Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Deteksi Gulma Berdasarkan Warna HSV dan Fitur Bentuk Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 8 No. 5 (2021) · pp. 929–938

DOI
10.25126/jtiik.2021854719
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2021-10-21
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Gulma merupakan tanaman pengganggu dalam lahan pertanian. Herbisida merupakan obat yang efektif membunuh gulma tersebut. Penyemprotan herbisida harus tepat sasaran kepada gulma saja dan tidak mengenai tanaman. Penelitian ini membuat sistem yang dapat mendeteksi gulma secara otomatis di antara tanaman pada lahan pertanian riil. Sistem ini menggunakan gambar lahan pertanian riil dimana tanaman tampak utuh (daun dapat lebih dari satu) yang diambil menggunakan kamera dengan posisi vertikal menghadap ke bawah. Algoritma yang dibuat menggunakan segmentasi berdasarkan warna hijau dalam ruang warna HSV untuk mendeteksi daun, baik gulma maupun tanaman pada beragam pencahayaan. Sebanyak tiga fitur bentuk domain spasial digunakan untuk membedakan gulma dengan tanaman yang memiliki karakteristik bentuk daun yang berbeda. Fitur bentuk yang digunakan adalah Rectangularity, Edge-to-Center distances function, dan Distance Transform function. Klasifikasi gulma dan tanaman menggunakan metode Jaringan syaraf tiruan (JST) yang dapat dilatih secara offline. Dari 149 tanaman yang terdeteksi dimana 70% sebagai data training, 15% data validasi dan 15% data uji, didapati akurasi pengujian sebesar 95.46%.AbstractWeed is a major challenge in a crop plantation. A herbicide is the most effective substance to kill this unwanted vegetation. Spraying the herbicide must be done carefully to target the weeds only. Here in this research, we develop an algorithm that detects weeds among the plants based on the shape of their leaves. The detection is based on images that were acquired using a camera. The leaves of weeds and plants were detected based on their green color using segmentation in HSV color-space as it is more effective to detect objects in various illumination. Three shape features were extracted, which are Rectangularity that is based on Rectangularity, Edge-to-Center distance function, and Distance Transform function. Those features were fed into a learning algorithm, Artificial Neural Network (ANN), to classify whether it is the plant or the weed. The testing on the weed classification in a real outdoor environment showed 95.46% accuracy using a total of 149 detected plants (70% as training data, 15% as validation data, and 15% as testing data).

Collaboration network of the authors

20 authors · 56 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dahnial SyauqyUniversity of Brawijaya5
Agung Setia BudiUniversity of Brawijaya4
Eko SetiawanUniversity of Brawijaya4
Fitri UtaminingrumUniversity of Brawijaya4
Randy Cahya WihandikaUniversity of Brawijaya4
Muhammad Ali FauziUniversity of Brawijaya4
Edita Rosana WidasariUniversity of Brawijaya2
Eko SetiawanUniversity of Brawijaya2
Rakhmadhany PrimanandaUniversity of Brawijaya2
Rekyan Regasari Mardi PutriUniversity of Brawijaya1
Gembong Edhi SetyawanUniversity of Brawijaya1
Benny AdiwijayaUniversity of Brawijaya1
Faizal Andy SusiloUniversity of Brawijaya1
Muhammad Rheza CaesardiUniversity of Brawijaya1
Dittha RatanasariUniversity of Brawijaya1
Fahmi ErzaUniversity of Brawijaya1
Barlian Henryranu PrasetioUniversity of Brawijaya1
Fakhrul AllaamUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Deteksi Gulma Berdasarkan Warna HSV dan Fitur Bentuk Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Fitriyah, Hurriyatul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Maulana, Rizal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Gulma merupakan tanaman pengganggu dalam lahan pertanian. Herbisida merupakan obat yang efektif membunuh gulma tersebut. Penyemprotan herbisida harus tepat sasaran kepada gulma saja dan tidak mengenai tanaman. Penelitian ini membuat sistem yang dapat mendeteksi gulma secara otomatis di antara tanaman pada lahan pertanian riil. Sistem ini menggunakan gambar lahan pertanian riil dimana tanaman tampak utuh (daun dapat lebih dari satu) yang diambil menggunakan kamera dengan posisi vertikal menghadap ke bawah. Algoritma yang dibuat menggunakan segmentasi berdasarkan warna hijau dalam ruang warna HSV untuk mendeteksi daun, baik gulma maupun tanaman pada beragam pencahayaan. Sebanyak tiga fitur bentuk domain spasial digunakan untuk membedakan gulma dengan tanaman yang memiliki karakteristik bentuk daun yang berbeda. Fitur bentuk yang digunakan adalah Rectangularity, Edge-to-Center distances function, dan Distance Transform function. Klasifikasi gulma dan tanaman menggunakan metode Jaringan syaraf tiruan (JST) yang dapat dilatih secara offline. Dari 149 tanaman yang terdeteksi dimana 70% sebagai data training, 15% data validasi dan 15% data uji, didapati akurasi pengujian sebesar 95.46%.AbstractWeed is a major challenge in a crop plantation. A herbicide is the most effective substance to kill this unwanted vegetation. Spraying the herbicide must be done carefully to target the weeds only. Here in this research, we develop an algorithm that detects weeds among the plants based on the shape of their leaves. The detection is based on images that were acquired using a camera. The leaves of weeds and plants were detected based on their green color using segmentation in HSV color-space as it is more effective to detect objects in various illumination. Three shape features were extracted, which are Rectangularity that is based on Rectangularity, Edge-to-Center distance function, and Distance Transform function. Those features were fed into a learning algorithm, Artificial Neural Network (ANN), to classify whether it is the plant or the weed. The testing on the weed classification in a real outdoor environment showed 95.46% accuracy using a total of 149 detected plants (70% as training data, 15%  as validation data, and 15% as testing data).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/4719</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2021854719</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 8 No 5: Oktober 2021; 929-938</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 8 No. 5: Oktober 2021; 929-938</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.202185</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/4719/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>