Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

POTRET KETERWAKILAN POLITIK PEREMPUAN DIPARLEMEN DAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBATNYA

Jurnal Neo Societal · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 78–84

DOI
10.52423/jns.v7i2.24539
ISSN
2503-359X
Published
2022-04-22
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterwakilan politik perempaun diparlemen dan faktor-faktor penghambatnya. Penelitian ini dilakukan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemilihan Informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling (disengaja). Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kasubbag Kajian Perundang-undangan dan seluruh Politisi perempuan yang duduk dikursi DPRD Sulawesi tenggara periode 2019-2024. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Keterwakilan politik perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara secara kuantitas masih rendah, hanya mencapai 17,7% dari total 45 anggota legislatif. Adapun faktor penghambatnya diantaranya: Masih kuatnya pengaruh budaya patriarki yang terlihat dari starting point 30% untuk keterwakilan politik perempuan dan adanya aturan penetapan bakal calon dari partai politik dengan perbandingan setiap 3 (tiga) orang bakal calon laki-laki hanya boleh diwakili 1 orang bakal calon perempuan. Padahal semestinya keterwakilan perempuan harus sama banyaknya dengan laki-laki supaya tercipta harmoni, stabilitas dan keseimbangan di parlemen. Kemudian pengaruh peran ganda perempuan, popularitas yang rendah, kemampuan finansial, kondisi geografis wilayah dan kurangnya kerjasama dan dukungan organisasi politik.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 240 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo16
Tanzil TanzilUniversitas Halu Oleo14
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo14
Ratna SupiyahUniversitas Halu Oleo11
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo11
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown10
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo9
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo8
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo8
Harnina RidwanUniversitas Halu Oleo7
Dewi AnggrainiAffiliation unknown7
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo6
Asrul JayaUniversitas Halu Oleo5
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo5
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo5
Rety Reka MerlinsAffiliation unknown5
Sirajuddin SirajuddinUniversitas Halu Oleo4
Muhammad Fajar PurnamaAffiliation unknown3
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo3
La TarifuUniversitas Halu Oleo3
Damsid DamsidAffiliation unknown3
SITTI ROSYIDAHAffiliation unknown2
Muhammad Zakaria UmarAffiliation unknown2
Mazhfia UmarAffiliation unknown2
Fera Tri SusilawatyUniversitas Halu Oleo2
La Ode Muh. UmranUniversitas Halu Oleo2
La Ode HermanAffiliation unknown2
Eka SuaibUniversitas Halu Oleo2
Wa Ode SifatuUniversitas Halu Oleo2
La Ode DirmanAffiliation unknown2
I Ketut SuardikaUniversitas Halu Oleo2
Nur AyniAffiliation unknown2
Jopang JopangUniversitas Halu Oleo2
Adrian TawaiUniversitas Halu Oleo2
lutfiana Nur AzizahAffiliation unknown2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTRET KETERWAKILAN POLITIK PEREMPUAN DIPARLEMEN DAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBATNYA</dc:title>
	<dc:creator>Kasim, Syaifudin Suhri</dc:creator>
	<dc:creator>Moita, Sulsalman</dc:creator>
	<dc:creator>Bahtiar, Bahtiar</dc:creator>
	<dc:creator>Arsyad, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Masrul, Masrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keterwakilan,  Politik, Perempuan, , Faktor Penghambat.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterwakilan politik perempaun diparlemen dan faktor-faktor penghambatnya.  Penelitian ini dilakukan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemilihan Informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling (disengaja). Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kasubbag Kajian Perundang-undangan dan seluruh Politisi perempuan yang duduk dikursi  DPRD Sulawesi tenggara periode 2019-2024. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Keterwakilan politik perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara secara kuantitas masih rendah, hanya mencapai 17,7% dari total 45 anggota legislatif. Adapun faktor penghambatnya diantaranya:  Masih kuatnya pengaruh budaya patriarki yang terlihat dari  starting point 30% untuk keterwakilan politik perempuan dan adanya aturan penetapan bakal calon dari partai politik dengan perbandingan setiap  3 (tiga) orang bakal calon laki-laki hanya boleh diwakili 1 orang bakal calon perempuan. Padahal semestinya keterwakilan perempuan harus sama banyaknya dengan laki-laki supaya tercipta harmoni, stabilitas dan keseimbangan di parlemen. Kemudian pengaruh peran ganda perempuan, popularitas yang rendah, kemampuan finansial, kondisi geografis wilayah dan kurangnya kerjasama dan dukungan organisasi politik. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/24539</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/jns.v7i2.24539</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Neo Societal; Vol 7, No 2 (2022): Edisi April; 78 - 84</dc:source>
	<dc:source>2503-359X</dc:source>
	<dc:source>10.52423/jns.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/24539/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/downloadSuppFile/24539/4556</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Syaifudin Suhri Kasim</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>