Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

POWER INTERPLAY KEPALA DAERAH DAN PERUBAHAN SUARA PARTAI POLITIK DI TINGKAT LOKAL (Studi Kasus di Kabupaten Muna Barat dan Kota Kendari)

Jurnal Neo Societal · Vol. 5 No. 3 (2020) · pp. 272–288

DOI
10.52423/jns.v5i3.11363
ISSN
2503-359X
Published
2020-07-27
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi keterkaitan antara interaksi kekuasaan (power interplay) kepala daerah dan perubahan suara partai politik di tingkat lokal. Tulisan ini mengambil kasus perubahan suara Partai Nasional Demokrat (NASDEM) di Kabupaten Muna Barat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Kendari pada pemilu 2019. Tulisan ini bertujuan menguraikan praktek interaksi kekuasaan kepala daerah, serta menjelaskan dampak interaksi kekuasaan terhadap perubahan suara partai politik. Tulisan ini menemukan kepala daerah melakukan interaksi kekuasaan untuk mempengaruhi aparat sipil negara (ASN), mempengaruhi masyarakat, mempengaruhi camat, lurah dan kepala desa dan mempengaruhi partai politik. Permainan kekuasaan yang diperankan kepala daerah sangat efektif dalam meningkatkan jumlah kursi dan memenangkan partai politik pada pemilu 2019. Partai NASDEM Kabupaten Muna Barat yang didukung oleh Bupati berhasil memenangkan Pemilu dan meningkatkan perolehan kursi legislatif dari 2 menjadi 9 kursi (kenaikan 350 %). PKS Kota Kendari yang dipimpin Walikota Kota Kendari berhasil memenangkan Pemilu dan menaikan perolehan kursi dari 4 menjadi 7 kursi (kenaikan 75 %). Peningkatan suara dua partai ini berhasil mendudukan kadernya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, jabatan yang belum pernah diraih sebelumnya. Pencapaian ini merupakan prestasi yang sangat spetakuler.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 78 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Suharty RoslanUniversitas Halu Oleo5
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo4
Muhammad RusliUniversitas Halu Oleo3
La Ode Monto BautoUniversitas Halu Oleo2
Sulsalman MoitaUniversitas Halu Oleo2
Rety Reka MerlinsAffiliation unknown2
Juhaepa JuhaepaUniversitas Halu Oleo2
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo2
La TarifuUniversitas Halu Oleo2
Sumarlin SumarlinUniversitas Halu Oleo1
Dewi AnggrainiAffiliation unknown1
Muh NasirUniversitas Halu Oleo1
Waode Sitti Murnia SariAffiliation unknown1
Rahman TandiAffiliation unknown1
Ratnawati RatnawatiAffiliation unknown1
Asriani AsrianiUniversitas Halu Oleo1
Irmayani IrmayaniAffiliation unknown1
Nurhalisa HusenAffiliation unknown1
Marlina RajabAffiliation unknown1
Marliana MarlianaAffiliation unknown1
Iksan Mail SyahAffiliation unknown1
Keli SartikaAffiliation unknown1
Sarman SarmanAffiliation unknown1
Usnia UsniaAffiliation unknown1
Ardi YusufAffiliation unknown1
Angga SaputraAffiliation unknown1
Nirmawati NirmawatiAffiliation unknown1
Orin OrinAffiliation unknown1
Amnia AmniaAffiliation unknown1
Alimuddin AlimuddinAffiliation unknown1
La AlimanAffiliation unknown1
Tahrun KokoAffiliation unknown1
Hj. Suharty RoslanAffiliation unknown1
Wa SarianaAffiliation unknown1
Kasrin KasrinAffiliation unknown1
Ilham IlhamAffiliation unknown1
Susianti SusiantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POWER INTERPLAY KEPALA DAERAH DAN PERUBAHAN SUARA PARTAI POLITIK DI TINGKAT LOKAL (Studi Kasus di Kabupaten Muna Barat dan Kota Kendari)</dc:title>
	<dc:creator>Zuada, La Husen</dc:creator>
	<dc:creator>Husain, M. Najib</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Partai Politik, Pemilu, Perubahan Suara, Power Interplay</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel ini mengeksplorasi keterkaitan antara interaksi kekuasaan (power interplay) kepala daerah dan perubahan suara partai politik di tingkat lokal. Tulisan ini mengambil kasus perubahan suara Partai Nasional Demokrat (NASDEM) di Kabupaten Muna Barat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Kendari pada pemilu 2019. Tulisan ini bertujuan menguraikan praktek interaksi kekuasaan kepala daerah, serta menjelaskan dampak interaksi kekuasaan terhadap perubahan suara partai politik. Tulisan ini menemukan kepala daerah melakukan interaksi kekuasaan untuk mempengaruhi aparat sipil negara (ASN), mempengaruhi masyarakat, mempengaruhi camat, lurah dan kepala desa dan mempengaruhi partai politik. Permainan kekuasaan yang diperankan kepala daerah sangat efektif dalam meningkatkan jumlah kursi dan memenangkan partai politik pada pemilu 2019. Partai NASDEM Kabupaten Muna Barat yang didukung oleh Bupati berhasil memenangkan Pemilu dan meningkatkan perolehan kursi legislatif dari 2 menjadi 9 kursi (kenaikan 350 %). PKS Kota Kendari yang dipimpin Walikota Kota Kendari berhasil memenangkan Pemilu dan menaikan perolehan kursi dari 4 menjadi 7 kursi (kenaikan 75 %). Peningkatan suara dua partai ini berhasil mendudukan kadernya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,  jabatan yang belum pernah diraih sebelumnya. Pencapaian ini merupakan prestasi yang sangat spetakuler.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-07-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/11363</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/jns.v5i3.11363</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Neo Societal; Vol 5, No 3 (2020): Edisi Juli; 272-288</dc:source>
	<dc:source>2503-359X</dc:source>
	<dc:source>10.52423/jns.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/11363/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 La Husen Zuada, M. NAJIB HUSAIN, Dewi Anggraini</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>