AbstrakCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang menjadi krisis kesehatan dunia karena penyebarannya yang sangat cepat. COVID-19 tidak hanya menimbulkan gejala dan penyakit fisik saja, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Selama pandemi COVID-19, masih terdapat warga yang merasa cemas dan ditandai dengan rasa takut dan khawatir akan terkena Covid-19. Tetapi ada juga yang menunjukan sikap mencegah penularan COVID-19 seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ataupun menggunakan hand sanitizer. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan sikap warga dusun Tambak Bayan akibat peningkatan Covid-19. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah warga Dusun tambak Bayan berjumlah 119 orang, diambil menggunakan teknik purposive sampling dan proportional stratified random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil Penelitian: Sebagian besar warga memiliki tingkat kecemasan ringan (51,3%), memiliki sikap kurang baik (60,5%), terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan sikap warga Tambak Bayan akibat peningkatan COVID-19 di Kabupaten Sleman dengan nilai p=0,029. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan sikap warga dusun tambak bayanKata Kunci: COVID-19, Tingkat Kecemasan, Sikap, Tambak Bayan
Collaboration network of the authors
14 authors ·
30 co-authorship links
· 10 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Syiah Kuala
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Universitas Esa Unggul
Islamic University of Riau
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.