Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS NARASI (CERITA FANTASI) SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 WAWOTOBI

Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) · Vol. 4 No. 2 (2019) · pp. 268–283

DOI
10.36709/jb.v4i2.10739
ISSN
2503-3875
Published
2019-04-01
Publisher
UNIVERSITAS HALU OLEO
Language
eng

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah 149 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dari 60 siswa yang menjadi responden penelitian, terdapat 43 orang siswa (71,66%) yang memperoleh kategori mampu secara individual dalam menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi). Sedangkan 17 orang siswa (28,33%) memperoleh kategori belum mampu secara individual dalam menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi). Secara klasikal dapat dikatakan bahwa kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi masuk kategori belum mampu secara klasikal. Dikatakan demikian karena kemampuan siswa hanya mencapai 71,66% belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 85%. Jika dilihat dari setiap aspek penilaian kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi dapat disimpulkan bahwa dari kelima aspek penilaian yaitu aspek keruntutan isi cerita fantasi, kelancaran, dan lafal tuntas secara klasikal karena presentasenya telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal 85%, sedangkan pada aspek intonasi, mimik/ekspresi belum tuntas secara klasikal karena presentasenya tidak mencapai kriteria ketuntasan klasikal 85%.Kata kunci: kemampuan, menceritakan, kembali, isi, teks, narasi

Collaboration network of the authors

40 authors · 71 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Alberth AlberthAffiliation unknown3
Aris BadaraUniversitas Halu Oleo3
Sri Suryana DinarAffiliation unknown2
Amin TundaUniversitas Halu Oleo1
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo1
Baharudin BaharudinAffiliation unknown1
Sartiah YusranAffiliation unknown1
Suriani SurianiAffiliation unknown1
Nurnia NurniaAffiliation unknown1
Suharmin SuharminAffiliation unknown1
Ader LaepeAffiliation unknown1
Wahyudi DaudAffiliation unknown1
Aderlaepe AderlaepeUniversitas Halu Oleo1
Kamba Janna MufabarAffiliation unknown1
Asruni AsruniAffiliation unknown1
Dahlia SurahmawatiAffiliation unknown1
Siti Rahmawati KaharAffiliation unknown1
Sarinah SarinahAffiliation unknown1
Yusna IndarsyihUniversitas Halu Oleo1
Ihsan ZulhiadAffiliation unknown1
Sumiman UduUniversitas Halu Oleo1
La NiampeAffiliation unknown1
Muhammad YazidInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Mujahiddin MujahiddinAffiliation unknown1
Rasni RasniAffiliation unknown1
Rimba HamidUniversitas Halu Oleo1
Tamrin AminAffiliation unknown1
Kurniawan BasaraAffiliation unknown1
Yunus YunusAffiliation unknown1
Cici Chyntia DewiAffiliation unknown1
Ummi AlminawatiAffiliation unknown1
Wa Ode LisrawatiAffiliation unknown1
Viani VianiAffiliation unknown1
Haerun AnaAffiliation unknown1
Meidi DianaAffiliation unknown1
Arus ArusAffiliation unknown1
Wa Ode SrimulianiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS NARASI (CERITA FANTASI) SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 WAWOTOBI</dc:title>
	<dc:creator>Lisa, Lisa</dc:creator>
	<dc:creator>Hanafi, Hilaluddin</dc:creator>
	<dc:creator>Hanafi, Fahruddin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah 149 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dari 60 siswa yang menjadi responden penelitian, terdapat 43 orang siswa (71,66%) yang memperoleh kategori mampu secara individual dalam menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi). Sedangkan 17 orang siswa (28,33%) memperoleh kategori belum mampu secara individual dalam menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi). Secara klasikal dapat dikatakan bahwa kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi masuk kategori belum mampu secara klasikal. Dikatakan demikian karena kemampuan siswa hanya mencapai 71,66% belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 85%. Jika dilihat dari setiap aspek penilaian kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wawotobi dapat disimpulkan bahwa dari kelima aspek penilaian yaitu aspek keruntutan isi cerita fantasi, kelancaran, dan lafal tuntas secara klasikal karena presentasenya telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal 85%, sedangkan pada aspek intonasi, mimik/ekspresi belum tuntas secara klasikal karena presentasenya tidak mencapai kriteria ketuntasan klasikal 85%.Kata kunci: kemampuan, menceritakan, kembali, isi, teks, narasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UNIVERSITAS HALU OLEO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/view/10739</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jb.v4i2.10739</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra); Vol 4, No 2 (2019): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2019; 268-283</dc:source>
	<dc:source>2503-3875</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/view/10739/7563</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL BASTRA</dc:rights>
</oai_dc:dc>