Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Bungkutoko Kota Kendari

Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan · Vol. 2 No. 1 (2017)

Published
2017-06-15
Publisher
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pertumbuhan dan Faktor Kondisi kerang bulu (A. antiquata). Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara selama tiga bulan yaitu bulan Juli sampai September 2015. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple random sampling) dengan total sampel sebanyak 180 individu. Hasil parameter fisika kimia yang diperoleh, suhu (29−32oC), pH (7−9), salinitas (32,67−34,67 ppt), Kecepatan arus (2,25−2,38 m/det), Bahan Organik (1,08−2,00%). Hubungan panjang cangkang dan bobot total berada pada kisaran b2,5 (allometrik positif) dan b2,5 (allometrik negatif). Hasil analisis yang didapatkan bahwa nilai faktor kondisi (Kn) untuk kerang jantan secara temporal yaitu sebesar 0,77−2,70. Nilai Kn tertinggi terdapat pada bulan Juli yaitu sebesar 2,70. Faktor kondisi (Kn) untuk kerang A. antiquata betina menunjukkan pada bulan yang sama yaitu Juli sebesar 1,03−1,16. Analisis secara spasial menunjukkan Kn untuk kerang A. antiquata jantan yaitu 0,93−1,71 dan kerang A. antiquata betina 0,57−1,31. Secara temporal rasio bobot daging basah (BDB) rata-rata untuk kerang jantan yaitu berkisar 12,07%−26,18% dan bobot daging kering (BDK) 1,41%−2,94%. Rasio bobot daging untuk kerang betina yaitu berkisar 10,84%−18,23% bobot daging basah (BDB) dan 1,61%−2,14% bobot daging kering (BDK). Hasil analisis secara spasial persentase rata-rata bobot daging basah (BDB) kerang A. antiquata jantan yaitu berkisar antara 11,65−31,16% dan bobot daging kering (BDK) yaitu 1,67−4,15%. Keran A. antiquata betina didapatkan nilai rata-rata bobot daging basah (BDB) sebesar 11,31−23,90% dan persentase bobot daging kering (BDK) yaitu 1,80−4,16. Kata Kunci: Perairan Bungkutoko, Faktor Kondisi, Rasio Bobot Daging, A. antiquata.

Collaboration network of the authors

40 authors · 98 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ermayanti IshakAffiliation unknown2
Romy KetjulanAffiliation unknown2
. HaliliAffiliation unknown2
. MeldawatiAffiliation unknown2
. EmiyartiAffiliation unknown2
Farid YasidiAffiliation unknown2
Sadam HuseinAffiliation unknown2
Jalil AkbarAffiliation unknown1
Azwar SidiqUniversitas Halu Oleo1
Ahmad MustafaUniversitas Halu Oleo1
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown1
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Haslianti HasliantiAffiliation unknown1
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown1
Rahmadani RahmadaniAffiliation unknown1
La Baco SudiaAffiliation unknown1
Uniadi MangidiAffiliation unknown1
Alrum ArmidAffiliation unknown1
Amadhan TakwirAffiliation unknown1
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown1
Nur IrawatiAffiliation unknown1
Hajaniar .Affiliation unknown1
- HasliantiAffiliation unknown1
Al ZabarunAffiliation unknown1
Risal Azham SAffiliation unknown1
Wa NurgayahAffiliation unknown1
Desak Nyoman Sri IndrawatiAffiliation unknown1
Firman SAffiliation unknown1
Abdul HamidUniversitas Bina Sarana Informatika1
Arfiaddin SaputraAffiliation unknown1
Syamsul KamriAffiliation unknown1
Sufrin .Affiliation unknown1
Hasnia AramiAffiliation unknown1
. SuherlanAffiliation unknown1
Muh. RamliAffiliation unknown1
Iklan GurusuAffiliation unknown1
Muh. Arum AlkadriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Kerang Bulu  (Anadara antiquata) di Perairan Bungkutoko Kota Kendari</dc:title>
	<dc:creator>Arwin, .</dc:creator>
	<dc:creator>Bahtiar, .</dc:creator>
	<dc:creator>Oetama, Dedy</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pertumbuhan dan Faktor Kondisi  kerang bulu (A. antiquata). Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara selama tiga bulan yaitu bulan Juli sampai September 2015. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple random sampling) dengan total sampel sebanyak 180 individu. Hasil parameter fisika kimia yang diperoleh, suhu (29−32oC), pH (7−9), salinitas (32,67−34,67 ppt), Kecepatan arus (2,25−2,38 m/det), Bahan Organik (1,08−2,00%). Hubungan panjang cangkang dan bobot total berada pada kisaran b2,5 (allometrik positif) dan b2,5 (allometrik negatif). Hasil analisis yang didapatkan bahwa nilai faktor kondisi (Kn) untuk kerang jantan secara temporal yaitu sebesar 0,77−2,70. Nilai Kn tertinggi terdapat pada bulan Juli yaitu sebesar 2,70. Faktor kondisi (Kn) untuk kerang A. antiquata betina menunjukkan  pada bulan yang sama yaitu Juli sebesar 1,03−1,16. Analisis secara spasial menunjukkan Kn untuk kerang A. antiquata jantan yaitu 0,93−1,71 dan kerang A. antiquata  betina 0,57−1,31. Secara temporal rasio bobot daging basah (BDB) rata-rata untuk kerang jantan yaitu berkisar 12,07%−26,18% dan bobot daging kering (BDK) 1,41%−2,94%. Rasio bobot daging untuk kerang betina yaitu berkisar 10,84%−18,23% bobot daging basah (BDB) dan 1,61%−2,14% bobot daging kering (BDK). Hasil analisis secara spasial persentase rata-rata bobot daging basah (BDB) kerang A. antiquata jantan yaitu berkisar antara 11,65−31,16% dan bobot daging kering (BDK) yaitu 1,67−4,15%. Keran  A. antiquata betina didapatkan nilai rata-rata bobot daging basah (BDB) sebesar 11,31−23,90% dan persentase bobot daging kering (BDK) yaitu 1,80−4,16. Kata Kunci : Perairan Bungkutoko, Faktor Kondisi, Rasio Bobot Daging,  A. antiquata.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-06-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/2497</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan; Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/2497/1850</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:rights>
</oai_dc:dc>