Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENGARUH PENAMBAHAN PASAK TERHADAP SIFAT MEKANIK BALOK BAMBU LAMINASI DENGAN PEREKAT PATI

STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil · Vol. 8 No. 3 (2020)

DOI
10.55679/jts.v8i3.14799
ISSN
2657-2273, 2338-2899
Published
2020-11-30
Publisher
Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, perkembangan industri perumahan pun meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sangat mempengaruhi penggunaan bahan bangunan di masyarakat luas, terutama penggunaan kayu. Dengan maraknya penggunaan kayu mengakibatkan semakin menipisnya persediaan kayu legal di pasaran. Oleh karena itu, perlu dicari bahan bangunan lain pengganti kayu yang juga memiliki sifat-sifat dasar yang mirip kayu, seperti bambu.Kini pola pemanfaatan bambu yang mulai dikembangkan adalah pengolahan bambu secara laminasi, dalam pembuatan bambu laminasi, dibutuhkan bahan perekat untuk merekatkan bilah-bilah bambu sehingga menjadi balok bambu. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pati sagu. Dengan pertimbangan beberapa negara maju sudah menolak penggunaan formaldehyde sebagai perekat pada bambu laminasi. Karena dikhawatirkan zat kimia ini dapat beraksi dengan udara luar maupun panas, sehingga dapat menjadi racun.Adapun hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain: Pertama, hasil pengujian lentur balok laminasi perekat sagu antara lain: a. Hasil uji kuat lentur rata-rata balok laminasi dengan perekat sagu tanpa pasak adalah: 1) Modulus of Rupture (MOR) 109,04MPa. 2) Modulus of Elasticity (MOE) 25927,54 MPa. b. Hasil uji kuat lentur rata-rata balok laminasi perekat sagu dengan kemiringan pasak 450 adalah: 1) Modulus of Rupture (MOR) 132,94 MPa. 2) Modulus of Elasticity (MOE) 31276,95 MPa. c. Hasil uji kuat lentur rata-rata balok laminasi perekat sagu dengan kemiringan pasak 900 adalah: 1) Modulus of Rupture (MOR) 126,71 MPa. 2) Modulus of Elasticity (MOE) 29906,29 MPa. Kedua, dari hasil pengujian kuat lentur, diketahui bahwa pada pengujian balok laminasi semuanya mengalami gagal delaminasi. Gagal delaminasi pada pengujian balok laminasi ini terjadi karena nilai kuat geser balok laminasi (perekat) masih lebih kecil daripada nilai kuat geser lamina bambu.

Keywords

Collaboration network of the authors

5 authors · 6 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muh. NurdinAffiliation unknown1
La Ode Ahmad Nur RamadhanAffiliation unknown1
Ilma Sarimustaqiyma RianseAffiliation unknown1
Fahria Nadiryati SadimantaraUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENAMBAHAN PASAK TERHADAP SIFAT MEKANIK BALOK BAMBU LAMINASI DENGAN PEREKAT PATI</dc:title>
	<dc:creator>Syahrir, Syahrir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, perkembangan industri perumahan pun meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sangat mempengaruhi penggunaan bahan bangunan di masyarakat luas, terutama penggunaan kayu. Dengan maraknya penggunaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, perkembangan industri perumahan pun meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sangat mempengaruhi penggunaan bahan bangunan di masyarakat luas, terutama penggunaan kayu. Dengan maraknya penggunaan kayu mengakibatkan semakin menipisnya persediaan kayu legal di pasaran. Oleh karena itu, perlu dicari bahan bangunan lain pengganti kayu yang juga memiliki sifat-sifat dasar yang mirip kayu, seperti bambu.Kini pola pemanfaatan bambu yang mulai dikembangkan adalah pengolahan bambu secara laminasi, dalam pembuatan bambu laminasi, dibutuhkan bahan perekat untuk merekatkan bilah-bilah bambu sehingga menjadi balok bambu. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pati sagu. Dengan pertimbangan beberapa negara maju sudah menolak penggunaan formaldehyde sebagai perekat pada bambu laminasi. Karena dikhawatirkan zat kimia ini dapat beraksi dengan udara luar maupun panas, sehingga dapat menjadi racun.Adapun hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain : Pertama, hasil pengujian lentur balok laminasi perekat sagu antara lain: a. Hasil uji kuat lentur rata-rata balok laminasi dengan perekat sagu tanpa pasak adalah: 1) Modulus of Rupture (MOR) 109,04MPa. 2) Modulus of Elasticity (MOE) 25927,54 MPa. b. Hasil uji kuat lentur rata-rata balok laminasi perekat sagu dengan kemiringan pasak 450 adalah: 1) Modulus of Rupture (MOR) 132,94 MPa. 2) Modulus of Elasticity (MOE) 31276,95 MPa. c. Hasil uji kuat lentur rata-rata balok laminasi perekat sagu dengan kemiringan pasak 900 adalah: 1) Modulus of Rupture (MOR) 126,71 MPa. 2) Modulus of Elasticity (MOE) 29906,29 MPa. Kedua, dari hasil pengujian kuat lentur, diketahui bahwa pada pengujian balok laminasi semuanya mengalami gagal delaminasi. Gagal delaminasi pada pengujian balok laminasi ini terjadi karena nilai kuat geser balok laminasi (perekat) masih lebih kecil daripada nilai kuat geser lamina bambu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Syahrir</dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Sekolah Tinggi Teknik Bima</dc:contributor>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/article/view/14799</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/jts.v8i3.14799</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil; Vol 8, No 3 (2020): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil; Hal. 107 – 114</dc:source>
	<dc:source>2657-2273</dc:source>
	<dc:source>2338-2899</dc:source>
	<dc:source>10.55679/jts.v8i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/article/view/14799/10851</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/article/downloadSuppFile/14799/2038</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Syahrir STT BIMA</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>