Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

EKSISTENSI KOMUNITAS WARIA (Studi Tentang Latar Belakang Terbentuk dan Berkembangnya Komunitas Waria di Desa Totombe Jaya Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe)

Jurnal Neo Societal · Vol. 5 No. 2 (2020) · pp. 155–163

DOI
10.52423/jns.v5i2.11085
ISSN
2503-359X
Published
2020-04-27
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Pada dasarnya waria sebagai kelompok minoritas. Hakekat dari kelompok minoritas adalah kelompok sosial yang dapat merujuk kepada kelompok bawahan maupun marginal. Kaum waria memilih atau mengkonstruksi sendiri perilaku dan identitas gendernya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terbentuknya seseorang menjadi waria serta untuk mengetahui faktor penyebab berkembangnya komunitas waria. Penelitian dilaksanakan di Desa Totombe Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ditetapkan secara purposive yang terdiri dari 5 orang waria dan 5 orang warga masyarakat yang berada di Desa Totombe. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi waria adalah factor psikologis yang bersumber dari ketidakharmonisan lingkungan keluarga dan faktor sosiologis yang bersumber dari lingkungan sosial yang tidak kondusif. Adapun faktor berkembangnya komunitas waria di Desa Totombe adalah sikap permisif masyarakat sehingga tidak terdapat penolakan keras dari masyarakat dan pemerintah terhadap kaum waria serta faktor penetrasi budaya dari luar. Hal ini memicu kaum waria menunjukkan jati diri mereka di tengah-tengah masyarakat, dan membuat mereka bebas mengekspresikan gaya hidup mereka.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 142 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Tanzil TanzilUniversitas Halu Oleo9
Ratna SupiyahUniversitas Halu Oleo5
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo5
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo5
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo4
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo4
Rety Reka MerlinsAffiliation unknown3
Amin TundaUniversitas Halu Oleo3
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo3
Syaifudin Suhri KasimUniversitas Halu Oleo3
Samsul SamsulUniversitas Halu Oleo2
Harnina RidwanUniversitas Halu Oleo2
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo2
Muhammad Ali BadaruddinUniversitas Halu Oleo2
La Ode Monto BautoUniversitas Halu Oleo2
Herlin RosdianaAffiliation unknown2
Dewi AnggrainiAffiliation unknown2
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo2
Muhammad Rizal ArsyadUniversitas Halu Oleo1
La Ode MontasirAffiliation unknown1
Dian HardiantiAffiliation unknown1
Henni AmaliahUniversitas Halu Oleo1
Irwan IrwanUniversitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar1
Reni ReniUniversitas Halu Oleo1
Muhamad Nur IkhsanAffiliation unknown1
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo1
Olivia Rusmin LiamboUniversitas Halu Oleo1
Egi SaputraUniversitas Halu Oleo1
La BoyInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Anggita AndariniUniversitas Halu Oleo1
Fitriani Binti HasanUniversitas Halu Oleo1
Sarmadan SarmadanUniversitas Halu Oleo1
Sitti PatimahUniversitas Halu Oleo1
Ibrahim HasanAffiliation unknown1
Nur DianaAffiliation unknown1
Wa Ode VirayuniaAffiliation unknown1
Niatin NiatinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EKSISTENSI KOMUNITAS WARIA (Studi Tentang Latar Belakang Terbentuk dan Berkembangnya Komunitas Waria di Desa Totombe Jaya Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe)</dc:title>
	<dc:creator>Irnawati, Eri</dc:creator>
	<dc:creator>Hos, Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:creator>Peribadi, Peribadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">waria; perilaku menyimpang; sosiogenik; psikogenik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada dasarnya waria sebagai kelompok minoritas. Hakekat dari kelompok minoritas adalah kelompok sosial yang dapat merujuk kepada kelompok bawahan maupun marginal. Kaum waria memilih atau mengkonstruksi sendiri perilaku dan identitas gendernya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terbentuknya seseorang menjadi waria serta untuk mengetahui faktor penyebab berkembangnya komunitas waria. Penelitian dilaksanakan di Desa Totombe Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ditetapkan secara purposive yang terdiri dari 5 orang waria dan 5 orang warga masyarakat yang berada di Desa Totombe. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi waria adalah factor psikologis yang bersumber dari ketidakharmonisan lingkungan keluarga dan faktor sosiologis yang bersumber dari lingkungan sosial yang tidak kondusif. Adapun faktor berkembangnya komunitas waria di Desa Totombe adalah sikap permisif masyarakat sehingga tidak terdapat penolakan keras dari masyarakat dan pemerintah terhadap kaum waria serta faktor penetrasi budaya dari luar. Hal ini memicu kaum waria menunjukkan jati diri mereka di tengah-tengah masyarakat, dan membuat mereka bebas mengekspresikan gaya hidup mereka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/11085</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/jns.v5i2.11085</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Neo Societal; Vol 5, No 2 (2020): Edisi April; 155-163</dc:source>
	<dc:source>2503-359X</dc:source>
	<dc:source>10.52423/jns.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/11085/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Eri Irnawati, Jamaluddin Hos, Peribadi Peribadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>