Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

HUMANISME DALAM ANTROLOGI PUISI “BUTON, IBU DAN SEKANTONG LUKA” KARYA IRIANTO IBRAHIM

Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) · Vol. 4 No. 1 (2019) · pp. 33–55

DOI
10.36709/jb.v4i1.10719
ISSN
2503-3875
Published
2019-01-28
Publisher
UNIVERSITAS HALU OLEO
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep humanisme yang tertuang dalam makna puisi-puisi Irianto Ibrahim dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif mengandung pengertian bahwa penelitian ini menguraikan data secara objektif sesuai dengan data yang ditemukan dalam puisi. Sementara itu, kualitatif mengandung pengertian bahwa dalam menjelaskan konsep-konsep yang berkaitan satu sama lain digunakan kata-kata atau kalimat, bukan mengandung angka-angka statistik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan keenam puisi Irianto Ibrahim menuju pada eksistensi manusia dalam kehidupan yang biasa dipahamai sebagai konsep manusia (humanisme) universal dan mengandung tiga pokok penting yakni: (1) eksistensi manusia sebagai makhluk spiritual (puisi Buton 1969, Bunda, Kirimkan Nanda Doa-Doa, dan Alamat Maut), (2) eksistensi manusia dalam sikap toleransi antar manusia sebagai aktifitas dan interaksi sosial (puisi Buton 1969, Sekantong Luka dari Seorang Ibu, Ibuku Tak Pernah Menangis dan Jalan Pulang), (3) manusia yang berhubungan dengan sikap keindividualannya (puisi Bunda, Kirimkan Nanda Doa-Doa).Jika diamati secara saksama melalui contoh-contoh puisi yang telah dikemukakan di bagian sebelumnya, terdapat tiga wilayah penting kehidupan manusia yang selalu ditimba oleh para penyair sebagai sumber penciptaan puisi-puisinya, yakni wilayah kehidupan individual, kehidupan sosial, dan kehidupan agama. Dengan kata lain, puisi akan selalu berkenaan dengan masalah manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri, dalam hubungannya dengan manusia lain atau alam, dan dalam hubungannya dengan Tuhan. Kata Kunci: humanisme, antrologi, puisi

Collaboration network of the authors

40 authors · 99 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Telkom University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Aris BadaraUniversitas Halu Oleo4
La NiampeAffiliation unknown3
Irianto IbrahimAffiliation unknown3
Mursalim MursalimAffiliation unknown2
Ibnul SaudAffiliation unknown2
La Ode BalawaAffiliation unknown2
La Ode SyukurUniversitas Halu Oleo1
Amirudin AmirudinUniversitas Halu Oleo1
La Ode AdiliUniversitas Halu Oleo1
Erny HarijatyUniversitas Halu Oleo1
Zulfiah LarisuUniversitas Halu Oleo1
La AsoUniversitas Halu Oleo1
Maulid TaemboUniversitas Halu Oleo1
Zahrani ZahraniUniversitas Halu Oleo1
Ansor PutraUniversitas Halu Oleo1
Wa Kuasa BakaAffiliation unknown1
Bayana BayanaAffiliation unknown1
Hasdairta LaniampeAffiliation unknown1
Jofi IrfanAffiliation unknown1
Dita Dhyah AnandaAffiliation unknown1
Sumiman UduUniversitas Halu Oleo1
Sunaryo SunaryoAffiliation unknown1
Amri TanduklangiUniversitas Halu Oleo1
Asma Wati NditaAffiliation unknown1
Onji MarnaziraAffiliation unknown1
La Muhammad RahmatAffiliation unknown1
Baso SulhamAffiliation unknown1
Taslim DalmaAffiliation unknown1
La Yani KonisiAffiliation unknown1
Wahyu AmalAffiliation unknown1
Zalili SailanAffiliation unknown1
Jumail JumailAffiliation unknown1
La Niampe La NiampeAffiliation unknown1
Mardiman MardimanAffiliation unknown1
Khairul AmryAffiliation unknown1
Rusnayanti RusnayantiAffiliation unknown1
Hasmawati HasmawatiTelkom University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUMANISME DALAM ANTROLOGI PUISI “BUTON, IBU DAN SEKANTONG LUKA” KARYA IRIANTO IBRAHIM</dc:title>
	<dc:creator>Mubarak, Muhammad Syamsul</dc:creator>
	<dc:creator>Rahim, Amirudin</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidin, La Ode</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep humanisme yang tertuang dalam makna puisi-puisi Irianto Ibrahim dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif mengandung pengertian bahwa penelitian ini menguraikan data secara objektif sesuai dengan data yang ditemukan dalam puisi. Sementara itu, kualitatif mengandung pengertian bahwa dalam menjelaskan konsep-konsep yang berkaitan satu sama lain digunakan kata-kata atau kalimat, bukan mengandung angka-angka statistik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan keenam puisi Irianto Ibrahim menuju pada eksistensi manusia dalam kehidupan yang biasa dipahamai sebagai konsep manusia (humanisme) universal dan mengandung tiga pokok penting yakni: (1) eksistensi manusia sebagai makhluk spiritual (puisi Buton 1969, Bunda, Kirimkan Nanda Doa-Doa, dan Alamat Maut), (2) eksistensi manusia dalam sikap toleransi antar manusia sebagai aktifitas dan interaksi sosial (puisi Buton 1969, Sekantong Luka dari Seorang Ibu, Ibuku Tak Pernah Menangis dan Jalan Pulang), (3) manusia yang berhubungan dengan sikap keindividualannya (puisi Bunda, Kirimkan Nanda Doa-Doa).Jika diamati secara saksama melalui contoh-contoh puisi yang telah dikemukakan di bagian sebelumnya, terdapat tiga wilayah penting kehidupan manusia yang selalu ditimba oleh para penyair sebagai sumber penciptaan puisi-puisinya, yakni wilayah kehidupan individual, kehidupan sosial, dan kehidupan agama. Dengan kata lain, puisi akan selalu berkenaan dengan masalah manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri, dalam hubungannya dengan manusia lain atau alam, dan dalam hubungannya dengan Tuhan.  Kata Kunci: humanisme, antrologi, puisi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UNIVERSITAS HALU OLEO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/view/10719</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jb.v4i1.10719</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra); Vol 4, No 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019; 33-55</dc:source>
	<dc:source>2503-3875</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/view/10719/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL BASTRA</dc:rights>
</oai_dc:dc>