Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Penerapan Algoritma Pillar Untuk Inisialisasi Titik Pusat K-Means Klaster Dinamis

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 7 No. 6 (2020) · pp. 1213–1220

DOI
10.25126/jtiik.2020762538
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2020-12-02
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

K-Means merupakan algoritma yang digunakan untuk melakukan pengklasteran data. Namun, k-means memilikimasalah dalam sensitivitas penentuan partisi awal jumlah klaster. Penelitian terkait menyatakan algoritma k-means tergantung pada penentuan titik pusat klaster awal. Pemilihan pusat klaster awal secara acak cenderung menghasilkan klaster yang berbeda. Sehingga untuk menentukan klaster terbaik harus dilakukan dengan memperhatikan nilai Sum Sequare Error yang terkecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penentuan klaster dilakukan dengan menggunakan algoritma pillar. Algoritma pillar menentukan titik pusat klaster dengan memilih data dengan nilai euclidean paling jauh dari titik pusat klaster. Namun pemilihan titik klaster tetap memperhatikan kemungkinan data outlier. Pengujian dilakukan dengan menetapkan satu buah klaster awal sebagai inisialisasi skaligus sebagai klaster pembanding untuk menentukan kualitas klaster berikutnya. Penelitian ini menggunakan data set ruspini dan iris. Untuk data ruspini terdiri dari 76 data set, sedangkan data iris terdiri dari 150 data set. Klaster Pillar memiliki nilai Sum Sequere Error, Variance Cluster, dan Davies yang lebih kecil dibandingkan klaster dinamis pada data set ruspini. Nilai tersebut secara berurutan untuk algoritma pillar adalah 0.28, 0.11, 7.30, 5.88. Untuk data set iris nilai Sum Square Error lebih tinggi dibandingkan dengan klaster dinamis yaitu 0.34. Sedangkan algoritma klaster dinamis memiliki nilai 0.32. Hal tersebut disebahkan penentuan data outlier pada iris data set yang tidak akurat. Ketidakakurantan tersebut berasal dari data yang bersifat multivariat, sehingga memungkinkan data outlier menjadi centroid awal klaster. Sehingga jika dilihat dari nilai validitas SSE, algoritma pillar k-means klaster dinamis masih kurang bekerja optimal dibandingkan dengan algoritma k-means klaster dinamis.

Collaboration network of the authors

12 authors · 23 co-authorship links · 3 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Pendidikan Ganesha
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Putu Praba SantikaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ida Bagus Ary Indra IswaraInstitut Bisnis dan Teknologi Indonesia1
I Nyoman Alit ArsanaAffiliation unknown1
Ni Luh Putu Risma DewiUniversitas Pendidikan Ganesha1
I Ketut PurnamawanUniversitas Pendidikan Ganesha1
Ni Wayan MartiAffiliation unknown1
Ngakan Made Krisna SedanaAffiliation unknown1
I Ketut Resika ArthanaAffiliation unknown1
Ngakan Made Krisna SedanaUniversitas Pendidikan Ganesha1
I Ketut Resika ArthanaUniversitas Pendidikan Ganesha1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Penerapan Algoritma Pillar Untuk Inisialisasi Titik Pusat K-Means Klaster Dinamis</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Seputra, Ketut Agus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">K-Means merupakan algoritma yang digunakan untuk melakukan pengklasteran data. Namun, k-means memilikimasalah dalam sensitivitas penentuan partisi awal jumlah klaster. Penelitian terkait menyatakan algoritma k-means tergantung pada penentuan titik pusat klaster awal. Pemilihan pusat klaster awal secara acak cenderung menghasilkan klaster yang berbeda. Sehingga untuk menentukan klaster terbaik harus dilakukan dengan memperhatikan nilai Sum Sequare Error yang terkecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penentuan klaster dilakukan dengan menggunakan algoritma pillar. Algoritma pillar menentukan titik pusat klaster dengan memilih data dengan nilai euclidean paling jauh dari titik pusat klaster. Namun pemilihan titik klaster tetap memperhatikan kemungkinan data outlier. Pengujian dilakukan dengan menetapkan satu buah klaster awal sebagai inisialisasi skaligus sebagai klaster pembanding untuk menentukan kualitas klaster berikutnya. Penelitian ini menggunakan data set ruspini dan iris. Untuk data ruspini terdiri dari 76 data set, sedangkan data iris terdiri dari 150 data set. Klaster Pillar memiliki nilai Sum Sequere Error, Variance Cluster, dan Davies yang lebih kecil dibandingkan klaster dinamis pada data set ruspini. Nilai tersebut secara berurutan untuk algoritma pillar adalah 0.28, 0.11, 7.30, 5.88. Untuk data set iris nilai Sum Square Error lebih tinggi dibandingkan dengan klaster dinamis yaitu 0.34. Sedangkan algoritma klaster dinamis memiliki nilai 0.32. Hal tersebut disebahkan penentuan data outlier pada iris data set yang tidak akurat. Ketidakakurantan tersebut berasal dari data yang bersifat multivariat, sehingga memungkinkan data outlier menjadi centroid awal klaster. Sehingga jika dilihat dari nilai validitas SSE, algoritma pillar k-means klaster dinamis masih kurang bekerja optimal dibandingkan dengan algoritma k-means klaster dinamis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/2538</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2020762538</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 7 No 6: Desember 2020; 1213-1220</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 7 No. 6: Desember 2020; 1213-1220</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.202076</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/2538/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>