Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

UJI DAN ANALISA KADAR MODIFIER OPTIMUM PADA CAMPURAN LASBUTAG

STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil · Vol. 7 No. 1 (2019)

DOI
10.55679/jts.v7i1.6291
ISSN
2657-2273, 2338-2899
Published
2019-05-13
Publisher
Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Lasbutag merupakan salah satu lapisan permukaan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran asbuton, agregat kasar, agregat halus serta bahan peremaja, yang diaduk, dihampar dan dipadatkan secara dingin. Asbuton merupakan aspal batu Buton yang diperoleh dari pulau Buton yang berupa aspal alam. Asbuton yang ditemukan berupa kapur yang mengandung bitumen antara 10 – 30 % yang berasal dari minyak bumi melalui periode waktu yang cukup lama dan berlangsung secara alamiah. Bahan peremaja (modifier) adalah bahan yang harus di ikut sertakan dalam proses pencampuran Lasbutag, mengingat modifier adalah bahan yang digunakan untuk meremajakan dan melunakkan bitumen dalam Asbuton. Selama ini penggunaan Asbuton untuk konstruksi pekerjaan jalan, mengalami beberapa kendala di lapangan, baik dari segi mutu Asbuton yang diproduksi, penggunaan jenis modifier yang tidak tepat, maupun dari teknik yang digunakan dalam pembuatan campuran beraspal dengan Asbuton. Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang uji laboratorium terhadap kadar bahan peremaja (modifier) yang optimum pada perencanaan campuran lasbutag.Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap penentuan kadar modifier optimum dengan menggunakan bahan batu pecah Pudonggala dan pasir Konawe untuk campuran lasbutag, dapat disimpulkan sebagai berikut: kadar modifier optimum yang diperoleh dari uji laboratorium pada percobaan Marshall test adalah sebesar 3,25%, nilai stabilitas akan semakin meningkat seiiring dengan meningkatnya kadar modifier hingga mencapai titik optimum, selanjutnya kenaikan kadar modifier yang melewati batas optimum akan menyebabkan penurunan nilai stabilitas, pada umumnya campuran aspal dengan kadar modifier yang tidak mencukupi akan sangat sulit untuk dipadatkan karena campuran pada umumnya akan terlihat kering dan antara butir agregat akan sulit untuk saling mengikat satu dengan lainnya, sebaliknya kadar modifier yang tinggi akan mengakibatkan ikatan antara butir agregat cepat terpisah antara satu dengan lainnya jika dilakukan pembebanan sehingga akan menghasilkan nilai stabilitas yang kecil dan angka kelelehan (flow) yang semakin besar. Kata Kunci: Lasbutag, Modifier, Kadar Modifier Optimum, Stabilitas, Flow

