Jurnal
Penggunaan Daun Sirih Sebagai Desinfektan Terhadap Daya Hidup Embrio, Daya Tetas dan Mortalitas Embrio Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB)
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo · Vol. 6 No. 2 (2024) · pp. 134–138
- ISSN
- 2548-1908
- Published
- 2024-04-24
- Publisher
- Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo
- Language
- eng
Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hidup embrio, daya tetas dan mortalitas embrio ayam KUB menggunakan jus daun sirih sebagai bahan desinfektan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 8 butir telur. Perlakuan yang dicobakan adalah P0 tanpa pencelupan daun sirih, P1 pencelupan telur pada 5% ekstrak daun sirih, P2 pencelupan telur pada 10% ekstrak daun sirih, P3 pencelupan telur pada 15% ekstrak daun sirih. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah daya hidup embrio, daya tetas dan mortalitas embrio. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji Duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase daya hidup embrio pada penelitian ini berturut-turut 68,00% (P0), 71,20% (P1), 81,60% (P2), dan 79,20% (P3). Rataan presentase mortalitas pada masing-masing perlakuan adalah 34,80% (P0), 37,60% (P1), 34,40% (P2), dan 24,20% (P3). Rataan presentase daya tetas adalah 65,20% (P0), 62,40 (P1), 66.20 (P2), dan 76,00% (P3). Perlakuan pencelupan menggunakan jus daun sirih berpengaruh nyata terhadap daya hidup embrio dan daya tetas, tetapi tidak berpengaruh nyata pada mortalitas embrio. Penggunaan 15% jus daun sirih sebagai desinfektan telur tetas menujukan daya hidup embrio dan daya tetas yang optimum dan dapat meningkatkan daya hidup dan mortalitas embrio. Kata Kunci: ayam KUB, daya hidup embrio, daya tetas, mortalitas embrio. Abstract: This study aims to evaluate embryo viability, hatchability and mortality of KUB chicken embryos using betel leaf juice as a disinfectant. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replicates and each replicate consisted of 8 eggs. The treatments were P0 without betel leaf immersion, P1 egg immersion in 5% betel leaf extract, P2 egg immersion in 10% betel leaf extract, P3 egg immersion in 15% betel leaf extract. The variables measured in this study were embryo viability, hatchability and embryo mortality. The data obtained were tabulated and analyzed using analysis of variance and Duncan's multiple range test (DMRT). The results showed that the percentage of embryo viability in this study was 68.00% (P0), 71.20% (P1), 81.60% (P2), and 79.20% (P3), respectively. The average percentage of mortality in each treatment was 34.80% (P0), 37.60% (P1), 34.40% (P2), and 24.20% (P3). The average percentage of hatchability was 65.20% (P0), 62.40 (P1), 66.20 (P2), and 76.00% (P3). The immersion treatment using betel leaf juice has a significant effect on embryo survival and hatchability, but has no significant effect on embryo mortality. The use of 15% betel leaf juice as a disinfectant of hatching eggs showed optimum embryo viability and hatchability and could increase embryo viability and mortality. Keywords: KUB chicken, embryo viability, hatchability, embryo mortality.
Collaboration network of the authors
40 authors · 241 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Sulawesi Tenggara
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| La Ode Nafiu | Universitas Halu Oleo | 8 |
| Astriana Napirah | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Andi Murlina Tasse | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Muhammad Amrullah Pagala | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Widhi Kurniawan | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Rusli Badaruddin | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Deki Zulkarnain | Universitas Halu Oleo | 7 |
| Natsir Sandiah | Universitas Halu Oleo | 6 |
| La Malesi | Universitas Halu Oleo | 6 |
| Asma Bio Kimestri | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Achmad Selamet Aku | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Nur Santy Asminaya | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Ali Bain | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Amiluddin Indi | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Fuji Astuty Auza | Universitas Halu Oleo | 4 |
| La Ode Arsad Sani | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Nuraini Nuraini | Affiliation unknown | 4 |
| Takdir Saili | Affiliation unknown | 4 |
| La Ode Ba’a | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Harapin Hafid | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Purnaning Dhian Isnaeni | Affiliation unknown | 3 |
| Putu Nara Kusuma Prasanjaya | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Takdir Saili | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Rahman Rahman | Affiliation unknown | 3 |
| Hairil Azulyatno Hadini | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Salomina Sambolinggi | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Muh. Amrullah Pagala | Affiliation unknown | 2 |
| Ahmad Basrun | Affiliation unknown | 2 |
| Andarias Julias Wijaya | Affiliation unknown | 2 |
| La Ode Sahaba | Universitas Halu Oleo | 2 |
| La Ode Satriawan | Affiliation unknown | 1 |
| Wa Ode Hasran | Affiliation unknown | 1 |
| Farida Asana | Universitas Halu Oleo | 1 |
| . Syamsuddin | Affiliation unknown | 1 |
| Suardin Suardin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Sitti Isyqzamiyah | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Fifi Hariani | Universitas Halu Oleo | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.