Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENGEMBANGAN URBAN FARMING DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA KENDARI

Jurnal Neo Societal · Vol. 5 No. 3 (2020) · pp. 227–237

DOI
10.52423/jns.v5i3.12750
ISSN
2503-359X
Published
2020-07-29
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Urban farming merupkan hal baru bagi sebahagian masyarakat. Meskipun demikian urban farming sebenarnya sudah ada sejak dahulu dimana masyarakat memiliki tradisi menanam tanaman yang bisa dimakan atau dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Namun, masalah ini masih merupakan hal yang belum banyak dibahas oleh literatur perencanaan kota dan cenderung tidak tersentuh oleh kebijakan spasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan pengembangan urban farming yang dilaksnakan oleh masyarakat perkotaan di Kota Kendari dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh aparat pemerintah di Dinas Pertanian Kota Kendari, aparat pemerintah kecamatan, ketua dan anggota kelompok masyarakat petani urban. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan urban farming belum dapat memberdayakan masyarakat secara keseluruhan dikarenakan produk yang dihasilkan masih produk lokal dan belum terkelola secara profesional, Pada umumnya masyarakat melakukan atas dasar kesenangan saja sehingga secara ekonomis belum dirasakan oleh masyarakat, karena belum dapat meningkatkan swadaya dan swadana masyarakat. Kegiatan ini pun belum menjadi alternatif sebagai lapangan kerja baru dan pengelolaan program belum terkelola dengan baik, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, diantaranya pemberian bantuan bibit tanaman dan peralatan mesin pembuatan kompos, serta bantuan tenaga skill sebagai tenaga pendamping.

Collaboration network of the authors

40 authors · 84 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muh NasirUniversitas Halu Oleo4
Asriani AsrianiUniversitas Halu Oleo2
Faturachman Alputra SudirmanUniversitas Halu Oleo2
Muh AmirUniversitas Halu Oleo2
Wempy BangaAffiliation unknown2
Makmur KambolongUniversitas Halu Oleo2
Muhammad YusufUniversitas Halu Oleo2
Rahman RahmanUniversitas Halu Oleo1
Elsa TrianaUniversitas Halu Oleo1
Miftahul JannahUniversitas Halu Oleo1
La Tarifu La TarifuAffiliation unknown1
Ciang WindasariUniversitas Halu Oleo1
Fatkhul MananUniversitas Halu Oleo1
Ayi Nur FauziahUniversitas Halu Oleo1
Ari ArhandiAffiliation unknown1
Laode MustafaAffiliation unknown1
Asmunidar AsmunidarAffiliation unknown1
Rahman TandiAffiliation unknown1
Lisna DewiAffiliation unknown1
Muh Najib HusainAffiliation unknown1
Al Razak PrilsanAffiliation unknown1
Sriwangi SriwangiAffiliation unknown1
La TarifuUniversitas Halu Oleo1
Citra WatiAffiliation unknown1
Asrul JayaUniversitas Halu Oleo1
Nurhaliza NurhalizaUniversitas Halu Oleo1
Alif AlifAffiliation unknown1
Reski WahyudiAffiliation unknown1
Sartika RahimAffiliation unknown1
Rekha Adji PratamaAffiliation unknown1
Umirul HamAffiliation unknown1
Desi FaradilaAffiliation unknown1
Syamsul AlamAffiliation unknown1
Laode Riktihzar Sumar KausiriAffiliation unknown1
Muh Zein AbdullahAffiliation unknown1
Kadek Jayanto NusantaraAffiliation unknown1
Deny HeryantoAffiliation unknown1
Imran HusenAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN URBAN FARMING DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Amir, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Saidin, Saidin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Urban farming merupkan hal baru bagi sebahagian masyarakat. Meskipun demikian urban farming sebenarnya sudah ada sejak dahulu dimana masyarakat memiliki tradisi menanam tanaman yang bisa dimakan atau dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Namun, masalah ini masih merupakan hal yang belum banyak dibahas oleh literatur perencanaan kota dan cenderung tidak tersentuh oleh kebijakan spasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan pengembangan urban farming yang dilaksnakan oleh masyarakat perkotaan di Kota Kendari dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh aparat pemerintah di Dinas Pertanian Kota Kendari, aparat pemerintah kecamatan, ketua dan anggota kelompok masyarakat petani urban. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan urban farming belum dapat memberdayakan masyarakat secara keseluruhan dikarenakan produk yang dihasilkan masih produk lokal dan belum terkelola secara profesional, Pada umumnya masyarakat melakukan atas dasar kesenangan saja sehingga secara ekonomis belum dirasakan oleh masyarakat, karena belum dapat meningkatkan swadaya dan swadana masyarakat. Kegiatan ini pun belum menjadi alternatif sebagai lapangan kerja baru dan pengelolaan program belum terkelola dengan baik, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, diantaranya pemberian bantuan bibit tanaman dan peralatan mesin pembuatan kompos, serta bantuan tenaga skill sebagai tenaga pendamping.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-07-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/12750</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/jns.v5i3.12750</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Neo Societal; Vol 5, No 3 (2020): Edisi Juli; 227-237</dc:source>
	<dc:source>2503-359X</dc:source>
	<dc:source>10.52423/jns.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/NeoSocietal/article/view/12750/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Muhammad Amir, Saidin Saidin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>