Artikel ini mendeskripsikan peranan industri batik di Banyumas dalam peningkatan kemandirian ekonomi lansia serta fungsi dan manfaat membatik bagi lansia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mengambil informan dari lansia yang bekerja sebagai pembatik di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Informan ditentukan dengan metode sampel purposif, yaitu lansia yang bekerja sebagai pembatik di industri batik.Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di industri batik di Sokaraja yang mempekerjakan lansia. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sektor pekerjaan pembatik cap dan tulis dapat menjadi alternatif bagi lansia untuk menjadi individu aktif dan mandiri. Para lansia yang bekerja sebagai pembatik dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri atau tidak menggantungkan hidupnya dengan anak atau cucunya. Mereka berusaha karena tidak ingin menjadi beban maupun bergantung terhadap anaknya. Selain itu, ada lansia yang justru berkontribusi membantu ekonomi anak dan memenuhi kebutuhan cucunya. Pekerjaan ini memberikan peningkatan ekonomi khususnya bagi pembatik tulis ketika suaminya tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Sementara itu, pekerjaan sebagai pembatik cap dianggap lebih menguntungkan daripada pekerjaan lainnya karena memiliki penghasilan tetap dan jelas. Selain itu, pekerjaan membatik memiliki fungsi dan manfaat lain selain ekonomi, yaitu fisik maupun psikologis, sosial, dan budaya.
Collaboration network of the authors
7 authors ·
9 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.