Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PERENCANAAN KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA DENGAN PEDEKATAN PENCAHAYAAN ALAMI

GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur · Vol. 1 No. 3 (2016)

DOI
10.55679/garis.v1i3.5890
ISSN
2503-3344
Published
2016-12-01
Publisher
Jurusan Arsitektur
Language
eng

Abstract

Pada awalnya Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara bernama Perpustakaan Wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan berbagai regulasi pemerintah, sehingga pada akhirnya Perpustakaan Provinsi Sulawesi tenggara disatukan dengan lembaga kearsipan menjadi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomer 2 Tahun 2008.Tujuan Perencanaan kantor perpustakan dan arsip adalah untuk menyatukan kantor yang terpisah menjadi satu bangunan gedung. Selain itu menciptakan suasana kantor yang nyaman dan aman bagi pegawai, koleksi perpustakaan dan arsip dengan mengoptimalkan pencahayaan alami didalam banguan. Cahaya matahari merupakan salah satu sumber cahaya yang sangat bermanfaat bagi manusia. Sebagai Negara yang dilalui garis katulistiwa, Indonesia stabil menerima cahaya matahari diseluruh wilayah sepanjang tahun, Namun patut disayangkan bahwa energi matahari yang tersedia kurang dimanfaatkan. Cahaya matahari yang begitu melimpah sering kali “ditolak” untuk masuk kedalam bangunan. Konsekwensinya, cahaya buatan yang boros energi lebih banyak digunakan. Dengan menggunakan standar pencahayaan dalam bangunan, metode memasukkan cahaya didalam bangunan dan material yang mendukung pencahaayan alami pada bangunan. Diharapkan dengan perencanaan kantor perpustakaan dan arsip dapat mengoptimalkan kegiatan didalam bangunan serta memaksimalkan pencahayaan alami didalam bangunan sehingga dapat meminimalisir penggunaan pencahayaan buatan pada siang hari dan meningkatkan aktifitas didalam bangunan baik pengguna maupun koleksi.Kata kunci: perpustakaan, kantor, cahaya.

Collaboration network of the authors

40 authors · 72 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dodi Priyatmo SilondaeAffiliation unknown8
Alber Tigor ArifyantoAffiliation unknown6
Sitti Mikarna KaimuddinAffiliation unknown6
Abas RudinAffiliation unknown5
Citra MarhanUniversitas Halu Oleo5
Sudarmi Suud BinasarAffiliation unknown4
Yuliastri Ambar PambudhiUniversitas Halu Oleo4
Ida Sriwaty SunarjoAffiliation unknown3
Eva HerikUniversitas Halu Oleo3
Nur NafsiAffiliation unknown2
Siti BelindaAffiliation unknown2
Wa Ode SuarniAffiliation unknown2
Annas Ma’rufAffiliation unknown2
ASRI ANDRIASAffiliation unknown1
Arief Saleh SjamsuAffiliation unknown1
Apuddin Daeng AmirAffiliation unknown1
Siti Belinda AmriAffiliation unknown1
santi santiAffiliation unknown1
Syafrianto AmsyarAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Siti Bellinda AmriAffiliation unknown1
Bambang PramonoUniversitas Halu Oleo1
Isnawaty IsnawatyAffiliation unknown1
Muh YaminUniversitas Halu Oleo1
ARMAN FASLIHAffiliation unknown1
Jurais JuraisAffiliation unknown1
Maco MacoAffiliation unknown1
Ryan Adi PutraAffiliation unknown1
Asmin AsminAffiliation unknown1
Agus Sang FatrioAffiliation unknown1
Wa Ode SumsahidanAffiliation unknown1
Dani DaniAffiliation unknown1
Juita JuitaAffiliation unknown1
La Ode Alibin Rilangit SaputraAffiliation unknown1
Devianasari DevianasariAffiliation unknown1
Syafira Wahdania GaffarAffiliation unknown1
Nur AnizanAffiliation unknown1
Ni Kadek Puspita DewiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERENCANAAN KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA DENGAN PEDEKATAN PENCAHAYAAN ALAMI</dc:title>
	<dc:creator>Adriansyah, Ikrar</dc:creator>
	<dc:creator>Aspin, Aspin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada awalnya Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara bernama Perpustakaan Wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan berbagai regulasi pemerintah, sehingga pada akhirnya Perpustakaan Provinsi Sulawesi tenggara disatukan dengan lembaga kearsipan menjadi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomer 2 Tahun 2008.Tujuan Perencanaan kantor perpustakan dan arsip adalah untuk menyatukan kantor yang terpisah menjadi satu bangunan gedung. Selain itu menciptakan suasana kantor yang nyaman dan aman bagi pegawai, koleksi perpustakaan dan arsip dengan mengoptimalkan pencahayaan alami didalam banguan. Cahaya matahari merupakan salah satu sumber cahaya yang sangat bermanfaat bagi manusia. Sebagai Negara yang dilalui garis katulistiwa, Indonesia stabil menerima cahaya matahari diseluruh wilayah sepanjang tahun, Namun patut disayangkan bahwa energi matahari yang tersedia kurang dimanfaatkan. Cahaya matahari yang begitu melimpah sering kali “ditolak” untuk masuk kedalam bangunan. Konsekwensinya, cahaya buatan yang boros energi lebih banyak digunakan. Dengan menggunakan standar pencahayaan dalam bangunan, metode memasukkan cahaya didalam bangunan dan material yang mendukung pencahaayan alami pada bangunan. Diharapkan dengan perencanaan kantor perpustakaan dan arsip dapat mengoptimalkan kegiatan didalam bangunan serta memaksimalkan pencahayaan alami didalam bangunan sehingga dapat meminimalisir penggunaan pencahayaan buatan pada siang hari dan meningkatkan aktifitas didalam bangunan baik pengguna maupun koleksi.Kata kunci : perpustakaan, kantor, cahaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Arsitektur</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-12-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/5890</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/garis.v1i3.5890</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur; Vol 1, No 3 (2016)</dc:source>
	<dc:source>2503-3344</dc:source>
	<dc:source>10.55679/garis.v1i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/GARIS/article/view/5890/4324</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur</dc:rights>
</oai_dc:dc>