Jurnal SINTA 2
Deteksi Kejadian Lalu Lintas pada Teks Twitter dengan Pendekatan Klasidikasi Multi-Label Berbasis Deep Learning
Deteksi Kejadian Lalu Lintas Pada Teks Twitter Dengan Pendekatan Klasifikasi Multi-Label Berbasis Deep Learning
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 9 No. 1 (2022) · pp. 87–96
- ISSN
- 2528-6579, 2355-7699
- Published
- 2022-02-07
- Publisher
- Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
- Language
- en
Abstract
English
Kemacetan merupakan salah satu kejadian yang sering terjadi di kota-kota besar. Hal ini dapat merugikan pengguna jalan, oleh karena itu perlu dilakukan pendeteksian kejadian lalu lintas. Saat ini, twitter digunakan sebagai sumber informasi untuk mendeteksi suatu kejadian. Namun, pengguna twitter cenderung membagikan beberapa informasi sekaligus, sehingga dalam satu tweet bisa memiliki lebih dari satu label. Pada penelitian ini dilakukan klasifikasi multi-label menggunakan 18.000 data dari akun twitter terverifikasi di Surabaya. Klasifikasi multi-label pada penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi banyak situasi lalu lintas seperti kondisi cuaca, kecelakaan lalu lintas, kemacetan lalu lintas, lalu lintas padat, dan lalu lintas lancar. Klasifikasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan deep learning (CNN dan LSTM) dan word embedding (word2vec dan fastText) dengan augmentasi dan non-augmentasi data. Eksperimen dilakukan dengan 3 skenario berbeda untuk melihat pengaruh data uji yang berbeda pada data latih yang sama. Selanjutnya dilakukan eksperimen untuk menguji pengaruh jumlah label terhadap klasifikasi multi-label pada data uji yang sama. Akurasi tertinggi pada non-augmentasi data adalah 0,75 dan pada augmentasi data adalah 0,95. Dari keseluruhan ujicoba akurasi tertinggi diperoleh dari kombinasi LSTM dan fastText. Abstract Congestion is one of the events that often occurs in big cities. This can be detrimental to road users, therefore it is necessary to detect traffic events accurately and efficiently. Currently, Twitter is used as a source of information to detect an incident. However, twitter users tend to share several information at once, so that in one tweet can have more than one label. Therefore, multi-label classification is necessary. This study utilizes 18,000 data from verified twitter accounts in Surabaya. Multi-label classification is carried out to identify many traffic situations, such as weather conditions, events, traffic jams, heavy traffic, and smooth traffic. Classification is performed using deep learning approach (CNN and LSTM) and word embedding (word2vec and fastText) with augmented and non-augmented. Experiments are carried out with 3 different scenarios to see the effect of different uji data on the same train data. Furthermore, the experiments are conducted to examine the effect of the number of labels on the multi-label classification on the same test data. The highest accuracy on non-augmented data is 0,75 and on augmented data is 0,95. All of the highest accuracy is obtained from the combination of LSTM and fastText
Bahasa Indonesia
Kemacetan merupakan salah satu kejadian yang sering terjadi di kota-kota besar. Hal ini dapat merugikan pengguna jalan, oleh karena itu perlu dilakukan pendeteksian kejadian lalu lintas. Saat ini, twitter digunakan sebagai sumber informasi untuk mendeteksi suatu kejadian. Namun, pengguna twitter cenderung membagikan beberapa informasi sekaligus, sehingga dalam satu tweet bisa memiliki lebih dari satu label. Pada penelitian ini dilakukan klasifikasi multi-label menggunakan 18.000 data dari akun twitter terverifikasi di Surabaya. Klasifikasi multi-label pada penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi banyak situasi lalu lintas seperti kondisi cuaca, kecelakaan lalu lintas, kemacetan lalu lintas, lalu lintas padat, dan lalu lintas lancar. Klasifikasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan deep learning (CNN dan LSTM) dan word embedding (word2vec dan fastText) dengan augmentasi dan non-augmentasi data. Eksperimen dilakukan dengan 3 skenario berbeda untuk melihat pengaruh data uji yang berbeda pada data latih yang sama. Selanjutnya dilakukan eksperimen untuk menguji pengaruh jumlah label terhadap klasifikasi multi-label pada data uji yang sama. Akurasi tertinggi pada non-augmentasi data adalah 0,75 dan pada augmentasi data adalah 0,95. Dari keseluruhan ujicoba akurasi tertinggi diperoleh dari kombinasi LSTM dan fastText.
Collaboration network of the authors
40 authors · 91 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Chastine Fatichah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 17 |
| Agus Zainal Arifin | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 6 |
| Agus Budi Raharjo | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 4 |
| Rizka Wakhidatus Sholikah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Yuna Sugianela | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Yudhi Purwananto | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Anny Yuniarti | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Imam Kuswardayan | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Isye Arieshanti | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Fahrur Rozi | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Hilya Tsaniya | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Apriantoni Apriantoni | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 2 |
| Arrie Kurniawardhani | Affiliation unknown | 2 |
| Khoirul Umam | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Fidi Wincoko Putro | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Gulpi Qorik Oktagalu Pratamasunu | Affiliation unknown | 1 |
| Khadijah Fahmi Hayati Holle | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Jayanti Yusmah Sari | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Arif Fadllullah | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Dasrit Debora Kamudi | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Muhamad Nasir | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Mutmainnah Muchtar | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Dhian Kartika | Affiliation unknown | 1 |
| Bernardinus Arisandi | Affiliation unknown | 1 |
| Arya Yudhi Wijaya | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Umi Laili Yuhana | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Daniel Siahaan | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Dian Saputra | Affiliation unknown | 1 |
| Esti Yuniar | Affiliation unknown | 1 |
| Lim Yohanes Stefanus | Affiliation unknown | 1 |
| Febriliyan Samopa | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Ade Afrian | Affiliation unknown | 1 |
| Faida Royani | Affiliation unknown | 1 |
| Yos Nugroho | Affiliation unknown | 1 |
| Tri Anggraeny Fetty | Affiliation unknown | 1 |
| Lalu Muhammad Dzaki | Affiliation unknown | 1 |
| Dewi Rosida | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.