Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT REMATIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUNA KECAMATAN BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2019

JIMKESMAS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) · Vol. 5 No. 2 (2020)

DOI
10.37887/jimkesmas.v5i2.12907
ISSN
2502-731X
Published
2020-08-04
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Rematik merupakan kelompok penyakit heterogen sebagai akibat deposisi kristal monosodium urat (MSU)pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat di dalam cairan ekstraseluler merupakan pemicu utamaterjadinya peradangan atau inflamasi kejadian rematik. Penyakit rematik ini merupakan salah satu penyakityang sering ditemukan dan tersebar di seluruh dunia. Data Puskesmas Wuna menunjukkan jumlah kasuspenyakit rematiki tergolong cukup tinggi. Pada tahun 2016 yaitu 364 kasus (30,46%), tahun 2017 yaitu 382kasus (31,97%), dan pada tahun 2018 sebanyak 449 kasus (37,57%). Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian penyakit rematik di wilayah kerja PuskesmasWuna Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode penelitian kuantitatif dengan rancangan case control study. Populasi adalah semua pasien rematiktercatat pada rekam medik di Puskesmas Wuna selama Bulan Mei hingga Oktober tahun 2019 sebanyak 204 pasien dengan jumlah sampel sebanyak 116 responden terdiri dari 58 sebagai sampel kasus dan 58 sebagai sampel kontrol yang diperoleh menggunakan teknik proportional random sampling. Data dianalisis secaraunivariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antaraaktivitas fisik (p=0,000 dan nilai OR=5.884) dengan kejadian penyakit rematik. Tidak terdapat hubungan antaraasupan purin (p=0.155 dan OR=1.989.) dan IMT (p= 0.565 dan OR=0.820) dengan kejadian penyakit rematik.Kata Kunci: Penyakit Rematik, Asupan Purin, Aktivitas Fisik, IMT.

Collaboration network of the authors

40 authors · 233 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asnia ZainuddinUniversitas Halu Oleo10
Nurmaladewi NurmaladewiUniversitas Halu Oleo9
Arum Dian PratiwiUniversitas Halu Oleo7
Jumakil JumakilUniversitas Halu Oleo5
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo5
Ruwiah RuwiahAffiliation unknown4
Siti Rabbani KarimunaUniversitas Halu Oleo4
Irma IrmaAffiliation unknown4
Suhadi SuhadiAffiliation unknown4
Nani YuniarUniversitas Halu Oleo4
Yusuf SabiluUniversitas Halu Oleo4
Zainab HikmawatiUniversitas Halu Oleo4
Pitrah AsfianAffiliation unknown3
Riska JalilAffiliation unknown3
Putu Eka Meiyana ErawanUniversitas Halu Oleo3
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo3
La Ode Ahmad SaktiansyahUniversitas Halu Oleo2
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo2
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo2
Jafriati JafriatiUniversitas Halu Oleo2
Lade Albar KalzaUniversitas Halu Oleo2
Fikki PrasetyaAffiliation unknown2
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo2
Fifi Nirmala GAffiliation unknown2
La Ode Muhammad SetyAffiliation unknown2
Devi Savitri EffendyUniversitas Halu Oleo2
Febriana MuchtarAffiliation unknown2
Iksan AriansyahUniversitas Halu Oleo1
Nurfatimah NurfatimahUniversitas Halu Oleo1
Irma YunawatiUniversitas Halu Oleo1
Fadilah SahdaUniversitas Halu Oleo1
Talita Putri SyairaUniversitas Halu Oleo1
Sri WahyuniUniversitas Halu Oleo1
Suhadi SuhadiUniversitas Halu Oleo1
Irawan Angkasa PutraUniversitas Halu Oleo1
Jumiati JumiatiUniversitas Halu Oleo1
Sarni TiaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT REMATIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUNA KECAMATAN BARANGKA  KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2019</dc:title>
	<dc:creator>Silafati, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Yasnani, Yasnani</dc:creator>
	<dc:creator>Meliahsari, Renni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rematik merupakan kelompok penyakit heterogen sebagai akibat deposisi kristal monosodium urat (MSU)pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat di dalam cairan ekstraseluler merupakan pemicu utamaterjadinya peradangan atau inflamasi kejadian rematik. Penyakit rematik ini merupakan salah satu penyakityang sering ditemukan dan tersebar di seluruh dunia. Data Puskesmas Wuna menunjukkan jumlah kasuspenyakit rematiki tergolong cukup tinggi. Pada tahun 2016 yaitu 364 kasus (30,46%), tahun 2017 yaitu 382kasus (31,97%), dan pada tahun 2018 sebanyak 449 kasus (37,57%). Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian penyakit rematik di wilayah kerja PuskesmasWuna Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode penelitian kuantitatif dengan rancangan case control study. Populasi adalah semua pasien rematiktercatat pada rekam medik di Puskesmas Wuna selama Bulan Mei hingga Oktober tahun 2019 sebanyak 204 pasien dengan jumlah sampel sebanyak 116 responden terdiri dari 58 sebagai sampel kasus dan 58 sebagai sampel kontrol yang diperoleh menggunakan teknik proportional random sampling. Data dianalisis secaraunivariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antaraaktivitas fisik (p=0,000 dan nilai OR=5.884) dengan kejadian penyakit rematik. Tidak terdapat hubungan antaraasupan purin (p=0.155 dan OR=1.989.) dan IMT (p= 0.565 dan OR=0.820) dengan kejadian penyakit rematik.Kata Kunci : Penyakit Rematik, Asupan Purin, Aktivitas Fisik, IMT. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/12907</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jimkesmas.v5i2.12907</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat); Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)</dc:source>
	<dc:source>2502-731X</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jimkesmas.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/12907/9012</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)</dc:rights>
</oai_dc:dc>