Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Prediksi Produksi Biofarmaka Menggunakan Model Fuzzy Time Series dengan Pendekatan Percentage Change dan Frequency Based Partition

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 10 No. 1 (2023) · pp. 173–184

DOI
10.25126/jtiik.2023106267
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2023-02-28
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Masa depan biofarmasi semakin cerah. Akibat mahalnya harga obat modern, maka permintaan tanaman obat meningkat di dalam dan luar negeri. Hal ini karena biofarmaka banyak digunakan di industri lain, seperti makanan, minuman, dan kosmetik. Konsumen di seluruh dunia termasuk di Indonesia bergerak menuju produk makanan dan kesehatan yang lebih sehat dengan slogan "kembali ke alam". Dengan demikian permintaan tanaman obat sebagai bahan baku industri lainnya juga meningkat. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu prediksi untuk menentukan besaran kenaikan atau penurunan jumlah produksi komoditas strategis biofarmaka untuk beberapa tahun ke depan, sehingga Memungkinkan analisis pergerakan tren dari perkembangan data sebelumnya. Saat ini belum dijumpai studi peramalan deret waktu untuk memprediksi produksi biofarmaka dengan tingkat akurasi baik. Dalam eksperimen ini kami mengusulkan model peramalan fuzzy time series berdasarkan pendekatan percentage change sebagai himpunan semesta dan frequency-based partition yang dapat memberikan tingkat akurasi peramalan yang tinggi. Prediksi difokuskan pada biofarmaka untuk empat jenis rimpang yaitu Jahe, Lengkuas, Kencur, dan Kunyit yang dinilai menjadi prioritas utama pengembangan tanaman obat di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika tahun 1997-2020. Tujuan dari survei adalah untuk memprediksi dan menganalisa perkembangan produksi biofarmaka untuk empat jenis rimpang. Hasil prediksi menunjukan akurasi luar biasa dengan nilai Mean Absolute Percentage Error yang sangat kecil yakni Jahe 0,03%, Lengkuas 0,02%, Kencur 0,14%, dan Kunyit 0,03%. Dengan demikian hasil eksperimen ini dapat berkontribusi dan digunakan bagi pihak yang berkompeten untuk membantu dalam menentukan kebijakan strategis di masa depan. AbstractBiopharmaceuticals' future is brightening. Due to the exorbitant cost of modern treatment, the desire for medicinal herbs is growing. due to their widespread use in different industries such as food, beverages, and cosmetics. Consumers worldwide, especially in Indonesia, are gravitating towards healthier food and health goods. So the demand for medicinal plants as raw materials increases. To solve this issue, a forecast is required for the next few years on the increase or decline in production of strategic biopharmaca commodities. Currently, no reliable time series forecasting study exists for biopharmaca production. To achieve high predicting accuracy, we present a fuzzy time series forecasting model based on percentage change as a universal set and frequency-based partition. Ginger, Galangal, Kencur, and turmeric are predicted to be the most important rhizomes for biopharmaca research in Indonesia. Secondary statistics from the Central Statistics Agency for 1997–2020 This study's goal was to anticipate and analyze biopharmaca synthesis in four rhizomes. The prediction results are incredibly accurate, with Mean Absolute Percentage Error values of just 0.03%, 0.02%, 0.14%, and 0.03% for Ginger, Galangal, Kencur, and Turmeric, respectively. Thus, competent parties can use the outcomes of this experiment to help determine future strategic policies.

