Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT PARU OBTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO- LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2017

JIMKESMAS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) · Vol. 2 No. 6 (2017)

DOI
10.37887/jimkesmas.v2i6.3031
ISSN
2502-731X
Published
2017-10-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia. Prevalensi,morbiditas, dan mortalitas PPOK mulai meningkat diseluruh dunia dan diperkirakan merupakan masalahkesehatan yang membutuhkan perhatian khusus dalam penatalaksanaan pencegahan terhadap penurunanprogesivitas fungsi paru. Banyak faktor yang dapat memicu seorang terkena penyakit paru obstruktif kronikyaitu kebiasaan merokok, riwayat penyakit pernafasan (Asma, Bronchtis, dan Enfisema), usia, jenis kelamin,genetik, polusi udara, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok,riwayat penyakit pernafasan, dan depresi terhadap kejadian penyakit paru obstriktif kronik di wilayah kerjapuskesmas lepo- lepo kota kendari 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian epidemiologianalitik observasional menggunakan desain case control study. Populasi dalam penelitian berjumlah 1.420 jiwadengan jumlah sampel sebanyak 47 kasus dan 47 kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwah kebiasaan merokok memiliki OR sebesar 2,641 yang artinyaresponden perokok berisiko 2 kali lebih besar menderita penyakit paru obstruktif kronik dan riw ayat penyakitpernafasan memiliki OR sebesar 7,451 artinya responden yang memiliki riwayat penyakit pernafasan berisiko 7kali lebih besar menderita penyakit paru obstruktif kronik. Sedangkan depresi tidak memiliki hubungan yangsignifikan terhadap kejadian penyakit paru obstruktif kronik dengan nilai OR sebesar 1,000. Bagi masyarakatdiharapkan agar selalu melakukan hal- hal positif disetiap kegiatan dan menjaga kesehatan dengan melakukanperilaku hidup bersih dan sehat serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas ataupun rumahsakit.Kata kunci: PPOK, depresi, merokok, riwayat penyakit

Collaboration network of the authors

27 authors · 51 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo3
Delima Apriliana SeAffiliation unknown2
Ayu YunaningsihAffiliation unknown2
Febri RamadhanAffiliation unknown2
Ahwath Riyadhy RidwanAffiliation unknown2
Elvivin ElvivinAffiliation unknown1
Ija Isti AurinaAffiliation unknown1
Sarudin SahrudinAffiliation unknown1
Junaid JunaidAffiliation unknown1
Rini AndrianiAffiliation unknown1
Sartiah YusranAffiliation unknown1
Nurliza RohayuAffiliation unknown1
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo1
Sri Ayu MulyatiAffiliation unknown1
Asmaul HusnaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
La Dupai La DupaiAffiliation unknown1
Nursasmita ningsihAffiliation unknown1
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown1
Tiara HastutiAffiliation unknown1
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo1
Wana Mayang SariAffiliation unknown1
Siti FatmawatiAffiliation unknown1
Junaid JafriatiAffiliation unknown1
Safriyanti SafriyantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT PARU OBTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO- LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2017</dc:title>
	<dc:creator>Ismail, Laode</dc:creator>
	<dc:creator>Sahrudin, Sahrudin</dc:creator>
	<dc:creator>Ibrahim, Karma</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia. Prevalensi,morbiditas, dan mortalitas PPOK mulai meningkat diseluruh dunia dan diperkirakan merupakan masalahkesehatan yang membutuhkan perhatian khusus dalam penatalaksanaan pencegahan terhadap penurunanprogesivitas fungsi paru. Banyak faktor yang dapat memicu seorang terkena penyakit paru obstruktif kronikyaitu kebiasaan merokok, riwayat penyakit pernafasan (Asma, Bronchtis, dan Enfisema) , usia, jenis kelamin,genetik, polusi udara, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok,riwayat penyakit pernafasan, dan depresi terhadap kejadian penyakit paru obstriktif kronik di wilayah kerjapuskesmas lepo- lepo kota kendari 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian epidemiologianalitik observasional menggunakan desain case control study. Populasi dalam penelitian berjumlah 1.420 jiwadengan jumlah sampel sebanyak 47 kasus dan 47 kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwah kebiasaan merokok memiliki OR sebesar 2,641 yang artinyaresponden perokok berisiko 2 kali lebih besar menderita penyakit paru obstruktif kronik dan riw ayat penyakitpernafasan memiliki OR sebesar 7,451 artinya responden yang memiliki riwayat penyakit pernafasan berisiko 7kali lebih besar menderita penyakit paru obstruktif kronik. Sedangkan depresi tidak memiliki hubungan yangsignifikan terhadap kejadian penyakit paru obstruktif kronik dengan nilai OR sebesar 1,000. Bagi masyarakatdiharapkan agar selalu melakukan hal- hal positif disetiap kegiatan dan menjaga kesehatan dengan melakukanperilaku hidup bersih dan sehat serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas ataupun rumahsakit.Kata kunci : PPOK, depresi, merokok, riwayat penyakit</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/3031</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jimkesmas.v2i6.3031</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat); Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat</dc:source>
	<dc:source>2502-731X</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jimkesmas.v2i6</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/3031/2280</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>