Collaboration network of the authors

40 authors · 152 co-authorship links · 10 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
sulha sulhaAffiliation unknown9
Fitriah FitriahUniversitas Islam Negeri Ar-Raniry6
Umran SaritaAffiliation unknown5
Nasrul NasrulUniversitas Halu Oleo5
Baso MursidiAffiliation unknown5
Anafi MinmahddunUniversitas Halu Oleo4
Siti Nurjanah AhmadUniversitas Halu Oleo3
Rini SriyaniAffiliation unknown3
Romy S. E. TamburakaAffiliation unknown3
Fathur Rahman RustanUniversitas Sembilanbelas November Kolaka2
La Ode Muhammad Al MurshalatAffiliation unknown2
RIdwansyah NuhunAffiliation unknown2
Try Sugiyarto SoeparyantoUniversitas Halu Oleo2
Romy TalanipaUniversitas Halu Oleo2
Edward NgiiUniversitas Halu Oleo1
Abdul KadirUniversitas Halu Oleo1
Minson SimatupangUniversitas Halu Oleo1
Sri Asnita NurdinUniversitas Halu Oleo1
jhosirdan jhosiardanAffiliation unknown1
awill balthasarAffiliation unknown1
Septi Marlina Putri SariAffiliation unknown1
Fitriah Mas'udAffiliation unknown1
Sabil SabilAffiliation unknown1
La Ode Muhamad Nurrakhmad ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Rismon RismonAffiliation unknown1
Randa PratamaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Muhammad SidiqAffiliation unknown1
Alfi SyahriAffiliation unknown1
Jery ShandiAffiliation unknown1
Minsin SimatupangAffiliation unknown1
Sitti Kosma AsmatunAffiliation unknown1
I Ketut Putra AdnyanaAffiliation unknown1
Sepri KoloAffiliation unknown1
Mursalim Ninoy La OlaAffiliation unknown1
Ibnu RamadhanAffiliation unknown1
Tryagum TryagumAffiliation unknown1
Susi KarmilaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI DAN ANALISA KADAR MODIFIER OPTIMUM  PADA CAMPURAN LASBUTAG</dc:title>
	<dc:creator>Mustika, Wayan</dc:creator>
	<dc:creator>Aswad, Nini Hasriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Masdiana, Masdiana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lasbutag merupakan salah satu lapisan permukaan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran asbuton, agregat kasar, agregat halus serta bahan peremaja, yang diaduk, dihampar dan dipadatkan secara dingin. Asbuton merupakan aspal batu Buton yang diperoleh dari pulau Buton yang berupa aspal alam. Asbuton yang ditemukan berupa kapur yang mengandung bitumen antara 10 – 30 % yang berasal dari minyak bumi melalui periode waktu yang cukup lama dan berlangsung secara alamiah. Bahan peremaja (modifier) adalah bahan yang harus di ikut sertakan dalam proses pencampuran Lasbutag, mengingat modifier adalah bahan yang digunakan untuk meremajakan dan melunakkan bitumen dalam Asbuton. Selama ini penggunaan Asbuton untuk konstruksi pekerjaan jalan, mengalami beberapa kendala di lapangan, baik dari segi mutu Asbuton yang diproduksi, penggunaan jenis modifier yang tidak tepat, maupun dari teknik yang digunakan dalam pembuatan campuran beraspal dengan Asbuton. Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang uji laboratorium terhadap kadar bahan peremaja (modifier) yang optimum pada perencanaan campuran lasbutag.Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap penentuan kadar modifier optimum dengan menggunakan bahan batu pecah Pudonggala dan pasir Konawe untuk campuran lasbutag, dapat disimpulkan sebagai berikut : kadar modifier optimum yang diperoleh dari uji laboratorium pada percobaan Marshall test adalah sebesar 3,25%, nilai stabilitas akan semakin meningkat seiiring dengan meningkatnya kadar modifier hingga mencapai titik optimum, selanjutnya kenaikan kadar modifier yang melewati batas optimum akan menyebabkan penurunan nilai stabilitas, pada umumnya campuran aspal dengan kadar modifier yang tidak mencukupi akan sangat sulit untuk dipadatkan karena campuran pada umumnya akan terlihat kering dan antara butir agregat akan sulit untuk saling mengikat satu dengan lainnya, sebaliknya kadar modifier yang tinggi akan mengakibatkan ikatan antara butir agregat cepat terpisah antara satu dengan lainnya jika dilakukan pembebanan sehingga akan menghasilkan nilai stabilitas yang kecil dan angka kelelehan (flow) yang semakin besar. Kata Kunci : Lasbutag, Modifier, Kadar Modifier Optimum, Stabilitas, Flow</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/article/view/6291</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.55679/jts.v7i1.6291</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil; Vol 7, No 1 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil; Hal. 57 - 62</dc:source>
	<dc:source>2657-2273</dc:source>
	<dc:source>2338-2899</dc:source>
	<dc:source>10.55679/jts.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/stabilita_jtsuho/article/view/6291/4613</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Stabilita || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil</dc:rights>
</oai_dc:dc>