Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Karakteristik biofisik habitat peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Kampa, Konawe Kepulauan

Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan · Vol. 2 No. 4 (2018)

Published
2018-01-11
Publisher
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Language
eng

Abstract

Informasi tentang karakteristik biologi dan fisika pantai peneluran penyu hijau (Chelonia mydas) sangat dibutuhkan dalam pengelolaan kawasan konservasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik biologi dan fisika sarang penyu hijau di pantai Kampa Kepulauan Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan metode survei. Kemiringan, lebar pantai, suhu pasir, kelembaban, jarak antara sarang dan pasang tertinggi, dan jarak antara sarang dan permukiman diukur pada setiap stasiun. Pengukuran kemiringan pantai menggunakan waterpass dan penentuan tekstur pasir pantai dilakukan dengan mengambil sampel pasir yang diukur menggunakan metode pipet. Klasifikasi substrat menggunakan Segitiga Miller. Kelembaban pasir diukur menggunakan hygrometer, sedangkan suhu pasir yang diukur pada kedalaman 30 cm (kondisi dalam sarang) pada pagi, siang dan malam hari menggunakan termometer merkuri. Lebar pantai, dan jarak antara vegetasi dan pasang tertinggi diukur dengan meteran roll. Jarak pantai bersarang dan hunian diukur menggunakan Perangkat Lunak ArcMap. Vegetasi pantai diidentifikasi dan masing-masing spesies ditentukan persentasenya. Identifikasi vegetasi dilakukan sejauh 10 m dari vegetasi pertama. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara parameter biologi (struktur vegetasi) dan fisika (suhu, kelembaban, lebar pantai, kemiringan pantai, tekstur pasir) pantai Kampa, Kepulauan Konawe. Oleh sebab itu, wilayah pesisir di daerah ini perlu mendapat perlindungan agar populasi penyu di daerah ini tetap terjaga.Kata kunci: Chelonia mydas, Biofisik, Konawe Kepulauan, Pantai Kampa,.

Collaboration network of the authors

40 authors · 71 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Jordan University of Science and Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo3
. HaliliAffiliation unknown3
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo2
Nur IrawatiAffiliation unknown2
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology2
Muhammad Irfan BasriUniversitas Halu Oleo1
Ari Sandy MuchtarUniversitas Halu Oleo1
Naslina AliminaUniversitas Halu Oleo1
Zul ChaidirUniversitas Halu Oleo1
Yustika Intan PermatahatiAffiliation unknown1
Muhtar MuhtarAffiliation unknown1
Muslim TadjuddahUniversitas Halu Oleo1
Marni MarniUniversitas Halu Oleo1
Rosmiati RosmiatiAffiliation unknown1
Dasmin SiduAffiliation unknown1
Muis MuisAffiliation unknown1
La RiandaAffiliation unknown1
La HadifaAffiliation unknown1
. EmiyartiAffiliation unknown1
Wardha IsjayantiAffiliation unknown1
Tri Utary AswadyAffiliation unknown1
Salwiyah SalwiyahAffiliation unknown1
Maniati ManiatiAffiliation unknown1
Wa ode Cimiming CiaAffiliation unknown1
Risko ArsyadAffiliation unknown1
. TaufikirAffiliation unknown1
Halili HaliliUniversitas Halu Oleo1
Siti Nurhajja TasidaleAffiliation unknown1
Luluk SantikaAffiliation unknown1
Rajab NadiaAffiliation unknown1
Andi Irwan NurAffiliation unknown1
Suharni SuharniAffiliation unknown1
Atni KadirAffiliation unknown1
Muh. RamliAffiliation unknown1
Emilia RiswanaAffiliation unknown1
Rosma ErniAffiliation unknown1
Kiki WulandariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik biofisik habitat peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Kampa, Konawe Kepulauan</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan, Exfar Alli</dc:creator>
	<dc:creator>Sara, La</dc:creator>
	<dc:creator>Asriyana, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Informasi tentang karakteristik biologi dan fisika pantai peneluran penyu hijau (Chelonia mydas) sangat dibutuhkan dalam pengelolaan kawasan konservasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik biologi dan fisika sarang penyu hijau di pantai Kampa Kepulauan Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan metode survei. Kemiringan, lebar pantai, suhu pasir, kelembaban, jarak antara sarang dan pasang tertinggi, dan jarak antara sarang dan permukiman diukur pada setiap stasiun. Pengukuran kemiringan pantai menggunakan waterpass dan penentuan tekstur pasir pantai dilakukan dengan mengambil sampel pasir yang diukur menggunakan metode pipet. Klasifikasi substrat menggunakan Segitiga Miller. Kelembaban pasir diukur menggunakan hygrometer, sedangkan suhu pasir yang diukur pada kedalaman 30 cm (kondisi dalam sarang) pada pagi, siang dan malam hari menggunakan termometer merkuri. Lebar pantai, dan jarak antara vegetasi dan pasang tertinggi diukur dengan meteran roll. Jarak pantai bersarang dan hunian diukur menggunakan Perangkat Lunak ArcMap. Vegetasi pantai diidentifikasi dan masing-masing spesies ditentukan persentasenya. Identifikasi vegetasi dilakukan sejauh 10 m dari vegetasi pertama. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara parameter biologi (struktur vegetasi) dan fisika (suhu, kelembaban, lebar pantai, kemiringan pantai, tekstur pasir) pantai Kampa, Kepulauan Konawe. Oleh sebab itu, wilayah pesisir di daerah ini perlu mendapat perlindungan agar populasi penyu di daerah ini tetap terjaga.Kata kunci: Chelonia mydas, Biofisik, Konawe Kepulauan, Pantai Kampa,.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/3349</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan; Vol 2, No 4 (2017): Oktober 2017</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/3349/2520</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:rights>
</oai_dc:dc>