Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISA KESTABILAN DASAR SUNGAI WANGGU BERDASARKAN NILAI PARAMETER SHIELD

STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Β· Vol. 5 No. 3 (2017)

DOI
10.55679/jts.v5i3.6431
ISSN
2657-2273, 2338-2899
Published
2017-12-04
Publisher
Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Sungai Wanggu merupakan salah satu sungai terpanjang di kota Kendari. Karena adanya aliranair yang mengalir terus menerus maka timbullah gerusan-gerusan yang terjadi disepanjang sungaitersebut. Sedimen hasil dari gerusan tersebut nantinya akan terangkut oleh arus air dan mengendapdibagian hilir sungai. Pembangunan konstruksi jembatan Wanggu VII dapat menimbulkan terjadinyagerusan lokal disekitar bangunan sehingga mengakibatkan penurunan dasar sungai ataupunsedimentasi. Dengan melakukan analisis pengaruh tegangan geser terhadap sedimen maka dapatdiketahui kondisi dasar sungai pada penampang melintang sungai Wanggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara debit aliran sungai dengan debitsedimen, dan mengetahui kondisi dasar sungai akibat dari adanya bangunan yang melintang alur sungaisehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut untuk menghindari kegagalan pada strukturbangunan tersebut. Untuk mendapatkan dan menghitung tegangan geser dilakukan pengukuranlangsung di lapangan sehingga diperoleh data morfologi sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai.Sampel sedimen tersebut diperiksa di Laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran danberat jenis sedimen. Untuk memperoleh nilai tegangan geser digunakan parameter Shield. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar debit aliran sungai (Q) maka debit sedimen(𝑄𝑏) juga akan semakin besar. Pada seluruh segmen diperoleh nilai 𝑄1 = 35,95 mΒ³/s, 𝑄 = 16,19 mΒ³/sdan 𝑄3 = 20,94 mΒ³/s, dengan nilai 𝑄𝑏1 = 603,522 kg/s/m, 𝑄𝑏2 = 114,932 kg/s/m, dan 𝑄 = 353,260kg/s/m. Berdasarkan parameter Shield maka diperoleh nilai tegangan geser dasar (𝜏) tegangan geserkritis (πœπ‘) pada seluruh titik segmen tinjauan. Pada setiap segmen dengan kedalaman rata-rata 𝑑= 2,38m, 𝑑2= 1,12 m, 𝑑3= 1,94 m, diperoleh nilai 𝜏01 = 9,803 kg/mΒ², 𝜏02 = 4,631 kg/mΒ², 𝜏 = 8,013 kg/mΒ²sedangkan nilai πœπ‘1 = 0,00789 kg/mΒ², πœπ‘2 = 0,00839 kg/mΒ², 𝜏 = 0,00627 kg/mΒ². Dari nilai tersebutdapat dilihat bahwa semakin dalam kedalaman suatu titik pada suatu segmen maka tegangan gesernya 𝑐3akan semakin tinggi dan menimbulkan angkutan sedimen dasar paling besar. Keadaan sedimen tersebutmengalami pergerakan sehingga kondisi dasar sungai pada seluruh segmen tinjauan menjadi tidakstabil. Kondisi dasar sungai akan stabil jika tidak terjadi lagi proses angkutan sedimen dasar akibataliran yang ada. Kata Kunci: bed load, tegangan geser, transpor sedimen

