Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERSONAL HYGIENE, DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN GEJALA PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL MUKLISIN KOTA KENDARI 2017

JIMKESMAS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) · Vol. 2 No. 6 (2017)

DOI
10.37887/jimkesmas.v2i6.2914
ISSN
2502-731X
Published
2017-10-25
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh Sercoptes scabiei Var hominis. Prevalensi Skabies sangat tinggipada lingkungan dengan tingkat kepadatan penghuni yang tinggi dan kebersihan yang kurang memadai. MenurutWorld Health Organization (WHO) angka kejadian Skabies pada tahun 2014 sebanyak 130 juta orang didunia.Menurut Internasional Alliance for the Control Of Scabies (IACS) kejadian Skabies bervariasi mulai dari 0,3% menjadi46%. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahu hubungan pengetahuna, personal hygiene, dan kepadatanhunian terhadap gejala penyakit skabies pada santrin di Pondok Pesantren Darul Mukhlisinambaran kota Kendari2017. Penelitian yang di lakukan menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan pendekatancross sectional study. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh santri di Pondok Pesantren Darul Muhklisin dengantotal santri sebanyak 272 orang. Sampel dalam penelitian yaitu sebanyak 71 responden yang diambil denganmetode Proportionate Stratified random sampling. Hasil yang didapat dari penelitian menyebutkan bahwa tidakada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian gejala skabies (ρ= 0,301), adanya hubunganyang signifikan antara personal hygiyene terhadap gejala skabies ρ= 0,005), dan tidak ada hubungan yangsignifikan antara kepadatan hunian dengan krjadian gejala skabies (ρ= 0,232). Kesimpulan dari penelitian tidakterdapat hubungan pada variabel pengetahuan dan kepadatan hunian, serta terdapat hubungan pada variablepersonal hygiene dengan gejala skabies.Kata Kunci: Gejala Skabies, Kepadatan Hunian, Pengetahuan, Personal Hygiene

Collaboration network of the authors

27 authors · 51 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo3
Delima Apriliana SeAffiliation unknown2
Ayu YunaningsihAffiliation unknown2
Febri RamadhanAffiliation unknown2
Laode IsmailAffiliation unknown2
Elvivin ElvivinAffiliation unknown1
Ija Isti AurinaAffiliation unknown1
Sarudin SahrudinAffiliation unknown1
Junaid JunaidAffiliation unknown1
Rini AndrianiAffiliation unknown1
Sartiah YusranAffiliation unknown1
Nurliza RohayuAffiliation unknown1
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo1
Sri Ayu MulyatiAffiliation unknown1
Asmaul HusnaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
La Dupai La DupaiAffiliation unknown1
Nursasmita ningsihAffiliation unknown1
La Ode Ali Imran AhmadAffiliation unknown1
Tiara HastutiAffiliation unknown1
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo1
Wana Mayang SariAffiliation unknown1
Siti FatmawatiAffiliation unknown1
Junaid JafriatiAffiliation unknown1
Safriyanti SafriyantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERSONAL HYGIENE, DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN GEJALA PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI  DI  PONDOK PESANTREN DARUL MUKLISIN KOTA KENDARI 2017</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan, Ahwath Riyadhy</dc:creator>
	<dc:creator>Sahrudin, Sahrudin</dc:creator>
	<dc:creator>Ibrahim, Karma</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh Sercoptes scabiei Var hominis. Prevalensi Skabies sangat tinggipada lingkungan dengan tingkat kepadatan penghuni yang tinggi dan kebersihan yang kurang memadai. MenurutWorld Health Organization (WHO) angka kejadian Skabies pada tahun 2014 sebanyak 130 juta orang didunia.Menurut Internasional Alliance for the Control Of Scabies (IACS) kejadian Skabies bervariasi mulai dari 0,3% menjadi46%. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahu hubungan pengetahuna, personal hygiene, dan kepadatanhunian terhadap gejala penyakit skabies pada santrin di Pondok Pesantren Darul Mukhlisinambaran kota Kendari2017. Penelitian yang di lakukan menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan pendekatancross sectional study. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh santri di Pondok Pesantren Darul Muhklisin dengantotal santri sebanyak 272 orang. Sampel dalam penelitian yaitu sebanyak 71 responden yang diambil denganmetode Proportionate Stratified random sampling. Hasil yang didapat dari penelitian menyebutkan bahwa tidakada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian gejala skabies (ρ= 0,301), adanya hubunganyang signifikan antara personal hygiyene terhadap gejala skabies ρ= 0,005), dan tidak ada hubungan yangsignifikan antara kepadatan hunian dengan krjadian gejala skabies (ρ= 0,232). Kesimpulan dari penelitian tidakterdapat hubungan pada variabel pengetahuan dan kepadatan hunian, serta terdapat hubungan pada variablepersonal hygiene dengan gejala skabies.Kata Kunci: Gejala Skabies, Kepadatan Hunian, Pengetahuan, Personal Hygiene</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-10-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/2914</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/jimkesmas.v2i6.2914</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat); Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat</dc:source>
	<dc:source>2502-731X</dc:source>
	<dc:source>10.37887/jimkesmas.v2i6</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/2914/2173</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>