Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Preferensi Habitat Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis von Martens, 1897) di Sungai Langkumbe Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara

Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan · Vol. 3 No. 2 (2018)

Published
2018-05-16
Publisher
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Language
eng

Abstract

Sungai Langkumbe adalah salah satu sungai yang berada di daerah Buton Utara. Sungai ini melewati beberapa desa di Kecamatan Kulisusu Barat. Masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari dalam berbagai peruntukan, di antaranya adalah untuk kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, cuci, kakus (MCK), perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe habitat bagi kerang pokea, (Batissa violacea var. celebensis) di Sungai Langkumbe Kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yang dimulai dari awal bulan Februari hingga akhir April 2017 di Sungai Langkumbe Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sapuan luas area dan sampel diambil dengan alat tangkap tangge. Data penelitian dianalisis menggunakan persamaan kepadatan, pola distribusi, kualitas perairan, dan preferensi habitat. Hasil analisis menunjukkan nilai kepadatan kerang pokea yaitu 27,78-134,92 ind/m2. Indeks distribusi menunjukkan kerang pokea mempunyai penyebaran acak dan mengelompok. Hasil pengukuran parameter lingkungan meliputi: suhu berkisar (27,5-29,6°C), pH substrat (6,3-6,8), bahan organik dengan nilai rata-rata 0,21-5,43%, serta tekstur substrat didominasi oleh pasir halus. Preferensi habitat menunjukkan tekstur substrat mempunyai kontribusi besar dan menjadi penciri di setiap stasiun. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kerang pokea menyenangi habitat dengan tipe substrat lumpur bercampur pasir sangat halus dan pasir kasar.Kata Kunci: Kepadatan, distribusi, kualitas air, preferensi habitat

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Jordan University of Science and Technology
  • State University of Makassar
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dedy OetamaUniversitas Halu Oleo5
- HasliantiAffiliation unknown3
Ermayanti IshakAffiliation unknown2
Romy KetjulanAffiliation unknown2
La Ode Abdul Rajab NadiaAffiliation unknown2
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology2
. HaliliAffiliation unknown2
. MeldawatiAffiliation unknown2
. EmiyartiAffiliation unknown2
Syamsul KamriAffiliation unknown2
. SalwiyahAffiliation unknown2
Jalil AkbarAffiliation unknown1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
Aqil Maul SandyAffiliation unknown1
Nur IrawatiAffiliation unknown1
Hajaniar .Affiliation unknown1
Al ZabarunAffiliation unknown1
Risal Azham SAffiliation unknown1
Wa NurgayahAffiliation unknown1
Desak Nyoman Sri IndrawatiAffiliation unknown1
Firman SAffiliation unknown1
. ArwinAffiliation unknown1
Sufrin .Affiliation unknown1
Novita PratiwiAffiliation unknown1
Sadam HuseinAffiliation unknown1
M. Abdul RasyidAffiliation unknown1
. PamujiAffiliation unknown1
HermanUniversitas Ahmad Dahlan1
Harmin HariAffiliation unknown1
Hartati. .Affiliation unknown1
Hasnia AramiAffiliation unknown1
Tabroni SimuhuAffiliation unknown1
Indra SuhendraAffiliation unknown1
. ArsitoAffiliation unknown1
Wanti Puspita SariAffiliation unknown1
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo1
Wa Amia KarauAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Preferensi Habitat Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis von Martens, 1897) di Sungai Langkumbe Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara</dc:title>
	<dc:creator>Alkadri, Muh. Arum</dc:creator>
	<dc:creator>Bahtiar, .</dc:creator>
	<dc:creator>Yasidi, Farid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungai Langkumbe adalah salah satu sungai yang berada di daerah Buton Utara. Sungai ini melewati beberapa desa di Kecamatan Kulisusu Barat. Masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari dalam berbagai peruntukan, di antaranya adalah untuk kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, cuci, kakus (MCK), perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe habitat bagi kerang pokea, (Batissa violacea var. celebensis) di Sungai Langkumbe Kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yang dimulai dari awal bulan Februari hingga akhir April 2017 di Sungai Langkumbe Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sapuan luas area dan sampel diambil dengan alat tangkap tangge. Data penelitian dianalisis menggunakan persamaan kepadatan, pola distribusi, kualitas perairan, dan preferensi habitat. Hasil analisis menunjukkan nilai kepadatan kerang pokea yaitu 27,78-134,92 ind/m2. Indeks distribusi menunjukkan kerang pokea mempunyai penyebaran acak dan mengelompok. Hasil pengukuran parameter lingkungan meliputi: suhu berkisar (27,5-29,6°C), pH substrat (6,3-6,8), bahan organik dengan nilai rata-rata 0,21-5,43%, serta tekstur substrat didominasi oleh pasir halus. Preferensi habitat menunjukkan tekstur substrat mempunyai kontribusi besar dan menjadi penciri di setiap stasiun. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kerang pokea menyenangi habitat dengan tipe substrat lumpur bercampur pasir sangat halus dan pasir kasar.Kata Kunci : Kepadatan, distribusi, kualitas air, preferensi habitat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-05-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/4085</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan; Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/4085/3179</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:rights>
</oai_dc:dc>