Collaboration network of the authors

40 authors Β· 153 co-authorship links Β· 7 across different organisations Β· showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles Β· bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
sulha sulhaAffiliation unknown17
Anafi MinmahddunUniversitas Halu Oleo9
Fitriah FitriahUniversitas Islam Negeri Ar-Raniry6
Nasrul NasrulUniversitas Halu Oleo4
Fitriah Mas'udAffiliation unknown4
La Ode Muhammad Al MurshalatAffiliation unknown4
Rini SriyaniAffiliation unknown3
Baso MursidiAffiliation unknown3
Romy S. E. TamburakaAffiliation unknown3
Fathur Rahman RustanUniversitas Sembilanbelas November Kolaka3
RIdwansyah NuhunAffiliation unknown3
Mappa NashrunAffiliation unknown2
Sultan Machmud Hasan MasikkiAffiliation unknown2
La Ode Muhamad Nurrakhmad ArsyadUniversitas Halu Oleo2
Romy TalanipaUniversitas Halu Oleo2
Try Sugiyarto SoeparyantoUniversitas Halu Oleo2
Try SugiyartoAffiliation unknown1
Adrianto YusufAffiliation unknown1
Muhammad Handy Dwi AdityawanAffiliation unknown1
Tuti AlawiaAffiliation unknown1
Hadafia’dy Hadafia’dyAffiliation unknown1
Ainussalbi Al IkhsanAffiliation unknown1
La Ode HajiAffiliation unknown1
Sabil SabilAffiliation unknown1
Rismon RismonAffiliation unknown1
Evy YusufAffiliation unknown1
Veny AnjarwatiAffiliation unknown1
Randa PratamaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Muhammad SidiqAffiliation unknown1
Agustan AgustanUniversitas Halu Oleo1
Anggun Vivi AlvionitaAffiliation unknown1
Rika Fitriani MallaAffiliation unknown1
Muhammad Syarif PrasetiaAffiliation unknown1
Dedi Indra PurnomoAffiliation unknown1
Jery ShandiAffiliation unknown1
Minsin SimatupangAffiliation unknown1
Ranno Marlany RachmanAffiliation unknown1
Ikra RahmawatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISA KESTABILAN DASAR SUNGAI WANGGU BERDASARKAN NILAI PARAMETER SHIELD</dc:title>
	<dc:creator>Mustika, Wayan</dc:creator>
	<dc:creator>Sarita, Umran</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungai Wanggu merupakan salah satu sungai terpanjang di kota Kendari. Karena adanya aliranair yang mengalir terus menerus maka timbullah gerusan-gerusan yang terjadi disepanjang sungaitersebut. Sedimen hasil dari gerusan tersebut nantinya akan terangkut oleh arus air dan mengendapdibagian hilir sungai. Pembangunan konstruksi jembatan Wanggu VII dapat menimbulkan terjadinyagerusan lokal disekitar bangunan sehingga mengakibatkan penurunan dasar sungai ataupunsedimentasi. Dengan melakukan analisis pengaruh tegangan geser terhadap sedimen maka dapatdiketahui kondisi dasar sungai pada penampang melintang sungai Wanggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara debit aliran sungai dengan debitsedimen, dan mengetahui kondisi dasar sungai akibat dari adanya bangunan yang melintang alur sungaisehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut untuk menghindari kegagalan pada strukturbangunan tersebut. Untuk mendapatkan dan menghitung tegangan geser dilakukan pengukuranlangsung di lapangan sehingga diperoleh data morfologi sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai.Sampel sedimen tersebut diperiksa di Laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran danberat jenis sedimen. Untuk memperoleh nilai tegangan geser digunakan parameter Shield. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar debit aliran sungai (Q) maka debit sedimen(𝑄𝑏) juga akan semakin besar. Pada seluruh segmen diperoleh nilai 𝑄1 = 35,95 mΒ³/s, 𝑄 = 16,19 mΒ³/sdan 𝑄3 = 20,94 mΒ³/s, dengan nilai 𝑄𝑏1 = 603,522 kg/s/m, 𝑄𝑏2 = 114,932 kg/s/m, dan 𝑄 = 353,260kg/s/m. Berdasarkan parameter Shield maka diperoleh nilai tegangan geser dasar (𝜏)  tegangan geserkritis (πœπ‘) pada seluruh titik segmen tinjauan. Pada setiap segmen dengan kedalaman rata-rata 𝑑= 2,38m, 𝑑2= 1,12 m, 𝑑3= 1,94 m, diperoleh nilai 𝜏01 = 9,803 kg/mΒ², 𝜏02 = 4,631 kg/mΒ², 𝜏 = 8,013 kg/mΒ²sedangkan nilai πœπ‘1 = 0,00789 kg/mΒ², πœπ‘2 = 0,00839 kg/mΒ², 𝜏 = 0,00627 kg/mΒ². Dari nilai tersebutdapat dilihat bahwa semakin dalam kedalaman suatu titik pada suatu segmen maka tegangan gesernya 𝑐3akan semakin tinggi dan menimbulkan angkutan sedimen dasar paling besar. Keadaan sedimen tersebutmengalami pergerakan sehingga kondisi dasar sungai pada seluruh segmen tinjauan menjadi tidakstabil. Kondisi dasar sungai akan stabil jika tidak terjadi lagi proses angkutan sedimen dasar akibataliran yang ada.  Kata Kunci : bed load, tegangan geser, transpor sedimen</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-12-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/article/view/6431</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/jts.v5i3.6431</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil; Vol 5, No 3 (2017): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil; Hal. 53 - 61</dc:source>
	<dc:source>2657-2273</dc:source>
	<dc:source>2338-2899</dc:source>
	<dc:source>10.55679/jts.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/article/view/6431/4724</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil</dc:rights>
</oai_dc:dc>