Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

FUNGSI DAN MAKNA MANTRA KADIU SAFARA DESA LABUNTI KABUPATEN MUNA

Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) · Vol. 4 No. 3 (2019) · pp. 507–519

DOI
10.36709/jb.v4i3.10757
ISSN
2503-3875
Published
2019-12-10
Publisher
UNIVERSITAS HALU OLEO
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna mantra Kadiu Safara di desa Labunti Kabupaten Muna.Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan.Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yaitu Kamokulano Liwu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pendekatan struktural. Sesuai dengan hasil penelitian ini, fungsi mantra Kadiu Safara yaitu: Fungsi meletakan bhoru ke permukaan adalah sebagai bentuk penolak bala. Proses ini dipecaya dapat menghilangkan hal-hal buruk yang ada dalam kampong. Fungsi menyiram air yang sudah dimantrai ke masyarakat adalah sebagai mandi pembersihan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat pada tahun sebelumnya. Ketupat dan telur yang dibuang di laut berfungsi sebagai Ghotino Embu atau pemberian makan kepada penguasa laut agar mereka selalu dilindungi ketika sedang melaut. Sedangkan makna yang terkandung dalam mantra Kadiu Safara terdiri atas tiga bagian (1) makna mantra Kaetampisiha Oe:Makna mantra ketika turun ke air adalah untuk permohonan izin kepada penguasa laut agar mereka diberi kelancaran dalam melakukan ritual tersebut. Kamokulano Liwu meminta kepada Embu agar diberikan perlindungan selama proses berjalannya ritual. (2) makna mantra Kadiu Toba: masyarakat turun ke laut untuk mandi bermakna sebagai pembersihan diri sekaligus penghilang penyakit yang ada pada tubuh masyarakat. Kadiu Toba dianggap juga sebagai mandi mensucikan diri melepas semua dosa. (3) makna mantra Dhoa Kasalamata: sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah Swt, karena telah diberikan kesehatan, umur panjang dan sebagai penolak bala. Kata kunci: fungsi, makna, kadiu safara

Collaboration network of the authors

40 authors · 96 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode BalawaAffiliation unknown3
Sumiman UduUniversitas Halu Oleo3
Syahbudin SyahbudinUniversitas Halu Oleo2
Irianto IbrahimAffiliation unknown2
Delisnawati DelisnawatiAffiliation unknown2
Marwati MarwatiAffiliation unknown2
Muh. RusdinUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Amrullah PagalaUniversitas Halu Oleo1
Herman HermanUniversitas Halu Oleo1
Ilma Sarimustaqiyma RianseAffiliation unknown1
Usman RianseAffiliation unknown1
Dasmin SiduAffiliation unknown1
Weka Gusmiarty AbdullahUniversitas Halu Oleo1
Zulfikar La ZulfikarAffiliation unknown1
Weka WidayatiAffiliation unknown1
WA KUASAAffiliation unknown1
Djuharni DjuharniUniversitas Halu Oleo1
H. SulsalmanUniversitas Halu Oleo1
Amirudin AmirudinUniversitas Halu Oleo1
La Ode SahidinUniversitas Halu Oleo1
La Ode AdiliUniversitas Halu Oleo1
Erny HarijatyUniversitas Halu Oleo1
Sri Astin SulastriAffiliation unknown1
Muhammad YazidInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Megawati HasanudinAffiliation unknown1
Zalili SailanAffiliation unknown1
Jahada JahadaUniversitas Halu Oleo1
La Ode MuharamAffiliation unknown1
Aswani AswaniAffiliation unknown1
Yusna IndarsyihUniversitas Halu Oleo1
La Ode Sidu MarafadAffiliation unknown1
Asmadania AsmadaniaAffiliation unknown1
Rio DirmanAffiliation unknown1
Hilaluddin HanafiAffiliation unknown1
Cici Chyntia DewiAffiliation unknown1
La Ode Marfin HidayatAffiliation unknown1
Fatmaruwanti ApuAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FUNGSI DAN MAKNA MANTRA KADIU SAFARA DESA LABUNTI KABUPATEN MUNA</dc:title>
	<dc:creator>Sukarni, Yatni</dc:creator>
	<dc:creator>Syukur, La Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Yunus, Yunus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna mantra Kadiu Safara di desa Labunti Kabupaten Muna.Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan.Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yaitu Kamokulano Liwu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pendekatan struktural. Sesuai dengan hasil penelitian ini, fungsi mantra Kadiu Safara yaitu: Fungsi meletakan bhoru ke permukaan adalah sebagai bentuk penolak bala. Proses ini dipecaya dapat menghilangkan hal-hal buruk yang ada dalam kampong. Fungsi menyiram air yang sudah dimantrai ke masyarakat adalah sebagai mandi pembersihan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat pada tahun sebelumnya. Ketupat dan telur yang dibuang di laut berfungsi sebagai Ghotino Embu atau pemberian makan kepada penguasa laut agar mereka selalu dilindungi ketika sedang melaut. Sedangkan makna yang terkandung dalam mantra Kadiu Safara terdiri atas tiga bagian (1) makna mantra Kaetampisiha Oe:Makna mantra ketika turun ke air adalah untuk permohonan izin kepada penguasa laut agar mereka diberi kelancaran dalam melakukan ritual tersebut. Kamokulano Liwu meminta kepada Embu agar diberikan perlindungan selama proses berjalannya ritual. (2) makna mantra Kadiu Toba: masyarakat turun ke laut untuk mandi bermakna sebagai pembersihan diri sekaligus penghilang penyakit yang ada pada tubuh masyarakat. Kadiu Toba dianggap juga sebagai mandi mensucikan diri melepas semua dosa. (3) makna mantra Dhoa Kasalamata: sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah Swt, karena telah diberikan kesehatan, umur panjang dan sebagai penolak bala. Kata kunci: fungsi, makna, kadiu safara</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UNIVERSITAS HALU OLEO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/view/10757</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jb.v4i3.10757</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra); Vol 4, No 3 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2019; 507-519</dc:source>
	<dc:source>2503-3875</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/view/10757/7580</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL BASTRA</dc:rights>
</oai_dc:dc>