Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Penangkapan Teripang (Holothuroidea) di perairan Desa Alosi Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara

Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan · Vol. 2 No. 4 (2018)

Published
2018-01-11
Publisher
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Language
eng

Abstract

Perairan Alosi merupakan daerah yang memiliki sumber daya teripang, namun tingginya aktivitas penangkapan yang dilakukan nelayan secara terus menerus tanpa melihat jenis dan ukuran teripang dapat menyebabkan densitas teripang di alam menurun, oleh sebab itu maka perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis teripang, musim penangkapan, hasil tangkapan, dan daerah penangkapan teripang. Penelitian ini dilakasanakan di Perairan Alosi selama tiga bulan yaitu April - Juni 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu wawancara dengan nelayan penangkap teripang, nelayan yang dijadikan responden sebanyak 10 orang dan ikut serta dalam kegiatan penangkapan teripang yang dilakukan oleh nelayan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima jenis teripang yang ditemukan, yaitu teripang getah (Bahadschia marmorata), teripang ikan, (B. vitiensis), teripang pasir (Holothuria scabra), teripang gama (emas) (H. impatients), dan teripang hitam (H. aff atra), Hasil tangkapan teripang tertinggi pada bulan gelap (1436 ekor), kemudian bulan purnama (1391 ekor) dan terendah awal bulan terang (1228 ekor). Musim penangkapan teripang, yaitu musim timur (musim puncak) terjadi pada bulan Mei - Juli dan musim barat (musim paceklik) terjadi pada bulan Agustus - November. Daerah penangkapan teripang yang dilakukan oleh nelayan responden, memiliki karakteristik substrat pasir berlumpur, pasir vegetasi lamun, dan pasir bercampur pecahan karang dengan kedalaman 0,5-2 m.Kata Kunci: Penangkapan, Teripang, Alosi, Sulawesi Tenggara

Collaboration network of the authors

40 authors · 92 co-authorship links · 12 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Jordan University of Science and Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syamsul KamriAffiliation unknown2
Hasnia AramiAffiliation unknown2
Farid YasidiAffiliation unknown2
. HerfinAffiliation unknown2
Ridwansyah RidwansyahUniversitas Bina Sarana Informatika1
Muhammad IqbalInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Henny DestianaUniversitas Bina Sarana Informatika1
Sugiono SugionoUniversitas Bina Sarana Informatika1
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo1
Kangkuso AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
Wa IbaUniversitas Halu Oleo1
La SyahrirUniversitas Halu Oleo1
LD Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Sarini YusufUniversitas Halu Oleo1
- YusdaryantoAffiliation unknown1
Bahtiar .Affiliation unknown1
Al ZabarunAffiliation unknown1
Agustina AgustinaAffiliation unknown1
Vivin AprilyaniAffiliation unknown1
Dedy OetamaUniversitas Halu Oleo1
Arfiaddin SaputraAffiliation unknown1
. EmiyartiAffiliation unknown1
Ahmad ZakirAffiliation unknown1
. PamujiAffiliation unknown1
Ma’ruf KasimUniversitas Halu Oleo1
. RisnawatiAffiliation unknown1
. SalwiyahAffiliation unknown1
Neni HendrawatiAffiliation unknown1
. AsmiartiAffiliation unknown1
Rahma Safitri Ade WandewaAffiliation unknown1
Muhammad Fajar PurnamaAffiliation unknown1
Nur AriyantiAffiliation unknown1
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology1
. NurdiansyahAffiliation unknown1
Inang SafitriAffiliation unknown1
Desy Fadilah Adina PutriAffiliation unknown1
Iga MaligaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penangkapan Teripang (Holothuroidea) di perairan Desa Alosi Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Hartono, .</dc:creator>
	<dc:creator>Hamid, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator>Haslianti, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perairan Alosi merupakan daerah yang memiliki sumber daya teripang, namun tingginya aktivitas penangkapan yang dilakukan nelayan secara terus menerus tanpa melihat jenis dan ukuran teripang dapat menyebabkan densitas teripang di alam menurun, oleh sebab itu maka perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis teripang, musim penangkapan, hasil tangkapan, dan daerah penangkapan teripang. Penelitian ini dilakasanakan di Perairan Alosi selama tiga bulan yaitu April - Juni 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu wawancara dengan nelayan penangkap teripang, nelayan yang dijadikan responden sebanyak 10 orang dan ikut serta dalam kegiatan penangkapan teripang yang dilakukan oleh nelayan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima jenis teripang yang ditemukan, yaitu teripang getah (Bahadschia marmorata), teripang ikan, (B. vitiensis), teripang pasir (Holothuria scabra), teripang gama (emas) (H. impatients), dan teripang hitam (H. aff atra), Hasil tangkapan teripang tertinggi pada bulan gelap (1436 ekor), kemudian bulan purnama (1391 ekor) dan terendah awal bulan terang (1228 ekor). Musim penangkapan teripang, yaitu musim timur (musim puncak) terjadi pada bulan Mei - Juli dan musim barat (musim paceklik) terjadi pada bulan Agustus - November. Daerah penangkapan teripang yang dilakukan oleh nelayan responden, memiliki karakteristik substrat pasir berlumpur, pasir vegetasi lamun, dan pasir bercampur pecahan karang dengan kedalaman 0,5-2 m.Kata Kunci : Penangkapan, Teripang, Alosi, Sulawesi Tenggara</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/3340</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan; Vol 2, No 4 (2017): Oktober 2017</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/3340/2515</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:rights>
</oai_dc:dc>