Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ASI LANJUTAN, PERAN TENAGA KESEHATAN, DAN KEPEMILIKAN JAMBAN MEMPENGARUHI KASUS STUNTING DI SENAKIN, LANDAK, KALIMANTAN BARAT

JIMKESMAS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) · Vol. 7 No. 1 (2022)

DOI
10.37887/jimkesmas.v7i1.23427
ISSN
2502-731X
Published
2022-01-23
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

AbstrakPrevalensi kejadian stunting tertinggi di Kalimantan Barat salah satunya adalah Kabupaten Landak yaitu sebesar 42%, setelah urutan pertama yang tempati oleh Kabupaten Ketapang dengan 42,7% dan urutan ketiga yaitu Kabupaten Melawi sebesar 40,8%. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor kejadian stunting pada usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sebangki. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Total sampling yang digunakan sebanyak 110 orang ibu balita kasus stunting. Teknik analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah ASI lanjutan (p=0,003;PR=1,634), peran tenaga kesehatan (p=0,030;PR=0,558), dan kepemilikan jamban (p=0,046;PR=0,622). Variabel yang tidak berhubungan adalah ASI eksklusif dan pola asuh. Kesimpulannya, ASI lanjutan, peran tenaga keseharan dan kepemilikan jamban merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Senakin. Diharapkan peran tenaga kesehatan dalam mempromosikan pencegahan stunting dapat lebih ditingkatkan dengan mengajak kerjasama lintas sektor seperti pihak desa, tokoh agama, ketua adat, dan komunitas atau organisasi yang terdapat di masyarakat.Kata Kunci: Stunting, ASI lanjutan, peran tenaga kesehatan, kepemilikan jamban

Collaboration network of the authors

5 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurhayati NurhayatiPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Aisyah AisyahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ASI LANJUTAN, PERAN TENAGA KESEHATAN, DAN KEPEMILIKAN JAMBAN MEMPENGARUHI KASUS STUNTING DI SENAKIN, LANDAK, KALIMANTAN BARAT</dc:title>
	<dc:creator>Margareta, Margareta</dc:creator>
	<dc:creator>Trisnawati, Elly</dc:creator>
	<dc:creator>Widyastutik, Otik</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPrevalensi kejadian stunting tertinggi di Kalimantan Barat salah satunya adalah Kabupaten Landak yaitu sebesar 42%, setelah urutan pertama yang tempati oleh Kabupaten Ketapang dengan 42,7% dan urutan ketiga yaitu Kabupaten Melawi sebesar 40,8%. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor kejadian stunting pada usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sebangki. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Total sampling yang digunakan sebanyak 110 orang ibu balita kasus stunting. Teknik analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah ASI lanjutan (p=0,003;PR=1,634), peran tenaga kesehatan (p=0,030;PR=0,558), dan kepemilikan jamban (p=0,046;PR=0,622). Variabel yang tidak berhubungan adalah  ASI eksklusif dan pola asuh. Kesimpulannya, ASI lanjutan, peran tenaga keseharan dan kepemilikan jamban merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Senakin. Diharapkan peran tenaga kesehatan dalam mempromosikan pencegahan stunting dapat lebih ditingkatkan dengan mengajak kerjasama lintas sektor seperti pihak desa, tokoh agama, ketua adat, dan komunitas atau organisasi yang terdapat  di masyarakat.Kata Kunci: Stunting, ASI lanjutan, peran tenaga kesehatan, kepemilikan jamban</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/23427</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jimkesmas.v7i1.23427</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat); Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)</dc:source>
	<dc:source>2502-731X</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jimkesmas.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/23427/14025</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)</dc:rights>
</oai_dc:dc>