Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Preferensi Habitat Benih Lobster (Panulirus spp.) Di Kawasan Konservasi Teluk Staring, Kecamatan Moramo, Konawe Selatan

Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan · Vol. 5 No. 3 (2020)

Published
2020-08-31
Publisher
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Language
eng

Abstract

Preferensi habitat menunjukkan kesukaan suatu organisme terhadap berbagai pilihan sumberdaya dalam habitat. Habitat lobster (Panulirus spp.) umumnya di perairan yang mempunyai terumbu karang yang kondisinya baik. Teluk Staring merupakan satu-satunya lokasi penangkapan benih lobster di perairan Sulawesi Tenggara, yaitu terdapat di perairan Bororo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi benih lobster pada habitat yang sering ditemukan di perairan Bororo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2019. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di perairan ini sebagai tempat penangkapan benih lobster kemudian ditentukan 3 stasiun untuk pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas air, yaitu di sekitar mangrove (stasiun I), perairan ditumbuhi lamun (stasiun II), dan perairan dekat terumbu karang (stasiun III). Masing-masing stasiun ditempatkan secara acak 15 alat tangkap “pocong-pocong”. Sample lobster yang ditemukan dari setiap stasiun dihitung jumlahnya untuk mengetahui kelimpahannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa benih lobster yang terbanyak (52 individu) ditemukan di stasiun III, kemudian disusul stasiun I (25 individu), sedang yang paling sedikit kelimpahannya ditemukan di stasiun II (13 individu). Data ini menjelaskan bahwa perairan yang berdekatan dengan terumbu karang lebih disukai (much preferred) oleh benih lobster dibandingkan dengan perairan disekitar hutan mangrove atau perairan yang ditumbuhi lamun. Hal ini menggambarkan pergerakan benih lobster di perairan ini kemungkinan tidak terlalu luas yaitu berkumpul disekitar terumbu karang dan bermigrasi disekitarnya di perairan dekat hutan mangrove dan padang lamun.Kata Kunci: Benih Lobster, perferensi habitat, terumbu karang, lamun dan mangrove

Collaboration network of the authors

40 authors · 73 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo7
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo3
Ma’ruf KasimUniversitas Halu Oleo3
Zulkarnain ZulkarnainAffiliation unknown2
Salwiyah SalwiyahAffiliation unknown2
Muhammad Irfan BasriUniversitas Halu Oleo1
Ari Sandy MuchtarUniversitas Halu Oleo1
Naslina AliminaUniversitas Halu Oleo1
Zul ChaidirUniversitas Halu Oleo1
Yustika Intan PermatahatiAffiliation unknown1
Nur IrawatiAffiliation unknown1
Muhtar MuhtarAffiliation unknown1
Muslim TadjuddahUniversitas Halu Oleo1
Marni MarniUniversitas Halu Oleo1
Rosmiati RosmiatiAffiliation unknown1
Dasmin SiduAffiliation unknown1
Muis MuisAffiliation unknown1
La RiandaAffiliation unknown1
La HadifaAffiliation unknown1
Laode DiaraAffiliation unknown1
Alif Hudan HudanAffiliation unknown1
. EmiyartiAffiliation unknown1
Wardha IsjayantiAffiliation unknown1
Halim HalimUniversitas Halu Oleo1
La Ode Alirman AfuAffiliation unknown1
Suwaldi Trisno WidodoAffiliation unknown1
Hardianti HardiantiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Maniati ManiatiAffiliation unknown1
Sasri SulasriAffiliation unknown1
Sri Aswanti Nun SugianAffiliation unknown1
Saniati SaniatiAffiliation unknown1
. AsriyanaAffiliation unknown1
Exfar Alli RidwanAffiliation unknown1
Luluk SantikaAffiliation unknown1
Rajab NadiaAffiliation unknown1
Andi Irwan NurAffiliation unknown1
Suharni SuharniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Preferensi Habitat Benih Lobster (Panulirus spp.) Di Kawasan Konservasi Teluk Staring, Kecamatan Moramo, Konawe Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Tasidale, Siti Nurhajja</dc:creator>
	<dc:creator>Sara, La</dc:creator>
	<dc:creator>Halili, Halili</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Preferensi habitat menunjukkan kesukaan suatu organisme terhadap berbagai pilihan sumberdaya dalam habitat. Habitat lobster (Panulirus spp.) umumnya di perairan yang mempunyai terumbu karang yang kondisinya baik. Teluk Staring merupakan satu-satunya lokasi penangkapan benih lobster di perairan Sulawesi Tenggara, yaitu terdapat di perairan Bororo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi benih lobster pada habitat yang sering ditemukan di perairan Bororo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2019. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di perairan ini sebagai tempat penangkapan benih lobster kemudian ditentukan 3 stasiun untuk pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas air, yaitu di sekitar mangrove (stasiun I), perairan ditumbuhi lamun (stasiun II), dan perairan dekat terumbu karang (stasiun III). Masing-masing stasiun ditempatkan secara acak 15 alat tangkap “pocong-pocong”. Sample lobster yang ditemukan dari setiap stasiun dihitung jumlahnya untuk mengetahui kelimpahannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa benih lobster yang terbanyak (52 individu) ditemukan di stasiun III, kemudian disusul stasiun I (25 individu), sedang yang paling sedikit kelimpahannya ditemukan di stasiun II (13 individu). Data ini menjelaskan bahwa perairan yang berdekatan dengan terumbu karang lebih disukai (much preferred) oleh benih lobster dibandingkan dengan perairan disekitar hutan mangrove atau perairan yang ditumbuhi lamun. Hal ini menggambarkan pergerakan benih lobster di perairan ini kemungkinan tidak terlalu luas yaitu berkumpul disekitar terumbu karang dan bermigrasi disekitarnya di perairan dekat hutan mangrove dan padang lamun.Kata Kunci: Benih Lobster, perferensi habitat, terumbu karang, lamun dan mangrove</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/15625</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan; Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/15625/10557</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:rights>
</oai_dc:dc>