Collaboration network of the authors

12 authors · 18 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Universitas Wisnuwardhana Malang
  • Universitas Sains dan Teknologi Komputer
  • Universitas Nasional Karangturi
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syaifuddin SyaifuddinAffiliation unknown1
Eko RiyantoAffiliation unknown1
Eko Joko PamungkasUniversitas Muhammadiyah Magelang1
Emilya Ully ArthaUniversitas Muhammadiyah Magelang1
Endah Ratna ArumiUniversitas Muhammadiyah Magelang1
Reza Ena ErlindaUniversitas Muhammadiyah Magelang1
Toni Wijanarko Adi PutraUniversitas Sains dan Teknologi Komputer1
M. Zakki AbdillahUniversitas Nasional Karangturi1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Prediksi Produksi Biofarmaka Menggunakan Model Fuzzy Time Series dengan Pendekatan Percentage Change dan Frequency Based Partition</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Harmadji, Dwi Ekasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Solikhin, Solikhin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yudatama, Uky</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Purwanto, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Masa depan biofarmasi semakin cerah. Akibat mahalnya harga obat modern, maka permintaan tanaman obat meningkat di dalam dan luar negeri. Hal ini karena biofarmaka banyak digunakan di industri lain, seperti makanan, minuman, dan kosmetik. Konsumen di seluruh dunia termasuk di Indonesia bergerak menuju produk makanan dan kesehatan yang lebih sehat dengan slogan "kembali ke alam". Dengan demikian permintaan tanaman obat sebagai bahan baku industri lainnya juga meningkat. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu prediksi untuk menentukan besaran kenaikan atau penurunan jumlah produksi komoditas strategis biofarmaka untuk beberapa tahun ke depan, sehingga Memungkinkan analisis pergerakan tren dari perkembangan data sebelumnya. Saat ini belum dijumpai studi peramalan deret waktu untuk memprediksi produksi biofarmaka dengan tingkat akurasi baik. Dalam eksperimen ini kami mengusulkan model peramalan fuzzy time series berdasarkan pendekatan percentage change sebagai himpunan semesta dan frequency-based partition yang dapat memberikan tingkat akurasi peramalan yang tinggi. Prediksi difokuskan pada biofarmaka untuk empat jenis rimpang yaitu Jahe, Lengkuas, Kencur, dan Kunyit yang dinilai menjadi prioritas utama pengembangan tanaman obat di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika tahun 1997-2020. Tujuan dari survei adalah untuk memprediksi dan menganalisa perkembangan produksi biofarmaka untuk empat jenis rimpang. Hasil prediksi menunjukan akurasi luar biasa dengan nilai Mean Absolute Percentage Error yang sangat kecil yakni Jahe 0,03%, Lengkuas 0,02%, Kencur 0,14%, dan Kunyit 0,03%. Dengan demikian hasil eksperimen ini dapat berkontribusi dan digunakan bagi pihak yang berkompeten untuk membantu dalam menentukan kebijakan strategis di masa depan. AbstractBiopharmaceuticals' future is brightening. Due to the exorbitant cost of modern treatment, the desire for medicinal herbs is growing. due to their widespread use in different industries such as food, beverages, and cosmetics. Consumers worldwide, especially in Indonesia, are gravitating towards healthier food and health goods. So the demand for medicinal plants as raw materials increases. To solve this issue, a forecast is required for the next few years on the increase or decline in production of strategic biopharmaca commodities. Currently, no reliable time series forecasting study exists for biopharmaca production. To achieve high predicting accuracy, we present a fuzzy time series forecasting model based on percentage change as a universal set and frequency-based partition. Ginger, Galangal, Kencur, and turmeric are predicted to be the most important rhizomes for biopharmaca research in Indonesia. Secondary statistics from the Central Statistics Agency for 1997–2020 This study's goal was to anticipate and analyze biopharmaca synthesis in four rhizomes. The prediction results are incredibly accurate, with Mean Absolute Percentage Error values of just 0.03%, 0.02%, 0.14%, and 0.03% for Ginger, Galangal, Kencur, and Turmeric, respectively. Thus, competent parties can use the outcomes of this experiment to help determine future strategic policies.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/6267</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2023106267</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 10 No 1: Februari 2023; 173-184</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 10 No. 1: Februari 2023; 173-184</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2023101</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/6267/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>