Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENGARUH BUDAYA PATRIARKI PADA PERAN POLITIK PEREMPUAN DAN PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK DI PARLEMEN

Journal Publicuho · Vol. 5 No. 2 (2022) · pp. 267–276

DOI
10.35817/jpu.v5i2.24734
ISSN
2621-1351, 2685-0729
Published
2022-05-01
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh budaya patriarki pada peran politik perempuan dan pengambilan kebijakan publik di parlemen. Penelitian ini dilakukan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Informan penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling). Adapun yang menjadi Informan, diantaranya Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kasubbag Kajian Perundang-undangan dan seluruh Politisi perempuan yang duduk dikursi DPRD Sulawesi Tenggara periode 2019-2024. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verivication). Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa peran politik perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara secara kuantitas masih rendah. Sebab hanya terdapat 8 orang atau 17,7 persen perempuan dari 45 orang anggota legislatif, hal tersebut disebabkan oleh berbagai factor diantaranya: masih dominannya budaya politik patriarki yang tercermin melalui regulasi dengan starting point 30% untuk keterwakilan politik perempuan (2) terdapat penetapan zipper system yang mengatur setiap 3 bakal calon terdapat sekurang-kurangnya 1 orang perempuan; pandangan stretife bahwa perempuan tidak pantas dalam dunia politik; adanya anggapan pendidikan dan kemampuan politik perempuan lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Peran perempuan dalam pengambilan kebijakan publik sudah cukup baik hanya saja belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan jumlah personil atau kuantitas mereka yang memang masih minoritas sehingga menempatkan laki-laki pada posisi yang dominan dalam berbagai pengambilan keputusan pada kebijakan publik diparlemen.

Keywords

Collaboration network of the authors

5 authors · 10 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo1
Masrul MasrulUniversitas Halu Oleo1
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo1
Megawati A. TawuloAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/PUBLICUHO/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH BUDAYA PATRIARKI  PADA PERAN  POLITIK PEREMPUAN DAN PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK  DI PARLEMEN</dc:title>
	<dc:creator>Suhri Kasim, Syaifudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ilmu Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya Patriarki, Peran Politik, Kebijakan Publik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh budaya patriarki pada  peran politik perempuan dan pengambilan kebijakan publik di parlemen.  Penelitian ini dilakukan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Informan penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling). Adapun yang menjadi Informan, diantaranya Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kasubbag Kajian Perundang-undangan dan seluruh Politisi perempuan yang duduk dikursi  DPRD Sulawesi Tenggara periode 2019-2024. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan yaitu:  reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verivication). Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa peran  politik perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara secara kuantitas masih rendah. Sebab    hanya terdapat 8 orang atau  17,7 persen perempuan dari 45 orang  anggota legislatif, hal tersebut disebabkan oleh berbagai factor diantaranya: masih dominannya budaya politik patriarki yang tercermin melalui regulasi dengan starting point 30% untuk keterwakilan politik perempuan (2) terdapat penetapan zipper system yang mengatur setiap 3 bakal calon terdapat sekurang-kurangnya 1 orang perempuan; pandangan stretife bahwa perempuan tidak pantas dalam dunia politik; adanya anggapan  pendidikan dan kemampuan politik perempuan lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.  Peran  perempuan  dalam pengambilan kebijakan publik  sudah cukup baik hanya saja belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan jumlah personil atau kuantitas mereka yang memang masih minoritas sehingga menempatkan laki-laki pada posisi yang dominan dalam berbagai pengambilan keputusan pada kebijakan publik  diparlemen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">qualitative</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/PUBLICUHO/article/view/24734</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35817/jpu.v5i2.24734</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal Publicuho; Vol 5, No 2 (2022): May-July; 267-276</dc:source>
	<dc:source>2621-1351</dc:source>
	<dc:source>2685-0729</dc:source>
	<dc:source>10.35817/jpu.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/PUBLICUHO/article/view/24734/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Syaifudin Suhri Kasim</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>