kontemporer yang selalu memiliki gaya baru dan akan terus berkembang sesuai keadaan dunia dan tidak terpaku pada aturan-aturan klasik akan sesuai dengan perancangan galeri foto yang diharapkan tidak terikat dengan ketentuan khusus dalam kategori foto lama atau baru, sehingga akan menampung berbagai macam karya fotografi tanpa batasan apapun. Kata Kunci : Arsitektur Kontemporer, Fotografi, Galeri</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Arsitektur</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-02-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/25872</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/garis.v7i2.25872</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur; Vol 7, No 2 (2022); 282 - 291</dc:source>
	<dc:source>2503-3344</dc:source>
	<dc:source>10.55679/garis.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/25872/17569</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur</dc:rights>
</oai_dc:dc>