Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Perbandingan Preskrining Lesi Kulit berbasis Convolutional Neural Network: Citra Asli dan Tersegmentasi

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 8 No. 4 (2021) · pp. 793–800

DOI
10.25126/jtiik.2021844411
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2021-07-22
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Seiring dengan bertambahnya prevalensi lesi kulit, maka diperlukan adanya preskrining lesi kulit mandiri yang mudah dan akurat. Pada studi ini, dilakukan perbandingan kinerja preskrining lesi kulit berbasis Convolutional Neural Network antara citra asli dan citra tersegmentasi Grabcut sebagai masukan. Ada dua parameter kinerja yang digunakan sebagai evaluasi, yaitu akurasi serta waktu pembuatan model. Tidak ada perbedaan kinerja akurasi pelatihan dan validasi pembelajaran mesin menggunakan citra asli dengan citra tersegmentasi. Meskipun terdapat proses tambahan berupa penghilangan latar belakang citra menggunakan algortima Grubcut, akurasi pelatihan maupun validasi preskrining lesi kulit tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Pada parameter kinerja yang kedua, waktu pembuatan model dipengaruhi oleh jumlah data latih dan validasi. Semakin kecil jumlah data latih yang digunakan, maka waktu pembuatan model akan semakin cepat, dan sebaliknya. Disamping itu, proporsi antara jumlah data latih dengan validasi juga berpengaruh ke akurasi validasi. Pada studi ini, dengan menggunakan jumlah data latih yang lebih kecil dibandingkan data validasi, akurasi validasi mengalami peningkatan dari 0,82% menjadi 0,90%. Studi ini telah memberikan bukti bahwa pada preskrining lesi kulit menggunakan pembelajaran mesin berbasis CNN tidak diperlukan mekanisme adanya penghilangan latar belakang citra. Selain itu, pembuatan model pembelajaran mesin berbasis CNN dapat dilakukan dengan menggunakan data latih sekitar 22,41% dari data total. Diharapkan, hasil studi ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan aplikasi preskrining lesi kulit menggunakan pembelajaran mesin berbasis CNN pada komputer atau gawai dengan sumber daya komputasi yang rendah. Abstract It is necessary to develop a self-prescreening of skin lesion due to the prevalence is increasing every year. This study tries to compare and evaluate the performance of prescreening of a skin lesion in the original and segmented images using Convolutional Neural Network. The Grabcut algorithm is used in the image segmentation process. Two parameters are used to evaluate the performance of the classification, i.e. accuracy and time to build the model. The results show that there is no significant difference in training and validation accuracy between original and segmented images. Even though there is an additional process in removing image background using Grabcut, the accuracy of training and validation do not increase significantly. In the second performance indicator, the time to build the model is influenced by the numbers of training and validation data that are used. The smaller the amount of training data used, the faster the model creation time will be. In addition, the proportion between the amount of training data and validation also affects the accuracy of validation. In this study, using a smaller amount of training data than the validation data, the validation accuracy increased from 0.82 to 0.90. This study has provided evidence that prescreening of skin lesions using machine learning based on CNN does not require image background removal and only about 22.41% of the total data are needed to build the model. One of the contributions of this study is that the results of this study can be used for the development of a skin lesion prescreening application using CNN-based machine learning on computers or devices with low computational resources.

