Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Distribusi suhu permukaan laut secara spasial dan temporal hubungannya dengan hasil tangkapan Madidihang di Perairan Wakatobi

Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan · Vol. 2 No. 4 (2018)

Published
2018-01-11
Publisher
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Language
eng

Abstract

Salah satu parameter yang mempengaruhi distribusi madidihang adalah suhu permukaan laut (SPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran suhu permukaan laut secara spasial dan temporal serta menguji hubungan suhu permukaan laut dengan hasil tangkapan madidihang (Thunnus albacares) yang menggunakan alat tangkap pancing tonda di perairan Wakatobi. Data yang digunakan yaitu data suhu permukaan laut harian yang diperoleh dari sensor satelit Aqua-MODIS level-2 dan data hasil tangkapan perunit upaya penangkapan (CPUE) madidihang dari nelayan Waha dan Mola yang ada di Wakatobi. Penelitian ini berlangsung selama bulan Juli - September 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi suhu permukaan laut di perairan Wakatobi berada pada kisaran 26.00°C – 32.45°C dengan nilai suhu rata-rata 28.44°C. Pola spasial suhu permukaan laut menggambarkan pola sebaran massa air yang lebih dingin bergerak dari arah timur menuju bagian barat kepulauan Wakatobi. Kemudian pola ini berganti menjadi kumpulan massa air yang tidak beraturan dengan massa air yang lebih hangat cenderung berada pada bagian selatan kepulauan Wakatobi (tepatnya di sekitar P. Binongko). Madidihang dapat tertangkap pada kisaran suhu 26.00ºC – 30.81ºC dan dominan tertangkap pada kisaran 28.00ºC – 29.82ºC. Suhu permukaan laut menunjukkan adanya hubungan terhadap hasil tangkapan madidihang dan suhu optimum penangkapan.Kata Kunci: Aqua-MODIS, Daerah penangkapan ikan, Madidihang, Suhu permukaan laut, Kepulauan Wakatobi.

Collaboration network of the authors

40 authors · 127 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Jordan University of Science and Technology
  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Naslina AliminaAffiliation unknown23
Syamsul KamriAffiliation unknown19
Abdullah AbdullahAffiliation unknown18
Hasnia AramiAffiliation unknown15
Nur Isiyana WiantiAffiliation unknown3
Suriana SurianaAffiliation unknown3
Sukmawati AbdullahAffiliation unknown2
Tjandra BuanaAffiliation unknown2
Farid YasidiAffiliation unknown2
Kadek LindawatiAffiliation unknown2
Dita SafitriAffiliation unknown2
AbdullahAffiliation unknown2
Fajeria -Affiliation unknown2
Ilma LanaAffiliation unknown2
Nur InsyaniaAffiliation unknown2
Farid RezalAffiliation unknown2
Wildayanti WildayantiAffiliation unknown2
Indrayani IndrayaniState University of Makassar2
La Ode Wahid YudinAffiliation unknown2
Andi Irwan NurAffiliation unknown2
La AnadiAffiliation unknown2
Dedy OetamaUniversitas Halu Oleo2
. AsriyanaAffiliation unknown2
Abd Al-Rahman OdehAffiliation unknown1
Hammam MheidatJordan University of Science and Technology1
Adam ShatnawiJordan University of Science and Technology1
Romy KetjulanAffiliation unknown1
La Ode Abdul MuisAffiliation unknown1
Resnawati ResnawatiAffiliation unknown1
Yusril YusrilAffiliation unknown1
Fina MirantiAffiliation unknown1
Rosmawati RosmawatiUniversitas Halu Oleo1
Agusno AgusnoAffiliation unknown1
Aldi JuardinAffiliation unknown1
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown1
Lusi Dwi AprilianiAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti Hardian SariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Distribusi suhu permukaan laut secara spasial dan temporal hubungannya dengan hasil tangkapan Madidihang di Perairan Wakatobi</dc:title>
	<dc:creator>Nasiru, Wa Ode Asrina</dc:creator>
	<dc:creator>Tadjuddah, Muslim</dc:creator>
	<dc:creator>Mustafa, Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu parameter yang mempengaruhi distribusi madidihang adalah suhu permukaan laut (SPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran suhu permukaan laut secara spasial dan temporal serta menguji hubungan suhu permukaan laut dengan hasil tangkapan madidihang (Thunnus albacares) yang menggunakan alat tangkap pancing tonda di perairan Wakatobi. Data yang digunakan yaitu data suhu permukaan laut harian yang diperoleh dari sensor satelit Aqua-MODIS level-2 dan data hasil tangkapan perunit upaya penangkapan (CPUE) madidihang dari nelayan Waha dan Mola yang ada di Wakatobi. Penelitian ini berlangsung selama bulan Juli - September 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi suhu permukaan laut di perairan Wakatobi berada pada kisaran 26.00°C – 32.45°C dengan nilai suhu rata-rata 28.44°C. Pola spasial suhu permukaan laut menggambarkan pola sebaran massa air yang lebih dingin bergerak dari arah timur menuju bagian barat kepulauan Wakatobi. Kemudian pola ini berganti menjadi kumpulan massa air yang tidak beraturan dengan massa air yang lebih hangat cenderung berada pada bagian selatan kepulauan Wakatobi (tepatnya di sekitar P. Binongko). Madidihang dapat tertangkap pada kisaran suhu 26.00ºC – 30.81ºC dan dominan tertangkap pada kisaran 28.00ºC – 29.82ºC. Suhu permukaan laut menunjukkan adanya hubungan terhadap hasil tangkapan madidihang dan suhu optimum penangkapan.Kata Kunci: Aqua-MODIS, Daerah penangkapan ikan, Madidihang, Suhu permukaan laut, Kepulauan Wakatobi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/3350</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan; Vol 2, No 4 (2017): Oktober 2017</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMSP/article/view/3350/2521</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan</dc:rights>
</oai_dc:dc>