Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kualitas Protein Ulat Sagu (Rhynchophorus bilineatus)

JURNAL BIOLOGI PAPUA · Vol. 2 No. 1 (2018) · pp. 12–18

DOI
10.31957/jbp.556
ISSN
2503-0450, 2086-3314
Published
2018-10-20
Publisher
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih
Language
eng

Abstract

Protein merupakan salah satu makronutrien penting bagi tubuh. Fungsinya sebagai zat pembangun dan memelihara sel-sel dan jaringan tubuh, menyebabkan kekurangan protein akan berakibat serius bagi kesehatan. Salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan protein adalah dengan pemanfaatan bahan pangan lokal. Ulat sagu (Rhynchophorus papuanus) telah lama dikonsumsi oleh masyarakat asli Papua dan Maluku sebagai pelengkap (lauk) bubur sagu (papeda) dan diketahui dari kandungan zat gizinya dapat berperan sebagai sumber protein. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas protein ulat sagu (Rhynchophorus papuanus). Ulat sagu dikembangbiakkan pada media batang sagu dengan tiga varietas sagu masing-masing adalah Debet Embyam, Kutu blup, dan Kutu Mamakutu (berdasarkan pengetahuan indigineus etnik Moy). Dilakukan analisis kimiawi untuk mengetahui kadar protein, lemak, air, dan abu. Sedangkan kualitas protein ulat sagu ditentukan dengan penentuan NPR (net protein ratio) dan penentuan nilai kimia asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulat sagu mengadung protein dengan kualitas cukup baik, yang diperlihatkan dengan nilai kimia asam amino ulat sagu, masing-masing yang dikembangbiakkan pada Debet Embyam = 97,54%; Kutu blup = 80,77%; dan Kutu Mamakutu = 77,53% dengan asam amino pembatas metionin. Sedangkan nilai NPRnya masing-masing 3,31; 3,16; dan 3,17. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai NPR ketiga perlakuan tersebut.Key words: Kualitas protein, ulat sagu, Maribu, Jayapura.

Collaboration network of the authors

40 authors · 186 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Cenderawasih University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Henderina J. KeiluhuAffiliation unknown4
Puguh SujartaAffiliation unknown4
Supeni SufaatiAffiliation unknown3
Lisye I. ZebuaAffiliation unknown3
Farmawaty FarmawatyAffiliation unknown3
Daniel Z. K. WambrauwAffiliation unknown2
Evie L. WarikarAffiliation unknown2
Jeirel WattileteAffiliation unknown2
Suharno SuharnoAffiliation unknown1
Verena AgustiniAffiliation unknown1
Sarah YigibalomAffiliation unknown1
Mariana OndikeleuwAffiliation unknown1
Geofani A. LoboAffiliation unknown1
Ign Joko SuyonoAffiliation unknown1
Euniche R.P.F. RamandeyAffiliation unknown1
JONATHAN K. WOROROMIAffiliation unknown1
LALU P.I. AGAMAWANAffiliation unknown1
IRJA T. SIMBIAKAffiliation unknown1
Suriani Br SurbaktiAffiliation unknown1
Charisma Puspa OmegaAffiliation unknown1
Irma RahayuAffiliation unknown1
Siti DaryatiAffiliation unknown1
Mesak MantekAffiliation unknown1
TRIWIYONO TRIWIYONOAffiliation unknown1
Jepron W. WendaAffiliation unknown1
Meiland A. RonsumbreAffiliation unknown1
Widiastuty WidiastutyAffiliation unknown1
I Made BudiAffiliation unknown1
Aryanti S. PalloAffiliation unknown1
Rosalinda AlatubirAffiliation unknown1
Yuliana YulianaCenderawasih University1
Ignatius Joko SuyonoAffiliation unknown1
Gerardinalia NgamelubunAffiliation unknown1
Euniche RPF. RamandeyAffiliation unknown1
Hanna SoakakoneAffiliation unknown1
Tarsisiyanti J.A. NilanAffiliation unknown1
Mesak WandikAffiliation unknown1
Fawuni G.A.G. RumbrawerAffiliation unknown1
Raini PanjaitanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JBP/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kualitas Protein Ulat Sagu (Rhynchophorus bilineatus)</dc:title>
	<dc:creator>Purnamasari, Vita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Protein merupakan salah satu makronutrien penting bagi tubuh. Fungsinya sebagai zat pembangun dan memelihara sel-sel dan jaringan tubuh, menyebabkan kekurangan protein akan berakibat serius bagi kesehatan. Salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan protein adalah dengan pemanfaatan bahan pangan lokal. Ulat sagu (Rhynchophorus papuanus) telah lama dikonsumsi oleh masyarakat asli Papua dan Maluku sebagai pelengkap (lauk) bubur sagu (papeda) dan diketahui dari kandungan zat gizinya dapat berperan sebagai sumber protein. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas protein ulat sagu (Rhynchophorus papuanus). Ulat sagu dikembangbiakkan pada media batang sagu dengan tiga varietas sagu masing-masing adalah Debet Embyam, Kutu blup, dan Kutu Mamakutu (berdasarkan pengetahuan indigineus etnik Moy). Dilakukan analisis kimiawi untuk mengetahui kadar protein, lemak, air, dan abu. Sedangkan kualitas protein ulat sagu ditentukan dengan penentuan NPR (net protein ratio) dan penentuan nilai kimia asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulat sagu mengadung protein dengan kualitas cukup baik, yang diperlihatkan dengan nilai kimia asam amino ulat sagu, masing-masing yang dikembangbiakkan pada Debet Embyam = 97,54%; Kutu blup = 80,77%; dan Kutu Mamakutu = 77,53% dengan asam amino pembatas metionin. Sedangkan nilai NPRnya masing-masing 3,31; 3,16; dan 3,17. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai NPR ketiga perlakuan tersebut.Key words: Kualitas protein, ulat sagu, Maribu, Jayapura.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JBP/article/view/556</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/jbp.556</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL BIOLOGI PAPUA; Vol. 2 No. 1 (2010); 12-18</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Biologi Papua; Vol 2 No 1 (2010); 12-18</dc:source>
	<dc:source>2503-0450</dc:source>
	<dc:source>2086-3314</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JBP/article/view/556/493</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL BIOLOGI PAPUA</dc:rights>
</oai_dc:dc>