Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ANALISIS POTENSI ENERGI MATAHARI DIKOTA KENDARI

Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin · Vol. 11 No. 1 (2019) · pp. 19–25

DOI
10.33772/djitm.v11i1.9055
ISSN
2502-3373, 2085-8817
Published
2019-12-07
Publisher
Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total intensitas radiasi matahari dan mengetahui presentase radiasi normal dan difusi. Penelitian ini menggunakan dua metode, pertama adalah pendekatan secara teori dan kedua adalah pengukuran langsung. Alat yang digunakan dalam pengukuran langsung yaitu Solar Power Meter (SPM), untuk mengukur intensitas radiasi total matahari, dan GPS untuk mengetahui koordinat lintang dan bujur serta ketinggian dari permukaan laut. Radiasi matahari dihitung dari pukul 07.00 sampai 17.00. Hasil pengukuran langsung menunjukkan bahwa nilai intensitas radiasi matahari tertinggi pada pukul 12:00 dengan nilai intensitas matahari 870,5 W/m2 dan terendah pada pukul 17:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 79,5 W/m2. Untuk pendekatan teori diperoleh nilai radiasi matahari tertinggi pada pukul 12:00 dengan nilai intensitas matahari 953,15 W/m2 dan terendah pada pukul 7:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 143,98 W/m2. Nilai radiasi sorot dan difusi ditentukan dengan perhitungan teori, dimana besar radiasi sorot tertinggi pada pukul 12:00 dengan nilai intensitas matahari 835,09 W/m2 dan terendah pada pukul 7:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 82,93 W/m2. Nilai radiasi difusi tertinggi pada pukul 12:00 dengan nilai intensitas matahari 118,06 W/m2 dan terendah pada pukul 07:00 nilai intensitas radiasi matahari 61,06 W/m2. Radiasi sorot memberi 83,5 % intensitas radiasi matahari dan 16,2 % diperoleh dari radiasi difusi. Kata Kunci: Energi Matahari, Pengukuran Langsung, Pendekatan Teori.

Collaboration network of the authors

40 authors · 221 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Syiah Kuala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Samhuddin SamhuddinAffiliation unknown40
Yuspian GunawanAffiliation unknown26
Abd KadirUniversitas Halu Oleo26
La HasanudinUniversitas Halu Oleo21
Salimin SaliminAffiliation unknown21
Ridway BalakaAffiliation unknown20
Kadir KadirAffiliation unknown16
Muhammad HasbiUniversitas Syiah Kuala15
Lukas Kano MangallaUniversitas Halu Oleo12
Agustinus LolokAffiliation unknown11
La Ode Ahmad BarataAffiliation unknown11
Jaka Seru Dwi SaputraAffiliation unknown7
La HasanuddinAffiliation unknown6
Raden Rinova SisworoUniversitas Halu Oleo5
Edward NgiiUniversitas Halu Oleo3
Jenny DellyAffiliation unknown3
Emil SalimUniversitas Halu Oleo2
Muhammad Alfito RamadhanAffiliation unknown2
Melkysedekh S.P.Universitas Halu Oleo1
Janur RamadanUniversitas Halu Oleo1
Gafarudin La HidiUniversitas Halu Oleo1
Robin RobinUniversitas Halu Oleo1
Aldiyanto AldiyantoAffiliation unknown1
Adib SatonoUniversitas Halu Oleo1
Kadek Edy SusantoUniversitas Halu Oleo1
Wandi HaryansaUniversitas Halu Oleo1
Rival Kahfi GamaUniversitas Halu Oleo1
SITTI ROSYIDAHAffiliation unknown1
Muhammad Zakaria UmarAffiliation unknown1
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Mazhfia UmarAffiliation unknown1
Ahmad FatsanAffiliation unknown1
Diny DinartiAffiliation unknown1
Ismail MaskromoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/dinamika/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS POTENSI ENERGI MATAHARI DIKOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Endriatno, Nanang</dc:creator>
	<dc:creator>Sudarsono, Sudarsono</dc:creator>
	<dc:creator>Sudia, Budiman</dc:creator>
	<dc:creator>Imran, Al Ichlas</dc:creator>
	<dc:creator>Aminur, Aminur</dc:creator>
	<dc:creator>Aksar, Prinob</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total intensitas radiasi matahari dan mengetahui presentase radiasi normal dan difusi. Penelitian ini menggunakan dua metode, pertama adalah pendekatan secara teori dan kedua adalah pengukuran langsung. Alat  yang digunakan dalam pengukuran langsung yaitu Solar Power Meter (SPM), untuk mengukur intensitas radiasi total matahari, dan GPS untuk mengetahui koordinat lintang dan bujur serta ketinggian dari permukaan laut . Radiasi matahari dihitung dari pukul 07.00 sampai 17.00. Hasil pengukuran langsung menunjukkan bahwa nilai intensitas radiasi matahari tertinggi pada pukul 12:00  dengan nilai intensitas matahari  870,5 W/m2 dan terendah pada pukul 17:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 79,5 W/m2.  Untuk pendekatan teori diperoleh nilai radiasi matahari tertinggi pada  pukul 12:00  dengan nilai intensitas matahari 953,15 W/m2 dan terendah pada pukul 7:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 143,98 W/m2. Nilai radiasi sorot dan difusi ditentukan dengan  perhitungan teori, dimana besar radiasi sorot tertinggi pada  pukul 12:00  dengan nilai intensitas matahari  835,09 W/m2 dan terendah pada pukul 7:00   dengan nilai intensitas radiasi matahari  82,93 W/m2.  Nilai radiasi difusi tertinggi pada  pukul 12:00  dengan nilai intensitas matahari  118,06 W/m2 dan terendah pada pukul 07:00 nilai intensitas radiasi matahari 61,06 W/m2.  Radiasi sorot memberi 83,5 % intensitas radiasi matahari dan 16,2 % diperoleh dari  radiasi difusi.  Kata Kunci : Energi Matahari, Pengukuran Langsung, Pendekatan Teori.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:contributor>
	<dc:date>2019-12-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/dinamika/article/view/9055</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/djitm.v11i1.9055</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin; Vol 11, No 1 (2019); 19-25</dc:source>
	<dc:source>2502-3373</dc:source>
	<dc:source>2085-8817</dc:source>
	<dc:source>10.33772/djitm.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/dinamika/article/view/9055/6898</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/dinamika/article/downloadSuppFile/9055/769</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>