Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI DI KECAMATAN LAWA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2017

JIMKESMAS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) · Vol. 3 No. 2 (2018)

DOI
10.37887/jimkesmas.v3i2.3991
ISSN
2502-731X
Published
2018-04-17
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi yang mengandung nutrisi optimal baik kualitas maupunkuantitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui Sosial Budaya Dalam Pemberian ASI Pada Bayi Di Kecamatan LawaKabupaten Muna Barat Tahun 2017. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomonologis.Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Informan kunci 5 orang ibu menyusui dan informanbiasa 2 orang dukun, 1 orang tokoh masyarakat dan 1 orang bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yangdi anjurkan selama menyusui yaitu kacang-kacangan, daun katuk, jantung pisang, daun melinjo, kangkung, ikan bakar,telur rebus, dan daging. Sedangkan Makanan yang di pantang nanas, nangka, papaya, langsat, pisang, ter ong, ikanbasah, ikan asin, ikan pari dan tidak boleh konsumsi garam, minum es, makanan pedis, santan dan makanan berminyakselama 44 hari. Dukungan pemberian ASI di peroleh dari suami, mertua, ibu, kakak kandung dan keluarga lainnya sertatenaga kesehatan. Kegagalan pemberian ASI Eksklusif dikarenakan beberapa alasan seperti tidak keluarnya ASI padahari pertama, bayi menangis dan budaya masyarakat setempat seperti pemberian jagung halus, daun pare, air putihdan madu pada saat bayi di lahirkan. Perilaku atau kebiasaan ibu menyusui yaitu tidak boleh keluar rumah pada saatmendung, rintik-rintik, magrib, subuh, mandi air panas selama 44 hari, tidak boleh menyusui pada saat makan yangpanas dan harus pakai stagen. Sumber informasi ini berasal dari orang tua, dukun, dan budaya masyarakat secara turuntemurun.DisarankankepadatenagakesehatanagarmelakukanpenyuluhankepadamasyarakattentangASIEksklusifdanmeyakinkanmasyarakatbahwaibumenyusuimemerlukanmakananyangbergizi.

Collaboration network of the authors

40 authors · 143 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Jordan University of Science and Technology
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo6
Farit RezalAffiliation unknown6
Rasma RasmaAffiliation unknown5
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo4
Suhadi SuhadiAffiliation unknown4
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo4
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo4
Kamrin KamrinUniversitas Halu Oleo3
La Dupai La DupaiAffiliation unknown3
Yasnani YasnaniUniversitas Halu Oleo2
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown2
Megasari SidulaAffiliation unknown2
Syawal Kamiluddin SaptaputraAffiliation unknown2
Fikki PrasetyaAffiliation unknown2
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo2
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo2
ainurafiq ainurafiqAffiliation unknown2
Sri Rahayu HartinahAffiliation unknown2
La DupaiAffiliation unknown2
Fadilah SahdaUniversitas Halu Oleo1
Vina AuraningtyasUniversitas Halu Oleo1
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology1
Hasnia AramiAffiliation unknown1
Muslim TadjuddahAffiliation unknown1
Syamsul KamriAffiliation unknown1
Naslina AliminaAffiliation unknown1
Fidya RamadhaniAffiliation unknown1
La Ode Muhamad SetyUniversitas Halu Oleo1
Handrini SudinAffiliation unknown1
Nurjannah NurjannahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo1
Laode Muhammad SetyAffiliation unknown1
Junaid JunaidAffiliation unknown1
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo1
Andi Rifqa Rahayu SafitriAffiliation unknown1
Listy HandayaniUniversitas Halu Oleo1
Elisafita ElisafitaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI DI KECAMATAN LAWA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2017</dc:title>
	<dc:creator>Fitria, Fetty</dc:creator>
	<dc:creator>Majid, Ruslan</dc:creator>
	<dc:creator>Rezal, Farid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi yang mengandung nutrisi optimal baik kualitas maupunkuantitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui Sosial Budaya Dalam Pemberian ASI Pada Bayi Di Kecamatan LawaKabupaten Muna Barat Tahun 2017. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomonologis.Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Informan kunci 5 orang ibu menyusui dan informanbiasa 2 orang dukun, 1 orang tokoh masyarakat dan 1 orang bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yangdi anjurkan selama menyusui yaitu kacang-kacangan, daun katuk, jantung pisang, daun melinjo, kangkung, ikan bakar,telur rebus, dan daging. Sedangkan Makanan yang di pantang nanas, nangka, papaya, langsat, pisang, ter ong, ikanbasah, ikan asin, ikan pari dan tidak boleh konsumsi garam, minum es, makanan pedis, santan dan makanan berminyakselama 44 hari. Dukungan pemberian ASI di peroleh dari suami, mertua, ibu, kakak kandung dan keluarga lainnya sertatenaga kesehatan. Kegagalan pemberian ASI Eksklusif dikarenakan beberapa alasan seperti tidak keluarnya ASI padahari pertama, bayi menangis dan budaya masyarakat setempat seperti pemberian jagung halus, daun pare, air putihdan madu pada saat bayi di lahirkan. Perilaku atau kebiasaan ibu menyusui yaitu tidak boleh keluar rumah pada saatmendung, rintik-rintik, magrib, subuh, mandi air panas selama 44 hari, tidak boleh menyusui pada saat makan yangpanas dan harus pakai stagen. Sumber informasi ini berasal dari orang tua, dukun, dan budaya masyarakat secara turuntemurun.DisarankankepadatenagakesehatanagarmelakukanpenyuluhankepadamasyarakattentangASIEksklusifdanmeyakinkanmasyarakatbahwaibumenyusuimemerlukanmakananyangbergizi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-04-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/3991</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jimkesmas.v3i2.3991</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat); Vol 3, No 2 (2018)</dc:source>
	<dc:source>2502-731X</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jimkesmas.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/3991/3074</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>