Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Keterlambatan Pembayaran pada Proyek Pemerintah: Kajian Hukum dan Implikasinya Terhadap Penyedia Jasa

Papua Law Journal · Vol. UME (2024) · pp. 181–188

ISSN
2540-9166, 2540-7716
Published
2024-09-17
Publisher
Faculty of Law Cenderawasih University
Language
eng

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan elemen penting dalam mencapai kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Maluku Utara. Namun, sering terjadi keterlambatan pembayaran kepada penyedia jasa dalam proyek pemerintah yang menyebabkan dampak negatif terhadap pelaksanaan proyek, termasuk peningkatan biaya, penurunan kualitas, dan ketidaktepatan waktu penyelesaian. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Hasil penelitian menujukkan bahwa keterlambatan pembayaran hak penyedia jasa pada proyek pemerintah, khususnya di Provinsi Maluku Utara, membawa dampak serius terhadap keberhasilan proyek, baik dalam hal biaya, mutu, maupun waktu penyelesaian. Keterlambatan ini tidak hanya memengaruhi penyedia jasa dari sisi finansial tetapi juga mengganggu kelancaran proyek secara keseluruhan. Dalam konteks hukum, penyelesaian keterlambatan pembayaran dapat melibatkan tiga ranah hukum: administrasi, perdata, dan pidana. Sanksi administratif cenderung menjadi pilihan utama, tetapi dalam kasus yang lebih parah, wanprestasi dapat dituntut melalui jalur perdata atau pidana jika terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang atau kerugian negara. Oleh karena itu, koordinasi yang lebih baik antara instansi pemerintah dan penyedia jasa diperlukan untuk memastikan bahwa proyek-proyek berjalan sesuai rencana dan aturan hukum yang berlaku ditegakkan secara efektif.

Keywords

Collaboration network of the authors

8 authors · 11 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Queenly StefieAffiliation unknown2
Zawawi AbdullohAffiliation unknown1
Syawal AbdulajidAffiliation unknown1
Irawan SangajiAffiliation unknown1
AnsharAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keterlambatan Pembayaran pada Proyek Pemerintah: Kajian Hukum dan Implikasinya Terhadap Penyedia Jasa</dc:title>
	<dc:creator>Kadir, Riskalita A.</dc:creator>
	<dc:creator>Alauddin, Rusdin</dc:creator>
	<dc:creator>Imam, Wahda Z.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kekerasan seksual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perempuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peradilan pidana.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan infrastruktur merupakan elemen penting dalam mencapai kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Maluku Utara. Namun, sering terjadi keterlambatan pembayaran kepada penyedia jasa dalam proyek pemerintah yang menyebabkan dampak negatif terhadap pelaksanaan proyek, termasuk peningkatan biaya, penurunan kualitas, dan ketidaktepatan waktu penyelesaian. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Hasil penelitian menujukkan bahwa keterlambatan pembayaran hak penyedia jasa pada proyek pemerintah, khususnya di Provinsi Maluku Utara, membawa dampak serius terhadap keberhasilan proyek, baik dalam hal biaya, mutu, maupun waktu penyelesaian. Keterlambatan ini tidak hanya memengaruhi penyedia jasa dari sisi finansial tetapi juga mengganggu kelancaran proyek secara keseluruhan. Dalam konteks hukum, penyelesaian keterlambatan pembayaran dapat melibatkan tiga ranah hukum: administrasi, perdata, dan pidana. Sanksi administratif cenderung menjadi pilihan utama, tetapi dalam kasus yang lebih parah, wanprestasi dapat dituntut melalui jalur perdata atau pidana jika terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang atau kerugian negara. Oleh karena itu, koordinasi yang lebih baik antara instansi pemerintah dan penyedia jasa diperlukan untuk memastikan bahwa proyek-proyek berjalan sesuai rencana dan aturan hukum yang berlaku ditegakkan secara efektif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Law Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2024-09-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/article/view/3024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Papua Law Journal; VOLUME 8 ISSUE 2, 2024; 181-188</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Papua Law Journal; VOLUME 8 ISSUE 2, 2024; 181-188</dc:source>
	<dc:source>2540-9166</dc:source>
	<dc:source>2540-7716</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/article/view/3024/2880</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Papua Law Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>