Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KELELAHAN MEDIA SOSIAL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KALANGAN SOCIAL MEDIA OFFICER: PEMICU, KONSEKUENSI, DAN KEBIJAKAN

Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi · Vol. 7 No. 4 (2022) · pp. 579–603

DOI
10.52423/jikuho.v7i4.26292
ISSN
2527-9173
Published
2022-10-26
Publisher
Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha
Language
eng

Abstract

Harus diakui, media sosial berperan penting di masa pandemi COVID-19 karena melalui platform ini, banyak orang bertukar cerita tentang pengalaman pribadi dan berbagi sudut pandang ketika harus meminimalkan aktivitas di luar rumah. Meski sebagian orang menganggap mengakses media sosial di masa pandemi COVID-19 membuat mereka tetap waras, tak sedikit juga yang mengalami kelelahan mengakses media sosial, salah satunya adalah Social Media Officer (SMO). Pengguna media sosial yang mengalami kelelahan media sosial biasanya mengalami kelelahan mental setelah partisipasi dan interaksi yang berlebihan di berbagai platform media sosial. Dalam hal ini, pekerja digital berada dalam dilema. Di satu sisi ia perlu menjaga kesehatan mentalnya, tetapi di sisi lain, media sosial adalah lingkungan kerja dan sumber mata pencaharian utama mereka. Penelitian ini penting dan sangat relevan bagi akademisi, praktisi media, dan pengguna media sosial pada umumnya. Pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah ini secara mendalam adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur dengan lima SMO yang memiliki pengalaman bekerja lebih dari tiga tahun. Temuan penelitian menguraikan pemicu dan konsekuensi dari kelelahan media sosial selama pandemi COVID-19 di antara SMO. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa information overload, self-disclosure, privacy concern, fear of missing out, compulsive use, dan social comparison adalah pemicu terkuat dari kelelahan media sosial dan bahwa kelelahan media sosial berkontribusi terhadap penurunan kinerja di kalangan SMO. Penelitian ini juga menawarkan saran bagi SMO untuk meningkatkan pengalaman kerja mereka. Kata-kata Kunci: Kelelahan media sosial; social media officer; Covid-19; media sosial; kesehatan mental

Collaboration network of the authors

12 authors · 21 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Moh. Rifaldi AkbarUniversitas Bhayangkara Jakarta Raya1
Nur Arfa YantiAffiliation unknown1
Marwati ArjiAffiliation unknown1
Wina RezkyAffiliation unknown1
Tuning RahayuAffiliation unknown1
Guntur Freddy PrisantoAffiliation unknown1
Niken Febrina ErnungtyasAffiliation unknown1
Irwansyah IrwansyahAffiliation unknown1
Ihsan RamadhanAffiliation unknown1
Ratna PuspitaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/KOMUNIKASI/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KELELAHAN MEDIA SOSIAL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KALANGAN SOCIAL MEDIA OFFICER: PEMICU, KONSEKUENSI, DAN KEBIJAKAN</dc:title>
	<dc:creator>Hidayanto, Syahrul</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhaliza, Wa Ode Sitti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Harus diakui, media sosial berperan penting di masa pandemi COVID-19 karena melalui platform ini, banyak orang bertukar cerita tentang pengalaman pribadi dan berbagi sudut pandang ketika harus meminimalkan aktivitas di luar rumah. Meski sebagian orang menganggap mengakses media sosial di masa pandemi COVID-19 membuat mereka tetap waras, tak sedikit juga yang mengalami kelelahan mengakses media sosial, salah satunya adalah Social Media Officer (SMO). Pengguna media sosial yang mengalami kelelahan media sosial biasanya mengalami kelelahan mental setelah partisipasi dan interaksi yang berlebihan di berbagai platform media sosial. Dalam hal ini, pekerja digital berada dalam dilema. Di satu sisi ia perlu menjaga kesehatan mentalnya, tetapi di sisi lain, media sosial adalah lingkungan kerja dan sumber mata pencaharian utama mereka. Penelitian ini penting dan sangat relevan bagi akademisi, praktisi media, dan pengguna media sosial pada umumnya. Pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah ini secara mendalam adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur dengan lima SMO yang memiliki pengalaman bekerja lebih dari tiga tahun. Temuan penelitian menguraikan pemicu dan konsekuensi dari kelelahan media sosial selama pandemi COVID-19 di antara SMO. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa information overload, self-disclosure, privacy concern, fear of missing out, compulsive use, dan social comparison adalah pemicu terkuat dari kelelahan media sosial dan bahwa kelelahan media sosial berkontribusi terhadap penurunan kinerja di kalangan SMO. Penelitian ini juga menawarkan saran bagi SMO untuk meningkatkan pengalaman kerja mereka. Kata-kata Kunci: Kelelahan media sosial; social media officer; Covid-19; media sosial; kesehatan mental</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-10-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/KOMUNIKASI/article/view/26292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52423/jikuho.v7i4.26292</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi; Vol 7, No 4 (2022): Edisi Oktober; 579-603</dc:source>
	<dc:source>2527-9173</dc:source>
	<dc:source>10.52423/jikuho.v7i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/KOMUNIKASI/article/view/26292/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Syahrul Hidayanto, Wa Ode Sitti Nurhaliza</dc:rights>
</oai_dc:dc>