Collaboration network of the authors

21 authors · 46 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Bandung Institute of Technology
  • Sumatera Institute of Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Alfie Rizky AnandaBandung Institute of Technology2
Abdullah Faqih A. MubarokBandung Institute of Technology1
Akhmad Dyma H. SyababaBandung Institute of Technology1
Lavita Nur'aviana RizalputriAffiliation unknown1
Ahmad Habbie ThiasBandung Institute of Technology1
Teresia R. SaveraBandung Institute of Technology1
Winsya H. SuryawanBandung Institute of Technology1
Yusuf Aulia RahmanAffiliation unknown1
Faisal AmirSumatera Institute of Technology1
Marsudi SiburianSumatera Institute of Technology1
Nova ResfitaSumatera Institute of Technology1
Muhammad Wildan GifariSumatera Institute of Technology1
Rudi SetiawanSumatera Institute of Technology1
Muhammad AdzkiaBandung Institute of Technology1
Firzal ArlandBandung Institute of Technology1
Afin Muhammad NurtsaniBandung Institute of Technology1
Muhammad Adib SyamlanBandung Institute of Technology1
Richard MengkoAffiliation unknown1
Ayu Paranitha H. PutriBandung Institute of Technology1
Donny DanudirdjoBandung Institute of Technology1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Perbandingan Preskrining Lesi Kulit berbasis Convolutional Neural Network: Citra Asli dan Tersegmentasi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Setiawan, Agung Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Seiring dengan bertambahnya prevalensi lesi kulit, maka diperlukan adanya preskrining lesi kulit mandiri yang mudah dan akurat. Pada studi ini, dilakukan perbandingan kinerja preskrining lesi kulit berbasis Convolutional Neural Network antara citra asli dan citra tersegmentasi Grabcut sebagai masukan. Ada dua parameter kinerja yang digunakan sebagai evaluasi, yaitu akurasi serta waktu pembuatan model. Tidak ada perbedaan kinerja akurasi pelatihan dan validasi pembelajaran mesin menggunakan citra asli dengan citra tersegmentasi. Meskipun terdapat proses tambahan berupa penghilangan latar belakang citra menggunakan algortima Grubcut, akurasi pelatihan maupun validasi preskrining lesi kulit tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Pada parameter kinerja yang kedua, waktu pembuatan model dipengaruhi oleh jumlah data latih dan validasi. Semakin kecil jumlah data latih yang digunakan, maka waktu pembuatan model akan semakin cepat, dan sebaliknya. Disamping itu, proporsi antara jumlah data latih dengan validasi juga berpengaruh ke akurasi validasi. Pada studi ini, dengan menggunakan jumlah data latih yang lebih kecil dibandingkan data validasi, akurasi validasi mengalami peningkatan dari 0,82% menjadi 0,90%. Studi ini telah memberikan bukti bahwa pada preskrining lesi kulit menggunakan pembelajaran mesin berbasis CNN tidak diperlukan mekanisme adanya penghilangan latar belakang citra. Selain itu, pembuatan model pembelajaran mesin berbasis CNN dapat dilakukan dengan menggunakan data latih sekitar 22,41% dari data total. Diharapkan, hasil studi ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan aplikasi preskrining lesi kulit menggunakan pembelajaran mesin berbasis CNN pada komputer atau gawai dengan sumber daya komputasi yang rendah. Abstract It is necessary to develop a self-prescreening of skin lesion due to the prevalence is increasing every year. This study tries to compare and evaluate the performance of prescreening of a skin lesion in the original and segmented images using Convolutional Neural Network. The Grabcut algorithm is used in the image segmentation process. Two parameters are used to evaluate the performance of the classification, i.e. accuracy and time to build the model. The results show that there is no significant difference in training and validation accuracy between original and segmented images. Even though there is an additional process in removing image background using Grabcut, the accuracy of training and validation do not increase significantly. In the second performance indicator, the time to build the model is influenced by the numbers of training and validation data that are used. The smaller the amount of training data used, the faster the model creation time will be. In addition, the proportion between the amount of training data and validation also affects the accuracy of validation. In this study, using a smaller amount of training data than the validation data, the validation accuracy increased from 0.82 to 0.90. This study has provided evidence that prescreening of skin lesions using machine learning based on CNN does not require image background removal and only about 22.41% of the total data are needed to build the model. One of the contributions of this study is that the results of this study can be used for the development of a skin lesion prescreening application using CNN-based machine learning on computers or devices with low computational resources.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/4411</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2021844411</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 8 No 4: Agustus 2021; 793-800</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 8 No. 4: Agustus 2021; 793-800</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.202184</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/4411/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>