Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha
Language
eng
Abstract
Peran hubungan masyarakat terhadap pengelolaan dan pengembangan café inklusi menjadi sangat krusial. Melalui konsep postur strategis dan analisis SWOT, public relations dapat menentukan langkah-langkah dan strategi yang akan digunakan dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif; paradigma intepretatif; dan menggunakan metode fenomenologi dengan menganggap pengalaman seseorang sebagai konsep. Melalui analisis SWOT, ditemukan bahwa dalam pengelolaan Café inklusi memiliki kekuatan pada hubungan manajemen dan karyawan yang kuat; menu dan interaksi karyawan tuli dan konsumen tanpa hambatan; Tema café yang menarik minat konsumen, kelemahan café inklusi ada pada tidak adanya mentor bisnis; keterlibatan JBI yang rendah; dan media promosi yang masih belum optimal, peluang café inklusi ada pada strategi ESG dan investor serta ancaman yang diraskan adalah mulai munculnya pesaing di sekitar café inklusi. Penelitian ini menemukan, café inklusi memerlukan dukungan dari pemerintah dan investor (dalam segi finansial), expertise di bidang bisnis (untuk menjadi mentor dalam mengembagkan bisnis), dan keterlibatan JBI (sebagai jembatan antara orang dengar dan tuli dalam event) sehingga tujuan dari café inklusi dapat tercapai. Kata Kunci: Café Inklusi, Tuli, Public Relations, SWOT, Postur strategi
Collaboration network of the authors
16 authors ·
29 co-authorship links
· 7 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Padjadjaran University
Australian National University
Universiti Brunei Darussalam
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.