Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

SKRINING DAN STUDI EPIDEMIOLOGI PENGGUNAAN BORAKS PADA TAHU PUTIH YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL SE-KOTA KENDARI TAHUN 2016

JIMKESMAS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) · Vol. 1 No. 3 (2017)

DOI
10.37887/jimkesmas.v1i3.1251
ISSN
2502-731X
Published
2017-04-13
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Boraks merupakan zat pengawet yang tidak diizinkan oleh pemerintah digunakan sebagai bahantambahan makanan, namun bahan berbahaya tersebut masih digunakan secara luas di masyarakat padaberbagai produk bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan boraks padatahu putih yang dijual di pasar tradisional se-Kota Kendari tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitiandeskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 44 pedagang tahu. Hasil penelitian diperoleh, pengetahuanpedagang tentang boraks berada pada kategori baik yaitu sebanyak 54,5%, sedangakan yang berada padakategori kurang baik sebanyak45,5%, sikap pedagang berada pada kategori baik yaitu sebanyak 75%,sedangkan yang berada pada kategori kurang baik sebanyak 25%, 75% pedagang menyatakan tidak tersediabahan pengenyal,sedangkan 25% menyatakan tersedia bahan pengenyal boraks di pasaran, 70,5% pedagangmenyatakan sulit dalam mengakses bahan pengenyal, sedangkan 29,5% menyatakan mudah dalam mengaksesbahan pengenyal, pengawasan petugas kesehatan berada pada kategori kurang baik yaitu sebesar 59,1%,sedangkan 40,9% berada pada kategori baik, 95,5% pedagang menyatakan tidak terpengaruh oleh lingkungan,sedangkan 4,5% menyatakan terpengaruh. Hasil penelitian uji laboratorium menunjukkan bahwa terdapat 17sampel tahu yang positif mengandung boraks dengan kadar masing-masing 12,5 ppm, 7,7 ppm, 8,7 ppm, 7,9ppm, 10,7 ppm, 8,2 ppm, 13,5 ppm, 6,23 ppm, 8,20 ppm, 7,90 ppm, 9,5 ppm, 8,8 ppm,9,07 ppm, 6,48 ppm,12,43 ppm, 7,67 ppm dan 7.20 ppm.Kata kunci: Boraks, Tahu, Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan Bahan, Kemudahan Mengakses, PengawasanPetugas Kesehatan, Lingkungan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 232 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo9
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo9
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo8
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo6
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo6
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo5
Suhadi SuhadiAffiliation unknown5
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo4
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo4
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo3
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo3
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo3
Fithria FithriaUniversitas Halu Oleo3
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo3
Titin ZumartinAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown2
Irma IrmaAffiliation unknown2
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo2
Fifi Nirmala GAffiliation unknown2
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown2
Andi Faizal FachlevyAffiliation unknown2
La Ode Liaumin AzimUniversitas Halu Oleo2
Febriana MuchtarAffiliation unknown2
Harleli HarleliUniversitas Halu Oleo2
Sabril MunandarAffiliation unknown2
Nisa IndallahUniversitas Halu Oleo1
Irmawati IrmawatiUniversitas Halu Oleo1
Ernawati RambiUniversitas Halu Oleo1
Nur NayaniUniversitas Halu Oleo1
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo1
Sitti AsmanurUniversitas Halu Oleo1
YasnaniAffiliation unknown1
Muh. Fadel Fitriansyah AswinUniversitas Halu Oleo1
Ririn Ali RahminAffiliation unknown1
Aulia MutmainnaAffiliation unknown1
Wa Ode Mitha Fatrisya SamsulAffiliation unknown1
Nurul MutmainaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SKRINING DAN STUDI EPIDEMIOLOGI PENGGUNAAN BORAKS PADA TAHU PUTIH YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL SE-KOTA KENDARI TAHUN 2016</dc:title>
	<dc:creator>Arfa, Evi Rahmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Karimuna, Siti Rabbani</dc:creator>
	<dc:creator>Tina, Lymbran</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Boraks merupakan zat pengawet yang tidak diizinkan oleh pemerintah digunakan sebagai bahantambahan makanan, namun bahan berbahaya tersebut masih digunakan secara luas di masyarakat padaberbagai produk bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan boraks padatahu putih yang dijual di pasar tradisional se-Kota Kendari tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitiandeskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 44 pedagang tahu. Hasil penelitian diperoleh, pengetahuanpedagang tentang boraks berada pada kategori baik yaitu sebanyak 54,5%, sedangakan yang berada padakategori kurang baik sebanyak45,5%, sikap pedagang berada pada kategori baik yaitu sebanyak 75%,sedangkan yang berada pada kategori kurang baik sebanyak 25%, 75% pedagang menyatakan tidak tersediabahan pengenyal,sedangkan 25% menyatakan tersedia bahan pengenyal boraks di pasaran, 70,5% pedagangmenyatakan sulit dalam mengakses bahan pengenyal, sedangkan 29,5% menyatakan mudah dalam mengaksesbahan pengenyal,  pengawasan petugas kesehatan berada pada kategori kurang baik yaitu sebesar 59,1%,sedangkan 40,9% berada pada kategori baik, 95,5% pedagang menyatakan tidak terpengaruh oleh lingkungan,sedangkan 4,5% menyatakan terpengaruh. Hasil penelitian uji laboratorium menunjukkan bahwa terdapat 17sampel tahu yang positif mengandung boraks dengan kadar masing-masing 12,5 ppm, 7,7 ppm, 8,7 ppm, 7,9ppm, 10,7 ppm, 8,2 ppm, 13,5 ppm, 6,23 ppm, 8,20 ppm, 7,90 ppm, 9,5 ppm, 8,8 ppm,9,07 ppm, 6,48 ppm,12,43 ppm, 7,67 ppm dan 7.20 ppm.Kata kunci : Boraks, Tahu, Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan Bahan, Kemudahan Mengakses, PengawasanPetugas Kesehatan, Lingkungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/1251</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jimkesmas.v1i3.1251</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat); Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat</dc:source>
	<dc:source>2502-731X</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jimkesmas.v1i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/1251/897</dc:relation>
</oai_dc:dc>