Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

HUBUNGAN KEEFEKTIFAN PEMBERIAN ASI DENGAN DERAJAT IKTERIK BAYI HIPERBILIRUBINEMIA FISIOLOGIS DI RUANGAN PERINATOLOGI RSU BINA KASIH MEDAN

JIMKESMAS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) · Vol. 8 No. 1 (2023)

DOI
10.37887/jimkesmas.v8i1.32132
ISSN
2502-731X
Published
2023-02-11
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

AbstrakHiperbilirubinemia merupakan salah satu masalah yang serius dan sering ditemukan pada bayi baru lahir yang dapat menyebabkan kesakitan, kecatatan dan kematian pada neonatal. Hiperbilirubin pada bayi baru lahir merupakan penyakit yang disebabkan oleh penimbunan bilirubin dalam jaringan tubuh sehingga kulit, mukosa, dan sklera berubah warna menjadi kuning. Hiperbilirubinemia fisiologis tidak memerlukan penanganan yang khusus, namun dengan pemberian minum yang sering dan sedini mungkin dapat menurunkan kadar bilirubin dalam tubuh bayi baru lahir. Makanan dan minuman yang terbaik pada bayi baru lahir ialah air susu ibu atau sering disebut dengan ASI. Dengan keefektifan pemberian ASI dapat menghindari terjadinya hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Semakin sering frekuensi pemberian ASI maka semakin besar penurunan kadar biliirubin pada bayi yang mengalami hiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemberian ASI eksklusif ibu postpartum, derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis serta mengetahui hubungan keefektifan pemberian ASI dengan derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis di ruangan perinatologi RSU Bina Kasih Medan Tahun 2022. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ialah seluruh orang tua dan bayi yang mengalami hiperbilirubinemia fisiologis di RSU Bina Kasih Medan tahun 2022 sebanyak 30 sampel. Hasil uji statistic dengan iji chi square, didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari 0,05 (0,0000,05), sehingga dapat kita artikan terdapat hubungan keefektifan pemberian ASI dengan derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis di Ruangan Perinatologi RSU Bina Kasih Medan Tahun 2022. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan informasi bahwa keefektifan pemberian ASI sangat penting dan bermanfaat karena selain sebagai nutrisi juga dapat mempengaruhi derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis.Kata Kunci: Hiperbilirubinemia, Fisiologis, ASI, Ikterik

Collaboration network of the authors

8 authors · 18 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ira Aini DaniaAffiliation unknown1
Florante IbarraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN KEEFEKTIFAN PEMBERIAN ASI DENGAN DERAJAT IKTERIK BAYI HIPERBILIRUBINEMIA FISIOLOGIS DI RUANGAN PERINATOLOGI RSU BINA KASIH MEDAN</dc:title>
	<dc:creator>Ningtiyas, Meiga Puji</dc:creator>
	<dc:creator>Manurung, Mei Juita</dc:creator>
	<dc:creator>Nita, Melda</dc:creator>
	<dc:creator>Bangun, Mentari Wahyunta Br</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Meri</dc:creator>
	<dc:creator>Nababan, Tiarnida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakHiperbilirubinemia merupakan salah satu masalah yang serius dan sering ditemukan pada bayi baru lahir yang dapat menyebabkan kesakitan, kecatatan dan kematian pada neonatal. Hiperbilirubin pada bayi baru lahir merupakan penyakit yang disebabkan oleh penimbunan bilirubin dalam jaringan tubuh sehingga kulit, mukosa, dan sklera berubah warna menjadi kuning. Hiperbilirubinemia fisiologis tidak memerlukan penanganan yang khusus, namun dengan pemberian minum yang sering dan sedini mungkin dapat menurunkan kadar bilirubin dalam tubuh bayi baru lahir. Makanan dan minuman yang terbaik  pada bayi baru lahir ialah air susu ibu atau sering disebut dengan ASI. Dengan keefektifan pemberian ASI dapat menghindari terjadinya hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Semakin sering frekuensi pemberian ASI maka semakin besar penurunan kadar biliirubin pada bayi yang mengalami hiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemberian ASI eksklusif ibu postpartum, derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis serta mengetahui hubungan keefektifan pemberian ASI dengan derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis di ruangan perinatologi RSU Bina Kasih Medan Tahun 2022. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ialah seluruh orang tua dan bayi yang mengalami hiperbilirubinemia fisiologis di RSU Bina Kasih Medan tahun 2022 sebanyak 30 sampel. Hasil uji statistic dengan iji chi square, didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari 0,05 (0,0000,05), sehingga dapat kita artikan terdapat hubungan keefektifan pemberian ASI dengan derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis di Ruangan Perinatologi RSU Bina Kasih Medan Tahun 2022. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan informasi bahwa keefektifan pemberian ASI sangat penting dan bermanfaat karena selain sebagai nutrisi juga dapat mempengaruhi  derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis.Kata Kunci : Hiperbilirubinemia, Fisiologis, ASI, Ikterik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-02-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/32132</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jimkesmas.v8i1.32132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat); Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)</dc:source>
	<dc:source>2502-731X</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jimkesmas.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/32132/17579</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)</dc:rights>
</oai_dc:dc>