Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

DAMPAK PERTAMBANGAN NIKEL TERHADAP LINGKUNGAN FISIK

Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi · Vol. 7 No. 1 (2022) · pp. 19–23

DOI
10.36709/jppg.v7i1.21675
ISSN
2502-2776, 2477-8192
Published
2022-01-14
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Desa Wonua Kongga merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan yang banyak memiliki potensi di bidang pertambangan nikel, sehingga sebagian besar penduduk di wilayah tersebut bekerja di pertambangan nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pertambangan nikel terhadap lingkungan fisik di Desa Wonua Kongga Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif responden sebanyak 25 yang dipilih secara random Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menanggapi beberapa terkait kegiatan pertambangan nikel sebagai berikut: 1) adanya polusi udara terutama debu yang dihasilkan dari proses penambangan dan pengangkutan biji nikel dengan presentase 100%; 2) pertambangan nikel menimbulkan kebisingan dengan presentase 84%; 3) penggalian tanah dengan kedalaman tertentu bila turun hujan tanah yang berlubang menyebabkan terjadi longsor dengan presentase 60%; 4) terjadinya kerusakan jalan, dimana jalan berlubang dan ketika musim hujan jalan berlumpur presentase 76%; 5) areal hutan berkurang dengan presentase 100%; 6) pencemaran air laut, dimana air laut kotor dan berwarna kemerahan dengan presentase 84%; 7) pencemaran air sungai/kali, dimana air sungai/kali kabur dan berlumpur serta berwarna kuning dengan presentase 64%; dan 7) kerusakan lahan, dimana terbentuknya lahan tandus akibat penggerukan dengan presentase 100%.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 85 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode AmaluddinUniversitas Halu Oleo8
La Ode NursalamAffiliation unknown6
La HaruduAffiliation unknown6
Ramli RamliUniversitas Sulawesi Tenggara3
Wa Ode FinceAffiliation unknown2
Sitti KasmiatiAffiliation unknown2
La Ode TuriUniversitas Halu Oleo1
Samiruddin SamiruddinUniversitas Halu Oleo1
Abdullah Igo BDUniversitas Halu Oleo1
Pendais HakUniversitas Halu Oleo1
Endang RaslinaAffiliation unknown1
La Ode ResteleAffiliation unknown1
Fatriadi FatriadiAffiliation unknown1
Rani Nurhalima TusadiahAffiliation unknown1
Kurniawan Indo BasmalaAffiliation unknown1
Wahyuni ArifAffiliation unknown1
Ihlas IhlasAffiliation unknown1
Emijayanti EmijayantiAffiliation unknown1
Marliati MarliatiAffiliation unknown1
Ratnawati RatnawatiAffiliation unknown1
Alit AlitAffiliation unknown1
Rachman HidayatAffiliation unknown1
Jumarwati JumarwatiAffiliation unknown1
Ipri YantiAffiliation unknown1
Nina AstriaAffiliation unknown1
Azmin Mane Azmin ManeAffiliation unknown1
Jumaniar JumaniarAffiliation unknown1
Elis Ajiansyah Elis AjiansyahAffiliation unknown1
Yarni Binti BasirAffiliation unknown1
Fardin FardinAffiliation unknown1
Meita Indriani Meita IndrianiAffiliation unknown1
Wa Ode Santi WidyawatiAffiliation unknown1
Orys MunandarAffiliation unknown1
Indah HarfianaAffiliation unknown1
Herlina HerlinaUniversitas Halu Oleo1
Holis HolisAffiliation unknown1
Yuniatun Ulfa SariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppg/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAMPAK PERTAMBANGAN NIKEL TERHADAP LINGKUNGAN FISIK</dc:title>
	<dc:creator>Surdin, Surdin</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhidayati, Nurhidayati</dc:creator>
	<dc:creator>Andrias, Andrias</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pertambangan Nikel; Lingkungan Fisik; Desa Wonua Kongga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Desa Wonua Kongga merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan yang banyak memiliki potensi di bidang pertambangan nikel, sehingga sebagian besar penduduk di wilayah tersebut bekerja di pertambangan nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pertambangan nikel terhadap lingkungan fisik di Desa Wonua Kongga Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif responden sebanyak 25 yang dipilih secara random Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menanggapi beberapa terkait kegiatan pertambangan nikel sebagai berikut: 1) adanya polusi udara terutama debu yang dihasilkan dari proses penambangan dan pengangkutan biji nikel dengan presentase 100%; 2) pertambangan nikel menimbulkan kebisingan dengan presentase 84%; 3) penggalian  tanah dengan  kedalaman tertentu bila turun hujan tanah yang berlubang menyebabkan terjadi longsor dengan presentase 60%; 4) terjadinya kerusakan jalan, dimana jalan berlubang dan ketika musim hujan jalan berlumpur presentase 76%; 5) areal hutan berkurang dengan presentase 100%; 6) pencemaran air laut, dimana air laut kotor dan berwarna kemerahan dengan presentase 84%; 7) pencemaran air sungai/kali, dimana air sungai/kali kabur dan berlumpur serta berwarna kuning dengan  presentase 64%; dan 7) kerusakan lahan, dimana terbentuknya lahan tandus akibat penggerukan dengan presentase 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppg/article/view/21675</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jppg.v7i1.21675</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi; Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 7 No. 1 Januari 2022; 19-23</dc:source>
	<dc:source>2502-2776</dc:source>
	<dc:source>2477-8192</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppg/article/view/21675/pdf</dc:relation>
</oai_dc:dc>