Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Penerapan Tanda Tangan Digital pada Gambar Formulir C1.Plano-KWK di Pilkada Sulawesi Selatan

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 6 No. 5 (2019) · pp. 475–484

DOI
10.25126/jtiik.2019651471
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2019-10-08
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Sengketa pemilihan umum presiden 2014 telah mendatangkan ribuan kotak suara ke Jakarta sebagai bukti hukum. Gambar-gambar form C1 yang merupakan salinan rekapitulasi hasil di TPS yang sudah diunggah di situs web KPU, ternyata tidak dapat dijadikan sebagai bukti hukum karena tidak bisa dibuktikan keabsahannya sebagai dokumen elektronik. Tanda tangan digital merupakan bukti otentik yang terdapat pada dokumen elektronik. Penggunaan tanda tangan digital dapat memastikan keutuhan dan keaslian suatu dokumen elektronik sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Hal ini menjadi salah satu alasan dilakukannya penerapan tanda tangan digital pada formulir model C1.PLANO-KWK. Formulir ini merupakan berita acara hasil pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum di tempat pemungutan suara. Formulir tersebut diambil gambarnya menggunakan aplikasi berbasis ponsel Android untuk kemudian ditandatangani secara digital. Hasil gambar yang telah ditandatangani selanjutnya ditampilkan pada situs web penayangan. Hal ini diterapkan pada Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Selatan atas kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Komisi Pemilihan Umum Provinsi (KPU), dan KPU Daerah Kota Makassar pada tanggal 27 Juni 2018. Makalah ini membahas mengenai teknologi yang digunakan untuk melakukan tanda tangan digital. Pada implementasinya hanya sebesar 0,32% dari seluruh TPS yang menerapkan tanda tangan digital dan sebesar 7,61% sertifikat digunakan dari total sertifikat yang telah diterbitkan. AbstractThe dispute over the 2014 presidential election brought thousands of ballot boxes to Jakarta as legal evidence. C1 form image, which is a copy of the recapitulation of results at the TPS, have been uploaded on the KPU website, apparently cannot be legal evidence because it cannot be proven the validity of the electronic document of the C1 form. Digital signature is an authentic proof embedded in an electronic document. It shows the integrity, authenticity, and non-repudiation of a document, so it can be used as a legal evidence. This become one of the reason of the implementation of digital signature in C1.PLANO-KWK form. C1.PLANO-KWK form is an evidence proof of voting recapitulation process in voting place. Android application capture the image of this form, and digitally signed it. This image is then showed on the display website. This has been implemented in South Sulawesi Regional Election on June 27 2018 by cooperation between Agency of Assessment and Application of Technology (BPPT) and Election Commission (KPU) of South Sulawesi Province and City of Makassar. This paper only describes about the technologies which are used in digital signing process. Only 0.32% of the voting place has implementing digital signature in its C1.PLANO-KWK form, and only 7.61% of the digital certificate that has been published used to digitally signed the C1.PLANO-KWK form.

Collaboration network of the authors

15 authors · 81 co-authorship links · 12 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • National Research and Innovation Agency
  • Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Nurkhoiri HindratnoNational Research and Innovation Agency1
Tanzi Mubaroq SantosoNational Research and Innovation Agency1
Topan Try HarmandaNational Research and Innovation Agency1
Friyogi Resvy MahdaNational Research and Innovation Agency1
Yahya Andreas LapianNational Research and Innovation Agency1
Monica Dwi W. S.National Research and Innovation Agency1
Dionysius Aldion RenataNational Research and Innovation Agency1
Prasetyo AjiNational Research and Innovation Agency1
Meidy LayooariNational Research and Innovation Agency1
Kusnanda SupriatnaNational Research and Innovation Agency1
Rully KusumajayaNational Research and Innovation Agency1
Mohammad HamdaniNational Research and Innovation Agency1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Penerapan Tanda Tangan Digital pada Gambar Formulir C1.Plano-KWK di Pilkada Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Perdana, Rachmawan Atmaji</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Anbiya, Dhika Rizki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Grahitandaru, Andrari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Sengketa pemilihan umum presiden 2014 telah mendatangkan ribuan kotak suara ke Jakarta sebagai bukti hukum.  Gambar-gambar form C1 yang merupakan salinan rekapitulasi hasil di TPS yang sudah diunggah di situs web KPU, ternyata tidak dapat dijadikan sebagai bukti hukum karena tidak bisa dibuktikan keabsahannya sebagai dokumen elektronik. Tanda tangan digital merupakan bukti otentik yang terdapat pada dokumen elektronik. Penggunaan tanda tangan digital dapat memastikan keutuhan dan keaslian suatu dokumen elektronik sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Hal ini menjadi salah satu alasan dilakukannya penerapan tanda tangan digital pada formulir model C1.PLANO-KWK. Formulir ini merupakan berita acara hasil pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum di tempat pemungutan suara. Formulir tersebut diambil gambarnya menggunakan aplikasi berbasis ponsel Android untuk kemudian ditandatangani secara digital. Hasil gambar yang telah ditandatangani selanjutnya ditampilkan pada situs web penayangan. Hal ini diterapkan pada Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Selatan atas kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Komisi Pemilihan Umum Provinsi (KPU), dan KPU Daerah Kota Makassar pada tanggal 27 Juni 2018. Makalah ini membahas mengenai teknologi yang digunakan untuk melakukan tanda tangan digital. Pada implementasinya hanya sebesar 0,32% dari seluruh TPS yang menerapkan tanda tangan digital dan sebesar 7,61% sertifikat digunakan dari total sertifikat yang telah diterbitkan. AbstractThe dispute over the 2014 presidential election brought thousands of ballot boxes to Jakarta as legal evidence. C1 form image, which is a copy of the recapitulation of results at the TPS, have been uploaded on the KPU website, apparently cannot be legal evidence because it cannot be proven the validity of the electronic document of the C1 form. Digital signature is an authentic proof embedded in an electronic document. It shows the integrity, authenticity, and non-repudiation of a document, so it can be used as a legal evidence. This become one of the reason of the implementation of digital signature in C1.PLANO-KWK form. C1.PLANO-KWK form is an evidence proof of voting recapitulation process in voting place. Android application capture the image of this form, and digitally signed it. This image is then showed on the display website. This has been implemented in South Sulawesi Regional Election on June 27 2018 by cooperation between Agency of Assessment and Application of Technology (BPPT) and Election Commission (KPU) of South Sulawesi Province and City of Makassar. This paper only describes about the technologies which are used in digital signing process. Only 0.32% of the voting place has implementing digital signature in its C1.PLANO-KWK form, and only 7.61% of the digital certificate that has been published used to digitally signed the C1.PLANO-KWK form. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/1471</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2019651471</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 6 No 5: Oktober 2019; 475-484</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 6 No. 5: Oktober 2019; 475-484</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.201965</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/1471/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>