Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Deteksi Dini Kanker Kulit menggunakan K-NN dan Convolutional Neural Network

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 7 No. 2 (2020) · pp. 373–378

DOI
10.25126/jtiik.2020702602
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2020-02-18
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Kanker kulit adalah salah satu jenis kanker yang dapat menyebabkan kematian sehingga diperlukan sebuah aplikasi perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu melakukan deteksi dini kanker kulit dengan mudah. Sehingga diharapkan deteksi dini kanker kulit dapat terdeteksi lebih cepat. Pada penelitian ini terdapat dua metode yang digunakan untuk melakukan deteksi dini kanker kulit yaitu deteksi dengan klasifikasi secara regresi dan artificial neural network dengan arsitektur convolutional neural network. Akurasi yang diperoleh dengan menggunakan klasifikasi secara regresi adalah sebesar 75%. Sementara, akurasi deteksi yang didapatkan dengan menggunakan convolutional neural network adalah sebesar 76%. Hasil yang diperoleh dari kedua metoda ini masih dapat ditingkatkan pada penelitian lanjutan, yaitu dengan cara melakukan prapengolahan pada set data citra yang digunakan. Sehingga set data yang digunakan memiliki tingkat pencahayaan, sudut (pengambilan), serta ukuran citra yang sama. Apabila tersedia sumber daya komputasi yang besar, akan dilakukan penambahan jumlah citra yang digunakan, baik itu sebagai set data latih maupun uji. AbstractSkin cancer is one type of cancer that can cause death for many people. Because of this, an application is needed to easily detect skin cancer early that the cancer can be handled with more quickly. In this study there were two methods used to detect skin cancer, namely detection by regression classification and detection by classifying using artificial neural networks with network convolutional architecture. Detection with regression classification gives an accuracy of 75%. While detection using convolutional neural networks gives an accuracy of 76%. These proposed early detection systems can be improved to increase the accuracy. For further development, several image processing techniques will be applied, such as contrast enhancement and color equalization. For future works, if there is more computational resource, more images can be used as dataset and implement the deep learning algorithm to improve the accuracy.

Collaboration network of the authors

21 authors · 46 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Bandung Institute of Technology
  • Sumatera Institute of Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Alfie Rizky AnandaBandung Institute of Technology2
Abdullah Faqih A. MubarokBandung Institute of Technology1
Akhmad Dyma H. SyababaBandung Institute of Technology1
Lavita Nur'aviana RizalputriAffiliation unknown1
Ahmad Habbie ThiasBandung Institute of Technology1
Yusuf Aulia RahmanAffiliation unknown1
Faisal AmirSumatera Institute of Technology1
Marsudi SiburianSumatera Institute of Technology1
Nova ResfitaSumatera Institute of Technology1
Muhammad Wildan GifariSumatera Institute of Technology1
Rudi SetiawanSumatera Institute of Technology1
Muhammad AdzkiaBandung Institute of Technology1
Firzal ArlandBandung Institute of Technology1
Afin Muhammad NurtsaniBandung Institute of Technology1
Muhammad Adib SyamlanBandung Institute of Technology1
Richard MengkoAffiliation unknown1
Ayu Paranitha H. PutriBandung Institute of Technology1
Donny DanudirdjoBandung Institute of Technology1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Deteksi Dini Kanker Kulit menggunakan K-NN dan Convolutional Neural Network</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Savera, Teresia R.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suryawan, Winsya H.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Setiawan, Agung Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Kanker kulit adalah salah satu jenis kanker yang dapat menyebabkan kematian sehingga diperlukan sebuah aplikasi perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu melakukan deteksi dini kanker kulit dengan mudah. Sehingga diharapkan deteksi dini kanker kulit dapat terdeteksi lebih cepat. Pada penelitian ini terdapat dua metode yang digunakan untuk melakukan deteksi dini kanker kulit yaitu deteksi dengan klasifikasi secara regresi dan artificial neural network dengan arsitektur convolutional neural network. Akurasi yang diperoleh dengan menggunakan klasifikasi secara regresi adalah sebesar 75%. Sementara, akurasi deteksi yang didapatkan dengan menggunakan convolutional neural network adalah sebesar 76%. Hasil yang diperoleh dari kedua metoda ini masih dapat ditingkatkan pada penelitian lanjutan, yaitu dengan cara melakukan prapengolahan pada set data citra yang digunakan. Sehingga set data yang digunakan memiliki tingkat pencahayaan, sudut (pengambilan), serta ukuran citra yang sama. Apabila tersedia sumber daya komputasi yang besar, akan dilakukan penambahan jumlah citra yang digunakan, baik itu sebagai set data latih maupun uji. AbstractSkin cancer is one type of cancer that can cause death for many people. Because of this, an application is needed to easily detect skin cancer early that the cancer can be handled with more quickly. In this study there were two methods used to detect skin cancer, namely detection by regression classification and detection by classifying using artificial neural networks with network convolutional architecture. Detection with regression classification gives an accuracy of 75%. While detection using convolutional neural networks gives an accuracy of 76%. These proposed early detection systems can be improved to increase the accuracy. For further development, several image processing techniques will be applied, such as contrast enhancement and color equalization. For future works, if there is more computational resource, more images can be used as dataset and implement the deep learning algorithm to improve the accuracy.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-02-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/2602</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2020702602</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 7 No 2: April 2020; 373-378</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 7 No. 2: April 2020; 373-378</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.202072</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/2602/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>