Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

SI MISKIN DALAM MEDIA (ANALISIS ISI REPRESENTASI HABITUS KELAS BAWAH DALAM PROGRAM "ORANG PINGGIRAN" TRANS7)

Jurnal Neo Societal · Vol. 6 No. 4 (2021) · pp. 268–281

DOI
10.52423/jns.v6i4.20867
ISSN
2503-359X
Published
2021-10-28
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Artikel ini merupakan penelitian yang menggambarkan habitus kelas bawah dalam tayangan “Orang Pinggiran” Trans7. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis isi kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni 137 tayangan “Orang Pinggiran” yang diakses melalui akun Youtube ”TRANS7 OFFICIAL”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan “Orang Pinggiran” lebih sering menampilkan orang tua sebagai tokoh utama dan anak-anak sebagai tokoh pendamping. Habitus kelas bawah yang ditampilkan mulai dari pekerjaan, kondisi tempat tinggal, kondisi fisik, hingga sifat yang dimiliki. Bekerja sebagai penjual makanan keliling, buruh harian lepas, dan penjual kerajinan tangan yang waktu kerjanya tidak menentu dan penghasilannya juga tidak menentu. Serta, tinggal di desa dengan kondisi tempat tinggal rumah semi permanen yang sudah usang dan kondisi keluarga tidak lengkap menjadi habitus kelas bawah yang dicirikan sebagai orang pinggiran. Selain itu, pekerja keras dan pantang menyerah, dan selalau bersyukur dan ikhlas merupakan sifat positif kelas bawah yang juga ditampilkan dalam tayangan “Orang Pinggiran”. Jadi, semua habitus yang muncul dalam alur cerita tayangan “Orang Pinggiran” menggambarkan ciri hidup kelas bawah.

Keywords

Collaboration network of the authors

7 authors · 9 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rahma IsnaniaAffiliation unknown1
Tri Rini WidyastutiAffiliation unknown1
Kintan Putri SalsabiilAffiliation unknown1
Ratna DewiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SI MISKIN DALAM MEDIA (ANALISIS ISI REPRESENTASI HABITUS KELAS BAWAH  DALAM PROGRAM "ORANG PINGGIRAN" TRANS7)</dc:title>
	<dc:creator>Nursela, Hepi</dc:creator>
	<dc:creator>Martono, Nanang</dc:creator>
	<dc:creator>Puspitasari, Elis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Orang Pinggiran, Habitus, Kelas Bawah, Media</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel ini merupakan penelitian yang menggambarkan habitus kelas bawah dalam tayangan “Orang Pinggiran” Trans7. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis isi kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni 137 tayangan “Orang Pinggiran” yang diakses melalui akun Youtube ”TRANS7 OFFICIAL”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan “Orang Pinggiran” lebih sering menampilkan orang tua sebagai tokoh utama dan anak-anak sebagai tokoh pendamping. Habitus kelas bawah yang ditampilkan mulai dari pekerjaan, kondisi tempat tinggal, kondisi fisik, hingga sifat yang dimiliki. Bekerja sebagai penjual makanan keliling, buruh harian lepas, dan penjual kerajinan tangan yang waktu kerjanya tidak menentu dan penghasilannya juga tidak menentu. Serta,  tinggal di desa dengan kondisi tempat tinggal rumah semi permanen yang sudah usang dan kondisi keluarga tidak lengkap menjadi habitus kelas bawah yang dicirikan sebagai orang pinggiran . Selain itu, pekerja keras dan pantang menyerah, dan selalau bersyukur dan ikhlas merupakan sifat positif kelas bawah yang juga ditampilkan dalam tayangan “Orang Pinggiran”. Jadi, semua habitus yang muncul dalam alur cerita tayangan “Orang Pinggiran” menggambarkan ciri hidup kelas bawah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Jenderal Soedirman</dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/20867</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/jns.v6i4.20867</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Neo Societal; Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober; 268-281</dc:source>
	<dc:source>2503-359X</dc:source>
	<dc:source>10.52423/jns.v6i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/20867/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Hepi Nursela, Nanang Martono, Elis Puspitasari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>