Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perlindungan Hak Asasi Perempuan: Analisis Kejahatan yang Dilakukan oleh Perempuan

Papua Law Journal · Vol. UME (2022) · pp. 124–132

DOI
10.31957/plj.v6i2.2365
ISSN
2540-9166, 2540-7716
Published
2022-03-21
Publisher
Faculty of Law Cenderawasih University
Language
eng

Abstract

Prinsip equality before the law, merupakan hak konstitusional atas pengakuan terhadap prinsip persamaan bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali. Prinsip persamaan ini menghapuskan segala bentuk diskriminasi, termasuk jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian hukum (legal research) dengan menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara yuridis, dalam tataran internasional maupun nasional, instrumen hukum dan peraturan perundang-undangan Indonesia mengakui tentang adanya prinsip persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Hal itu menunjukkan bahwa adanya peraturan perundang-undangan yang menjamin pelaksanaan hak konstitusional perempuan tidak cukup untuk memastikan tegaknya hak konstitusional tersebut. Peraturan perundang-undangan harus diikuti dengan adanya penegakan hukum yang sensitif gender serta yang tidak kalah pentingannya adalah perubahan budaya yang cenderung diskriminatif terhadap perempuan.

Keywords

Collaboration network of the authors

8 authors · 11 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wahda Z. ImamAffiliation unknown2
Queenly StefieAffiliation unknown1
Riskalita A. KadirAffiliation unknown1
Irawan SangajiAffiliation unknown1
AnsharAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perlindungan Hak Asasi Perempuan: Analisis Kejahatan yang Dilakukan oleh Perempuan</dc:title>
	<dc:creator>Abdulloh, Zawawi</dc:creator>
	<dc:creator>Abdulajid, Syawal</dc:creator>
	<dc:creator>Alauddin, Rusdin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hak Asasi Manusia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hak Konstitusional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gender</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perempuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prinsip equality before the law, merupakan hak konstitusional atas pengakuan terhadap prinsip persamaan bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali. Prinsip persamaan ini menghapuskan segala bentuk diskriminasi, termasuk jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian hukum (legal research) dengan menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara yuridis, dalam tataran internasional maupun nasional, instrumen hukum dan peraturan perundang-undangan Indonesia mengakui tentang adanya prinsip persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Hal itu menunjukkan bahwa adanya peraturan perundang-undangan yang menjamin pelaksanaan hak konstitusional perempuan tidak cukup untuk memastikan tegaknya hak konstitusional tersebut. Peraturan perundang-undangan harus diikuti dengan adanya penegakan hukum yang sensitif gender serta yang tidak kalah pentingannya adalah perubahan budaya yang cenderung diskriminatif terhadap perempuan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Law Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2022-03-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/article/view/2365</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/plj.v6i2.2365</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Papua Law Journal; VOLUME 6 ISSUE 2, 2022; 124-132</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Papua Law Journal; VOLUME 6 ISSUE 2, 2022; 124-132</dc:source>
	<dc:source>2540-9166</dc:source>
	<dc:source>2540-7716</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/article/view/2365/1926</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Papua Law Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>